JOURNAL

Your City, Your Spot, Your Style

Augustman (Indonesia) - - Contents - PENULIS DARREN HO INTERVIEW COURTESY OF HOSTESS ASIA FOTO SØREN SOLKÆR / MATADOR RECORDS

Berkisah tentang Van Gogh dan Lewis Carl Hamilton, pembalap Formula 1 yang berkolaborasi dengan Hugo Boss.

JIKA ANDA SUDAH MENDENGARKAN ALBUM BARU DARI BELLE & SEBASTIAN, Girls in Peacetime Want to Dance, pasti Anda akan dengan cepat merasakan adanya perbedaan dengan album mereka sebelumnya. Perbedaan ini terjadi karena keterlibatan produser Ben H. Allen III.

Meskipun format Belle & Sebastian yang diberi istilah “wistful pop” telah berhasil, namun sebenarnya musik mereka tidak hanya tentang cinta dan hal romantis lainnya. Lirik mereka di album kali ini justru terinspirasi dari kehidupan sosial dan politik, dan bahkan foto band ini memperlihatkan mereka sedang memegang kumpulan kertas referendum kemerdekaan Skotlandia.

Album ini lebih disco-pop. Kenapa begitu? Richard Colburn:

Kenapa tidak? Ya memang, kita tidak pernah membuat rekaman dengan jenis musik ini sebelumnya. Kita hanya ingin menari. Tidak ada yang begitu disengaja, kami hanya merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba hal yang baru seperti ini.

Tema album ini juga agak lebih terpengaruh oleh sosial dan politik? RC:

Ada beberapa hal di dalamnya yang sedikit terdengar bertema politik. Stuart yang menulis lagunya tapi sisanya lebih berkarakter, dan jaman moderen sekarang ini, lagulagunya merupakan prespektif dari sisi berbeda. Stevie Jackson: Lagu kami memang selalu berkarakter, berasal dari imajinasi, seakan akan kami berada di situasi tertentu, tapi maksudnya, akan lebih baik jika kamu menuliskan sesuatu yang memang berasal dari diri sendiri.ada dua lagu, ‘Allie’ dan ‘ The Cat with the Cream’, yang agak puitis tapi juga spesifik dan ini menarik karena dua lagu itu memiliki karakter yang sama. Awalnya saya tidak menyadarinya. “The Cat with the Cream’ sebenarnya adalah karakter Allie yang sedang berbicara dengan dirinya. Dan ini sama sekali t idak terlihat jelas di karya ini.

Apakah ada tema musik yang Anda tidak suka saat menulisnya? SJ:

Anda bisa menulis lagu tentang apa saja. Ada teman saya, ia seorang artis, dan ia meminta saya untuk menulis enam lagu tentang enam sutradara film favorit saya dan saya coba membuatnya dan hasilnya saya berhasil. Saya juga dapat beberapa lagu dari itu, dan itu sangat hebat menurut saya. RC: Saya baru saja membuat sebuah lagu tentang seorang tokoh yang kami buat sewaktu kami sedang di dalam penerbangan ke Singapura. Kami menyebutnya Steve dan saya menulis lirik rap pertama yang pernah saya tulis. SJ: Saya rasa artis yang saya kagumi cenderung mengarang sesuatu. Seperti tipe lagu yang merupakan pengakuan, ya lagu-lagu itu bagus, tapi artis seperti Bowie, mereka menciptakan sesuatu. Saya tidak begitu tertarik, tapi saya akan membuatnya.

Well, musik seharusnya memang menginspirasi: SJ: RC:

Siapa yang mau dengar cerita tentang patah hati lainnya? Atau album perceraian. Saya sebenarnya baru saja melihat dokumenter yang sangat brilian tentang Genesis. Ada sedikit tentang Phil Collins dan tentang istrinya yang meninggalkannya dan bagaimana hal itu telah membuatnya milioner, ia berhasil menjual puluhan ribu rekaman.

Banyak musik mengenai hal itu, dan bukankah itu bagian masalah dengan industri tersebut, bahwa musik mainstream benar-benar dilupakan? SJ:

Ini merupakan presentasi.budaya Pop. Dulu para bintang lebih memiliki karakter karena dulu membuat sebuah album adalah hal yang menantang. Selain itu, jika Anda memiliki satu studio rekaman, itu adalah hal yang sangat wah. Tapi sekarang ini, semua orang bisa merekam album mereka. Saya tidak khawatir musik seperti apa yang orang-orang dengarkan sekarang ini. Tapi ketika ada musik yang mudah dilupakan, itu dapat menginspirasi Anda untuk menciptakan sesuatu yang lebih luar biasa.

LEWIS CARL HAMILTON, adalah seorang pembalap Formula 1 berkebangsaan Britania Raya yang lahir pada bulan Januari tahun 1985. Pembalap yang pernah menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah F1 saat merebut gelar tahun 2008 dalam usia 23 tahun, 9 bulan, dan 26 hari ini baru saja melakukan tur yang luar biasa bersama dengan para kru dari HUGO BOSS di Shanghai, China, satu hari sebelum F1 World Champion. Hammy, demikian ia biasa dipanggil, memulai tur eksklusif di pelabuhan terbesar di dunia ini dengan mengusung tema Your City, Your Spot, Your Style. Berikut beberapa area yang dikunjunginya saat tur tersebut:

• SHANGHAI TOWER

Dibangun sejak tahun 2008 dengan tinggi 632 meter, dan lantai sejumlah 121. Shanghai Tower adalah gedung pencakar langit tertinggi kedua di dunia. Struktur berlikunya tidak membuat gedung ini mampu tertandingi kesan elegannya. Lewis Hamilton telah membuat para kru HUGO BOSS mampu menikmati pemandangan seluruh kota dari lantai paling atas.

• MUSEUM SENI ROCKBUND

Adalah museum pertama di Cina yang sepenuhnya ditujukan untuk seni kontemporer Cina. Juga merupakan salah satu galeri seni paling terkenal di dunia yang sejak tahun 2013 telah menjadi mitra dari HUGO BOSS ASIA ART.

• RESTORAN ULTRAVIOLET

Pada akhir tur, kru HUGO BOSS menemani Hammy makan di restoran Ultraviolet. Makanan yang disajikan merupakan menu first class dengan suasana yang unik. Tidak ada jendela atau dekorasi mengganggu tampilan keseluruhan. Terdapat proyeksi video 360 °dalam restoran ini yang mengubah dinding menjadi lautan cahaya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.