MIKE LEWIS

SANTAI, NAMUN BERTANGGUNG JAWAB UNTUK SEMUA JADWAL KERJA YANG TELAH TERSUSUN MERUPAKAN RAHASIA MIKE LEWIS UNTUK SUKSES MENJALANI KARIERNYA DI DUNIA ENTERTAINTMENT.

Augustman (Indonesia) - - Contents - PENULIS DINI NUR HARDINI FOTO ANDRY SUSANTO (087878034534) CREATIVE DIRECTOR MIRANDA TOBING STYLIST RERE NOVA SUBAGYO MAKE UP ARTIST KWEE SANDY (08788236711)

Berbagi rahasia dalam mengatur jadwalnya untuk meraih sukses di dunia entertainment

Lama tak terlihat di layar sinetron bukan berarti Mike Lewis sudah tidak berkiprah di dunia hiburan. Mengenal sosok Michael George William Lewis, atau yang sering kita sapa dengan nama Mike Lewis lebih dekat, membuat Augustman Indonesia menilai bahwa ia memiliki pribadi yang menyenangkan dan ramah.

“Semua orang pasti merasa lelah dengan segala aktivitas dan kegiatannya. Tapi Anda harus fun dalam menjalaninya dan cari sesuatu yang membuat kita tidak cepat lelah. Bagi saya, saya harus tetap menyediakan waktu untuk fitness. Itu lebih penting daripada tidur,” cerita Mike membuka percakapan sambil tertawa renyah. “Saya tidak punya waktu yang tetap kapan saya harus fitness. Bisa pagi atau sore, tergantung waktu yang luang.”

Selain itu, Mike juga senang melakukan aktivitas olahraga lainnya seperti rugby, flag football, basket dan golf yang dilakukannya di sela-sela kesibukanya. Rugby adalah olahraga yang sudah ditekuninya sejak kuliah. Dan ia pernah terlibat dalam pertandingan yang membuat ia mengalami cedera leher. “Cedera ini terjadi ketika saya berusia 21 tahun sehingga meninggalkan bekas luka ini sampai sekarang,” cerita Mike sambil memperlihatkan bekas lukanya di leher bagian belakang.

Sibuk, sudah pasti. namun ayah dari Kenzou Leon Bleszynski Lewis ini selalu memiki waktu luang untuk mengunjungi putranya di Bali. ”Saya mengusahakan dua minggu sekali datang ke Bali bertemu anak saya. Jadi t idak hanya pekerjaan sebagai aktor, MC, dan model saja yang harus saya jalankan, namun peran saya sebagai ayah pun menjadi salah satu hal penting dalam hidup saya,” tambah Mike. Pria berkebangsaan Kanada yang lahir di Tokyo ini

AGAR SEMUA AKTIVITAS BERJALAN DAN TIDAK BOSAN DALAM MENJALANINYA, LAKUKAN DENGAN FUN

SAYA MEMBANGUN KARIER DI NEGERI INI KARENA ITULAH SAYA SANGAT SUKA INDONESIA TERUTAMA JAKARTA WALAUPUN MACET

terlihat semangat ketika bercerita tentang film pendeknya yang berjudul Made In Bali. Tak hanya bekerja di belakang layar, dalam fim ini Mike juga turut bermain sebagai pemeran utama bersama artis senior, Slamet Rahardjo. Film berdurasi 15 menit ini hanya memakan waktu kurang lebih sepuluh hari untuk shooting. Yang lama adalah prosesnya, berawal dari pertemuan dan obrolan yang ia lakukan dengan sang sutradara, Michael Pohorly. Film ini berkisah tentang pelancong asal Amerika yang sangat terkesan dengan budaya Bali. “Sebuah kebanggan bagi saya. Ini merupakan film pertama yang saya buat, dan cukup membawa prestasi.” Apalagi Made in Bali juga termasuk salah satu film yang akan diputar di Cannes Film Festival pada bulan Mei 2015.

Mengenal sosoknya lebih dekat lagi, Mike bercerita ketika pertama kali datang ke Indonesia, hingga akhirnya memutuskan untuk menetap di sini. “Saya pernah berkunjung ke Indonesia untuk berlibur ketika berusia 18 tahun. Kebetulan ayah saya seorang duta besar Kanada dan ditugaskan di Jakarta pada saat itu,” kata Mike. “Saya suka sekali Jakarta walaupun macet. Menurut saya orang-orang di Indonesia sangat ramah, dan saya juga membangun karier saya di negeri ini. Itulah yang membuat saya memutuskan untuk menetap di sini sejak usia 24 tahun.” Selain berkarier di dunia hiburan, Mike juga memiliki sebuah restoran yang terletak di bilangan Jakarta Selatan. “Saya tidak bisa datang setiap hari ke restoran untuk memantau semuanya. Tapi semua jadwal kegiatan saya yang padat tidak pernah berhenti. Jadi kadangkala saya juga standby di restoran sambil membawa laptop untuk meyelesaikan pekerjaan yang lain.

Pria ini memang terkesan santai, akan tetapi Mike termasuk orang yang sangat bertanggung jawab memenuhi semua jadwal kerja yang sudah disusun untuknya. “Waktu adalah hal yang sangat berharga, Anda tidak bisa menukarnya dengan apapapun ketika itu sudah berlalu. Jadi sebaiknya hargai waktu Anda setiap tahun, setiap bulan, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik,” ucap pria berdarah Kanada dan Tionghoa-malaysia ini menutup pembicaraan.

Jaket dan kemeja, Ermenegildo Zegna Jam Tangan, Hublot di Time International

Blazer, Ermenegildo Zegna Jam Tangan, Hublot di Time International

Jaket, kemeja dan dasi, Ermenegildo Zegna Jam Tangan, Hublot di Time International

Jaket dan kemeja, Ermenegildo Zegna Jam Tangan, Hublot di Time International

Ermenegildo Zegna Jam Tangan, Hublot di Time International

Leatherjaketdanpolo-shirt,

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.