CHARACTER

Selain dikenal sebagai mantan atlet, pria ini sangat menyukai keindahan. Karenanya Hautlence mendaulat Eric Cantona sebagai desainer untuk salah satu koleksi terbarunya.

Augustman (Indonesia) - - Contents - PENULIS DINI NUR HARDINI FOTO DOK. HAUTLENCE

Ketika sang legenda Eric Cantona membuat sebuah desain untuk jam tangan mewah

CROSS THE LINE merupakan tema kampanye dari sebuah brand jam tangan Hautlence. Dan ada yang menarik pada acara peresmian butik jam tangan ini di Pacific Place, Jakarta pada bulan April lalu. Pemain legendaris dari tim sepak bola Manchester United, Eric Cantona, hadir di sana.

Eric Cantona, telah memberikan banyak prestasi selama menjadi atlet sepakbola. Para pendukung klub sepak bola Manchester United pasti hafal akan rekam jejak prestasi sang idola ini. Lima gelar Premier League, dua Piala Liga Inggris dan satu Piala FA. Dan kini pria ini juga dikenal sebagai seorang aktor.

Seperti tema kampanye yang ia dukung, Cantona juga tengah melakukan cross lining pada bidangnya. Co-founder dan CEO Hautlence, Guillaume Tetu, menantangnya untuk mendesain sebuah jam tangan! Ini merupakan kali pertama ia mendesain sebuah jam tangan. Tentu saja menjadi daya tarik sendiri bagi para penggemarnya. Namun tidak bisa disangkal, selain garang berlaga di lapangan, Cantona rupanya juga seorang pengagum keindahan.

Ketika pria berusia 48 tahun ini hadir di konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Cantona mengaku sangat senang terhadap kontribusi yang ia lakukan untuk Hautlence. Cantona mengatakan jam tangan dan sepak bola sama- sama merupakan sebuah karya sehingga menghasilkan sesuatu yang indah.

Hautlence sendiri merupakan sebuah brand jam tangan yang dibuat pada tahun 2004. Sebuah jam yang memiliki ciri khas dengan motif geometris dan nuansa mewah dari bahannya. Itulah mengapa Cantona merasa sangat antusias diajak terlibat dalam pembuatan jam tangan, mulai dari membuat ide desain produknya. Cantona sangat bangga, bukan karena ia merupakan seorang brand ambassador, namun dalam kampanye Cross the Line ia juga dipercaya sebagai desainer produk limited edition, Invictus Morphos.

Hautlence memercayakan proyek ini kepada Cantona sejak tahun 2014. Karena selain dikenal sebagai seorang mantan atlet, Cantona merupakan orang yang suka berkreasi. Menurut pria berkebangsaan Perancis ini, setiap kreasi berbeda untuk setiap orang. Bisa diwujudkan dalam bentuk apa saja seperti melukis, akting, berjalan, mendesain, bahkan, sepakbola. “Saya sangat bergairah jika harus mencoba untuk membuat sesuatu yang baru,” ujar Cantona.

Cantona Sendiri juga mengaku ia tambah percaya diri jika mengenakan aksesori, salah satunya jam tangan. “Ketika saya melihat orang lain memakai jam tangan, sangat menarik perhatian saya. Dan ketika saya sendiri mengenakannya, menambah rasa percaya diri saya.” Bahkan ketika ia masih aktif mengenakan seragam MU dan berlaga di lapangan, Cantona sering terlihat memukau para perempuan yang memujanya dengan gaya khas Cantona, yaitu mengangkat kerah kostumnya ke atas. Itulah Eric Cantona, di usianya yang semakin matang, prestasi dan pesona pun semakin bertambah besar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.