Key to a Winning Formula

Jam terbaru dari Cartier mengingatkan kita adanya kekayaan sejarah dalam ‘membentuk waktu’.

Augustman (Indonesia) - - Brand Story - PENULIS DARREN HO

SAYA SERING MEMBAYANGKAN FRUSTASI yang harus dihadapi oleh para desainer jam tangan ketika mereka diminta untuk membuat jam tangan model baru dengan bentuk bundar atau round watch. Jam tangan berbentuk bundar yang akan dibandingkan dengan jam tangan berbentuk bundar lainnya di dunia. Di tengah maraknya jam tangan berbentuk bundar, tentu saja hal ini terdengar seperti tugas yang sulit. Bisa dibayangkan bagaimana mereka harus dengan susah payah mendesain bentuk baru dari desain jam tangan berbentuk bundar yang abadi dan klasik.

Jam tangan berbentuk bundar, hampir di seluruh bagian, tidak dapat dibedakan, setidaknya dari jauh. Rasio emas dan engsel case Reverso adalah hal yang nyata terlihat, dan oktagonal Royal Oat begitu menonjol seakan tidak ada yang lain lagi. Cartier’s Tank, Nautilus’ cushion, atau Piaget’s Gouverneur, atau Franck Muller dan Richard Milles tonneaus terlihat sangat terang dan jelas. Tapi semua orang punya jam tangan berbentuk bundar. Mungkin bezel- nya bergalur seperti Bregeut, atau knurl seperti Breitling untuk Bentleys, tapi, merupakan hal yang sulit untuk membuat sesuatu yang terlihat sangat jelas di tengah keramaian.

Mungkin itu mengapa Cartier’s Cle de Cartier memiliki ulasan yang hangat pada saat diperkenalkan pada bulan Januari, Sesuatu yang baru untuk menyambut tahun. Jam tangan berbentuk bundar tapi tidak biasa. Malah lebih terlihat seperti bentuk telur.

Dan sang pembuat jam, dengan sejarah panjangnya dalam menciptakan desain case yang unik dari Bagnoire hingga Tank, Calibre dan Crash, muncul sebagai kunci dari sebuah desain yang nyata, yang dibuat terlihat seakrab mungkin, tapi jangan terlalu nyaman. Sebuah elemen dari sesuatu yang baru, dan Anda memiliki material yang tepat untuk sebuah case.

Crown pada jamnya adalah bagian yang paling tidak biasa. Sebagai pengganti bentuk crown yang bundar, Cartier dilengkapi dengan trapezoid tiga dimensi,dan dengan sapphire yang serupa pada crown. Bentuk perseginya cukup membuat Anda terkejut pada saat pertama kali melihatnya, namun hampir mulus menyatu dengan case pada jam tersebut. Sangat cocok bagi Anda yang memiliki bentuk jari agak gemuk dengan kuku yang pendek. Sang maison menghabiskan waktunya tidak hanya pada indeks pergerakan angin (lihat sidebar untuk detail) tapi bahkan pada suara yang dihasilkan oleh jam ketika crown didorong.

International marketing and communications director, Arnaud Carrez menjelaskan, “Jam ini adalah tentang desain dan keanggunan.jam ini memiliki ciri khas pada bentuknya yang melengkung. Ballon Bleu merupakan interpretasi dari jam bundar, dan dengan Cle (de Cartier) yang memberikan bentuk lekung pada jam tersebut. Kami mencari bentuk sederhana yang baru dalam desain, dengan proporsi yang tepat dan seimbang. Membutuhkan waktu satu tahun bagi kami untuk mengerjakan crown pada jam ini agar mendapatkan desain yang tepat dan seimbang.” Profile di samping mengingatkan kami pada jam De Bethune, tapi dalam versi yang lebih baik.

Jam ini melahirkan pergerakan baru yaitu Calibre 1847 MC, dinamai berdasarkan tahun didirikannya perusahaan tersebut. Sejauh ini seri ini melahirkan three-hand dengan tenaga 42 jam dan bagian kecil untuk penunjuk tanggal pada arah jam enam. Ukuran jam untuk pria adalah 40mm dan untuk versi wanita jam ini memiliki range ukuran 31mm dan 35mm. Jam dengan warna emas adalah tipe yang diperkenalkan pertama kali, tapi kami diinformasikan bahwa edisi steel-andgold akan keluar pada kuarter ketiga tahun ini. Edisi untuk wanita akan dihiasi dengan berlian pada pinggiran roda yang dapat bergerak. Pada edisi lainnya, Cartier mempunyai potongan baru yang disebut “scisorr cut” untuk batunya yang terlihat sangat jelas. Potongan tersebut membuat batu yang digunakan menyatu hampir mulus tak terlihat dengan case, mempertahankan lekungan pada bentuknya.

Kaliber baru 1847 MC merupakan pergerakan dasar in-house kedua Cartier setelah 1904 MC. Didesain untuk sebagai penarik dan menggantikan pergerakan ETA yang ditemukan pada jam keluaran Cartier. Perusahaan ini mengisyaratkan bahwa 1847 MC pada akhirnya akan memasuki barisan yang ada seperti Santos. “Kaliber 1904 dikembangkan untuk case Calibre de Cartier, dan juga sebagai dasar untuk beberapa pergerakan pada pembuatan koleksi Cartier dengan kualitas tinggi. Caliber ini memiliki barel kembar yang memberikan cukup torsi dan properti chronometic yang sangat bagus. 1847 MC memiliki satu barel dan juga sangat akurat, namun pada akhirnya Anda akan melihatnya untuk Ballon Bleu serta Santos,” Carrez menyebutkan.

Cle de Cartier ini adalah tentang desain dan elegan

SEARAH JARUM JAM KE KIRI Cle de Cartier; caliber 1847 MC dari dekat; edisi emas putih dengan gelang; profile dari jam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.