BEHIND THE SEAMS

Tomas Maier, creative editor Bottega Veneta, bicara mengenai evolusi kemewahan

Augustman (Indonesia) - - Contents - PENULIS CHIA WEI CHOONG FOTO BOTTEGA VENETA + GETTY IMAGES

Saat Creative Editor Bottega Veneta bicara mengenai evolusi kemewahan

TOMAS MAIER lebih memilih melakukan pendekatan terhadap fashion melalui perspektif budaya. Dengan caranya sendiri, Maier telah mengembangkan Bottega Veneta menjadi label lifestyle sepenuhnya yang menawarkan pakaian ready-to-wear untuk pria maupun wanita, selain itu juga parfum dan yang terbaru adalah, perlengkapan rumah yang di- cover dengan kulit.

Bottega Veneta menikmati kesuksesannya sejak awal kemunculan di tahun 1966. Dulu Bottega Veneta lebih terfokus pada barangbarang dengan kulit mewah yang menggunakan teknik tenun kulit, Intrecciato, yang menjadi ciri khas mereka. Bottega Veneta mulai kehilangan kekuatan mereka di sekitar tahun 90-an. Hal ini terjadi ketika mereka mulai memutuskan untuk lebih banyak menjual produk yang mengendalikan tren pada saat itu. Hingga pada tahun 2001, setelah diakuisi oleh Gucci Group (sekarang menjadi bagian dari French group Kering), Bottega Veneta mulai melakukan pemulihan.

Keputusan terbaik yang pernah diambil oleh Bottega Veneta adalah dengan mempekerjakan Tomas Maier sebagai creative director mereka. Tugas pertama Maier adalah membantu Bottega Veneta membangun kembali nilai mereka di pasaran dan mendapatkan kesadaran para konsumen generasi muda terhadap produk Bottega Veneta. Sejak saat itu Maier konsisten membangun identitas label tersebut, dan terus memperkuat Bonetta Veneta musim demi musim dengan koleksi ready-to-wear miliknya. Proposalnya mengenai pakaian pria pada awalnya tidak terlihat inovatif tapi jika dilihat baik-baik maka akan terlihat bahwa ia selalu meletakan keindahan kerajinan pada setiap potongnya (bayangkan parka yang terbuat dari kain yang memadukan kulit domba tipis dengan sutra). Bisa dikatakan caranya membuat pakaian cukup menarik. Tapi harus kita akui Bottega Veneta bukanlah label yang perlu meneriakan kehadirannya, Bottega Veneta memiliki kesederhanaan yang mampu memberikan keindahan ketika Anda menggunakannya. Tidak hanya itu, tagline Bottega Veneta yang terbaru –“When your own initials are enough” - juga terdengar memberikan kekuatan tanpa pamrih.

Kali ini kami memiliki kesempatan untuk berbincang dengan Maier untuk belajar mengenai koleksi spring/summer 2015 miliknya serta cerita di balik label.

Baru-baru ini Anda bicara mengenai koleksi Anda yang menggambarkan pergerakan dan kebebasan pria. Apa yang membuat Anda tertarik dengan hal itu?

Saya hanya merasa hal itu tepat untuk saya. Selama ini saya berpikir tentang kebebasan begerak dalam koleksi pakaian pria, sekarang mencoba beragam cara yang berbeda sudah bisa diekspresikan, dari seorang peselancar California yang bergerak agak pelan menjadi sesuatu yang menginspirasi, sama seperti Gene Kelly.

Kami sudah melihat koleksi pakaian pria dari Bottega Veneta di beberapa musim lalu. Apakah itu visualisasi Anda menngenai kemajuan pakaian pria?

Ya. Seorang pria ingin terlihat elegan dan mengenakan semuanya secara bersamaan, tapi tentu dengan tidak mengesampingkan rasa nyaman. Saya rasa sekarang-sekarang ini kita memiliki ekspetasi yang berbeda mengenai pakaian apa yang bisa dibilang sesuai. Mungkin celana panjang ketat selalu menjadi favorit selama ini, tapi sekarang, begitupun dengan celana model kerut yang indah ini juga memiliki tempatnya sendiri.

Setelan yang Anda tunjukkan di catwalk dipadukan dengan celana pendek, yang rasanya sama sekali bukan merupakan pakaian bisnis yang cocok. Apa alasan Anda tentang ini?

Jaket itu bisa saja dipasangkan dengan celana panjang untuk tampilan yang lebih formal. Tapi saya ingin pelanggan saya merasakan kebebasan dengan menerobos aturan yang ada. Jika Anda merasa kombinasinya cocok, pakailah.

Apa item penting di koleksi SS15 ini?

Salah satu favorit saya adalah tas punggung berbahan suede dan berwarna pudar. Karena sangat enak dibawa, bisa dijadikan tas punggung ataupun selempang, jadi Anda bisa menggunakannya dengan beragam cara.

Saya ingin pelanggan kami merasa kebebasan untuk menerobos aturan fesyen. Jika padupadannya terasa benar, kenakanlah!

Item mana yang paling penting di lemari pribadi Anda?

Jeans. Saya suka fungsinya dan pesan yang tersirat dari benda berbahan denim.

Bagaimana Anda menyeimbangkan kreatifitas dan nilai jual di tengah-tengah pasar barang mewah yang sangat kompetitif?

Saya mencoba untuk tetap pada kepercayaan saya. Saya percaya bahwa selama kita tidak keluar dari prinsip untuk menjaga kualitas bahan, pengrajin yang hebat, desain yang inovatif dan menjaga fungsi komtemporer, pelanggan pasti akan mencari kita.

Ceritakan pada kami tentang SS15 campaign dengan photographer Jepang, Araki, pilihan yang agak mengejutkan.

Saya sudah mengikuti hasil karya Araki selama bertahun-tahun. Dia memiliki visi yang jelas dan melakukan pekerjaannya tanpa rasa takut dan ragu, terlepas dari para pengkritiknya. Saya mengagumi itu dan merasa tepat untuk terjun ke dalam dunia spontanitas dan kontrolnya.

Apa yang Anda pikirkan tentang obsesi fashion belakangan ini terhadap anak muda?

Fashion selalu menjadi obsesi bagi anak muda. Saya rasa itu hal yang natural. Tapi saya pribadi lebih terinspirasi oleh pengalaman.

Apa definisi kemewahan bagi Anda?

Tipe kemewahan yang saya suka sebenarnya bukanlah barang-barang yang dapat dipamerkan. Karena bagi saya kemewahan bisa diekspresikan dari lapisan jaket yang indah dan lembut. Kemewahan adalah rasa nyaman yang timbul dari bahan yang diigunakan. Seperti bahan kulit kami yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Barang mewah itu berhubungan dengan rasa nyaman. Lagipula, kenapa pria harus membayar mahal pakaian yang tidak membuatnya merasa nyaman?

Fesyen selalu menjadi obsesi bagi anak muda. Saya rasa itu hal yang natural. Tapi saya pribadi lebih terinspirasi oleh pengalaman

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.