How to Kick - Start Your Productivity

Augustman (Indonesia) - - Special Feature - PENULIS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO BERBAGAI SUMBER

YA, TUBUH ITU LEMAH namun Anda dapat melatihnya untuk menjadi kuat. Demikian pula dengan kemauan. Kuatkan kemauan demi mencapai tujuan dengan waktu yang efisien.

Saya masih ingat pertama kali saya menyanggupi ajakan rekan untuk melakukan jogging mengelilingi sebuah stadion di area Rasuna, Kuningan. Langkah-langkah cepat yang saya lakukan pada saat itu hanya mampu bertahan sebanyak lima putaran sebelum saya menyerah karena kelelahan. Namun saya secara rutin setiap minggu selalu menyempatkan diri untuk melakukan aktivitas jogging yang seharusnya adalah berlari, bukan berjalan sehingga kini berlari menjadi suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Berlari lima putaran bahkan lebih kini sanggup saya lakukan. Demikian juga dengan otot-otot tubuh. Setelah secara teratur melakukan latihan, Anda akan sanggup menangani beban yang lebih berat dibandingkan dengan beban yang Anda gunakan ketika pertama kali berlatih.

Kemauan memiliki sifat yang sama dengan otot tubuh. Anda dapat melatih kemauan Anda, yaitu sebuah kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan setia dalam melakukan tugas-tugas, yang sesungguhnya hanyalah sebuah sumber daya yang terbatas, namun dapat Anda lipat-gandakan dengan melatihnya, yaitu pada setiap kali Anda berhasil mengatakan tidak kepada setiap godaan yang dapat menghentikan atau menunda kemauan. Terdengar mudah namun Anda mungkin akan mengalami kesulitan yang sangat besar, bahkan Anda mungkin akan berpikir “Mampuku hanya itu.” Kemudian saya teringat ketika seorang kolega mengatakan bahwa ia sedang memulai serangkaian program diet demi penampilan fisiknya yang lebih menarik. Serangkaian program yang menjanjikan penurunan berat badan beberapa belas kilogram dalam waktu enam bulan. Ia telah berkonsultasi dengan seorang dietician langganan selebriti dari sebuah klinik pelangsingan tubuh ternama di Ibu Kota. Ia juga telah merancang jadwal gym dengan didampingi instruktur pribadi.

“Saya merasa lebih segar, ternyata diet dan gym itu tidak seberat yang saya bayangkan sebelumnya,” kata teman saya sambil tersenyum gembira setelah ia berhasil menjalani seminggu program diet dan gym tersebut. Memasuki minggu kedua, sudah terdengar keluhan dari mulutnya. Ia mengeluhkan jadwal meeting marathon yang membuatnya ketinggalan beberapa kelas gym. Ia juga mengeluhkan sulitnya menolak ajakan klien untuk makan malam bersama. Ia juga merasa tidak sanggup lagi menjalani semua program penurunan berat badan tersebut. Ia menceritakannya sambil melahap beberapa potong Éclair au Chocolat,

Napoléon, dan Marie Antoinette, sambil menyeruput Mariage Frères French Tea favoritnya. Program diet dan gym secara resmi dihentikan.

Saya juga tidak sepenuhnya menyalahkan teman saya. Lemahnya kemauan juga pernah dan kadangkadang muncul dalam kegiatan yang saya lakukan sehari-hari. Saya pernah merasa sangat malas untuk bangun pagi. Saya merasa membutuhkan lebih dari 8 jam tidur di malam hari. Saya mulai bangun terlambat dan keterlambatan itu pun tidak membuat saya untuk bergegas, bergerak lebih cepat, untuk mengejar keterlambatan. Secuil rencana kerja yang saya pikirkan di sepanjang perjalanan saya menuju tempat kerja tidak saya lakukan setelah tiba di tempat kerja. Pikiran melayang tidak terarah sambil sibuk menyusun playlist lagu-lagu di Youtube. Semua itu berlangsung berhari-hari meninggalkan tumpukan pekerjaan yang lebih banyak. Saya terpaksa untuk mengerjakannya di saat weekend sehingga saya tidak bisa melewatkan akhir pekan dengan melakukan aktivitas menyenangkan seperti hang out bersama teman, bersantai, dan hal-hal lain yang dapat kembali menyegarkan pikiran.

Berada di dalam situasi seperti itu membuat saya ingin keluar. Yang dibutuhkan untuk dapat keluar dari jebakan situasi yang membuat Anda kehilangan lebih banyak waktu tersebut adalah kemauan kuat. Saya juga ingin teman saya memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan program diet dan gym. Kadang perasaan ‘tidak mungkin’ melakukan hal-hal tersebut muncul. Namun sesungguhnya itu semua hanyalah ‘godaan’ saja. Youtube dan media sosial yang menghambat saya bekerja dengan alasan sebagai mood booster. Keinginan untuk tinggal lebih lama di atas kasur dengan alasan agar tubuh menjadi lebih fit dan tidak mengantuk saat bekerja. Juga dengan Napoléon yang disantap teman saya, telah lama dikenal sebagai comfort food, sehingga dapat menjadi alasan untuk memperbaiki mood atau sesekali menikmati hidup. Kemauan adalah kunci utama untuk dapat segera keluar dari permasalahan ini. Beberapa kejadian yang telah saya ceritakan tadi merupakan sepenggal pengalaman saya dan salah satu teman. Saya telah berhasil membangun kemauan saya dan akan terus saya lakukan setiap kali ‘godaan’ muncul.

Discipline Workout

Percobaan dilakukan oleh para ilmuwan dari Case Western Reserve University dengan melibatkan beberapa orang yang ditempatkan di dalam sebuah ruangan di mana terdapat sebuah pinggan berisi kue cokelat yang sangat lezat dan beraroma memikat dan juga sebuah pinggan yang berisi lobak. Mereka diminta untuk tidak memakan kue cokelat sama sekali dan hanya

diperbolehkan memakan lobak jika mereka mau. Kemudian para partisipan diminta untuk menyelesaikan puzzle yang rumit. Ternyata mereka gagal dalam memberikan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan puzzle. Kemauan mereka telah ambruk sejak awal karena kelelahan menahan diri untuk tidak memakan kue lezat tersebut. Sebaliknya, ketika mereka diperbolehkan memakan kue cokelat, mereka berhasil menyelesaikan puzzle yang sama. Hal ini membuktikan bahwa pengendalian diri merupakan sumber daya yang terbatas.

Sama halnya dengan otot yang terdapat pada lengan Anda, jika Anda memberikan beban yang terlalu berat maka Anda tidak mampu mengangkatnya dan Anda tidak mungkin melakukan latihan selanjutnya. Kemauan juga akan melemah jika Anda memberikan beban terlalu berat. Itulah mengapa Anda lebih memilih untuk bersantai di sofa, menonton TV sambil menyantap fast food yang Anda beli dalam perjalanan pulang, hingga tertidur setelah seharian bergelut dengan segala macam permasalahan pekerjaan, kemacetan, keluarga dan lainnya. Tugas-tugas domestik seperti membereskan rumah, membersihkan lantai, bahkan mandi menjadi hal yang terlalu berat untuk dilakukan. Kabar baiknya adalah, seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa kemauan memiliki sifat serupa dengan otot, maka kemauan dapat dilatih untuk menjadi kuat seperti Anda melatih otot. Otot dapat menguat dan membesar setelah melalui berbagai macam latihan, mulai dari latihan ringan hingga latihan yang lebih berat. Jika kemauan Anda telah terbangun, maka Anda bukan hanya mampu untuk mengabaikan godaan yang ada namun Anda juga akan membentuk kedisiplinan dan kesabaran.

Willpower Workout

Dua macam willpower workout atau latihan kemauan ini akan membentuk dan memperkuat ‘otot-otot’ kemauan Anda sehingga Anda akan semakin siap melakukan apa yang ingin dan seharusnya Anda lakukan secara efisien.

1. Warming Up

Latihan pertama adalah dengan mulai melakukan hal-hal yang masuk akal atau Anda yakin dapat melakukannya. Hal ini memiliki fungsi yang sama seperti pemanasan dan peregangan sebelum Anda siap berlari atau berlatih di gym. Mulailah dengan mengambil buku harian atau tablet Anda. Tuliskan hal-hal yang harus Anda kerjakan setiap hari namun sering Anda tunda di dalam buku harian atau to do list di dalam tablet. Kemudian tuliskan dua hal yang akan mempermudah Anda melakukannya. Contoh sederhana, mencuci piring sebelum tidur. Tumpukan piring kotor yang mungkin akan Anda abaikan dan Anda memilih untuk bermalas-malasan memainkan video game setelah makan malam sambil berkata dalam hati, “Aku akan kerjakan itu esok pagi sebelum berangkat bekerja.” Nah, inilah saat yang tepat untuk ‘pemanasan!” Jika Anda memang ingin mencuci piring esok pagi, maka sebelum Anda tidur, lakukan hal yang akan mempermudah Anda melakukan tugas rumah tersebut esok hari. Misalnya dengan membuang sisa-sisa makanan yang masih terdapat pada piring kotor dan kemudian membilasnya. Anda akan lebih mudah dan lebih cepat mencuci piring.

2. Discipline Conditioning

Latihan pertama tadi bisa disebut dengan sebagai ‘ stretching’ dan latihan kedua ini sebagai ‘ pembentukan otot-otot’ kedisiplinan. Masih dengan skenario yang sama, yaitu piring kotor yang menumpuk di dapur Anda namun saat ini kondisi tumpukan piring yang belum dicuci telah berubah. Sisa makanan telah dibuang dan dibilas. Namun tentu saja otot-otot kemauan Anda belum kuat sehingga masih terdapat keengganan untuk mencuci tumpukan piring tersebut dengan alasan Anda akan merasa lelah di tempat kerja setelah melakukannya. Baiklah, Anda dapat membagi permasalahan besar tersebut menjadi beberapa bagian. Lakukan tugas mencuci piring dalam lebih dari

satu waktu. Selesaikan seluruh tugas mencuci piring dalam tiga tahap. Pertama, cucilah sepertiga bagian, sepertiga bagian berikutnya Anda lakukan esok hari, dan sisanya yaitu sepertiga bagian lagi lusa. Perlahan tambahkan beban. Ubahlah menjadi dua bagian waktu. Secara perlahan kedisiplinan Anda akan terbentuk.

Sama seperti melatih otot di gym, Anda memerlukan usaha dan juga waktu untuk dapat membentuk kemauan. Anda akan menemukan diri Anda menjadi semakin disiplin dan memiliki kemauan yang tak tergoyahkan sehingga Anda juga tidak akan membuang banyak waktu karena menunda pekerjaan. Lebih baik jika Anda mulai mempraktikkannya saat ini juga dimulai dengan hal-hal yang paling kecil dan mungkin Anda anggap remeh. Selamat memiliki kehidupan yang lebih baik.

3 Apps to Kick-start Your Productivity

Anda mungkin telah merencanakan sebuah resolusi baru untuk tahun 2015 dan hingga bulan Mei ini belum terlaksana. Anda belum terlambat. Setelah mempelajari bagaimana cara agar Anda dapat memiliki kemauan kuat sekaligus berdisiplin t inggi, Anda tentu saja memerlukan bantuan untuk mencatat daftar pekerjaan yang ingin Anda selesaikan. Buku catatan dapat membantu tapi kini adala h era digital yang modern. Gunakanlah aplikasi-aplikasi berikut ini.

Evernote

Evernote dapan diunduh ke dalam perangkat mobile dan jug a PC Anda yang memiliki platform Windows, IOS, dan juga Android. Memiliki interface yang mudah dan membantu Anda mengingat setmua agenda yang telah Anda simpan. Anda juga dapat mengunggah artikel yang dapat menjadi inspirasi bagi riset atau sekedar blog post Anda. Mencatat menjadi mudah dengan aplikasi ini. Tambahkan video atau audio sesuai dengan keinginan Anda. Dapatkan secara gratis atau berbayar US$5-10 jika Anda menggunakan Evernote Premium atau Business.

Sunrise

Aplikasi ini juga dapat digunakan pada berbagai macam platform dan mobile gadget juga pada komputer yang Anda miliki. Aplikasi kalender yang tidak baik dapat membuat Anda kurang produktif. Jika Anda berada dalam situasi seperti itu maka Sunrise dapat menjadi solusi. Aplikasi ini memiliki interface yang sangat mudah untuk navigasi serta berhubungan dengan semua layanan kalender utama. Setiap acara yang telah Anda RSVP dengan jelas terlihat pada bagian atas interface utama. Sunrise juga akan membantu Anda mendapatkan informasi lebih lanjut dari daftar contact Anda mengenai siapa saja yang akan bertemu dengan Anda dalam sebuah meeting. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis.

IFTTT

If This Then That, itulah kepanjangan dari IFTTT. Pertimbangkan pemrograman IFTTT yang dapat bekerja tanpa harus deprogram sebelumnya. Dengan IFTTT Anda dapat menciptakan suatu catatan yang dapat terhubung dengan layanan lainnya secara otomatis. Misalnya, ketika saya menerima email maka email tersebut secara otomatis akan berubah menjadi sebuah catatan pada akun Evernote. Ketika saya mengirim sebuah foto ke akun Instagram, IFTTT secara otomatis mengubahnya menjadi image yang ramah Twitter kemudian mengirimkannya pada akun Twitter. Jika cuaca berubah menjadi hujan, IFTTT mengirimkan pesan untuk memperingatkan saya sehingga saya dapat mengatur jadwal bepergian menuju ke meeting selanjutnya. Aplikasi gratis ini dapat dipasang pada perangkat mobile Android dan IOS, juga pada PC Anda.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.