Tribute to

Augustman (Indonesia) - - Prelude Watches -

Lee Kuan Yew

KEPERGIAN LEE KUAN YEW meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan rakyat Singapura. Sosok Lee adalah tokoh yang berperan besar terhadap kemajuan Singapura hingga kini. Selama masa kepemimpinannya sepanjang tiga dasawarsa, Singapura berkembang dari negara golongan dunia ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia, walaupun dia memiliki jumlah penduduk yang sedikit dan minimnya sumber daya alam. Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan tekad dalam bekerja. Ia dihormati oleh rakyatnya, mengingat karakter kepemimpinannya yang tegas dan bijaksana dalam mengambil keputusan selama masa pemerintahannya.

Lee Kuan Yew telah menulis dua set buku Biografi: The Singapore Story, pandangannya mengenai sejarah Singapura hingga negara itu keluar dari Federasi Malaysia pada 1965 dan From Third World to First: The Singapore Story, pandangannya mengenai perubahan Singapura menjadi negara maju. Lee diakui sebagai arsitek kemakmuran Singapura pada masa kini, meskipun peran itu juga dilaksanakan oleh Wakil Perdana Menteri Goh Keng Swee yang berperan dalam bidang ekonomi.

Untuk menghormati kepergian Lee Kuan Yew, Pemerintah Singapura resmi mengumumkan Singapura berduka selama tujuh hari dari tanggal 23 hingga 29 Maret 2015. Gedung-gedung pemerintahan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol penghormatan terhadap Bapak Singapura itu. Lee Kuan Yew akan selalu diingat sebagai salah satu pemimpin Asia yang paling inspiratif.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.