JOURNAL

Apakah masa depan bebas kecelakaan akan segera datang?

Augustman (Indonesia) - - Contents - TEKS KOH ZHI LI FOTO MERCEDES-BENZ

Berkendara dengan kendaraan tanpa kemudi; Sebuah suit yang dirancang agar terlihat melebihi usia Anda

MENURUT BBC, setiap tahunnya lebih dari satu juta orang tewas dalam kecelakaan mobil di seluruh dunia. Jumlah korban meninggal mencapai 2.700 orang di jalan sehariharinya, sebuah statistik yang cukup mencengangkan. Sebagai perbandingan, jumlah korban tewas akibat gempa sejak pergantian abad ke-21, hanya melewati angka 195.000. Tidak seperti gempa bumi yang merupakan musibah alam, sebagain besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kesalahan manusia.

Kemacetan di jalan juga berdampak pada ekonomi. Amerika Serikat saja kehilangan USD 124 milliar setiap tahunnya akibat masalah lalu lintas. Tak hanya terjadi di Amerika, masalah ini juga terjadi di seluruh dunia, utamanya di negara-negara berkembang seperti China dan India.

Hal ini menjelaskan mengapa Googlesecara agresif mengucurkan uang untuk menggarap teknologi mobil tanpa pengemudi (driverless) dan merundingkan kebijakannya dengan pemerintah negara bagian, dalam level keberhasilan yang tergolong tinggi, agar mobil tanpa pengemudi dapat direstui berada di jalanan. Inovasi ini juga telah bekerja sama dengan beberapa produsen mobil seperti Lexus dan Audi untuk memperbaharui model yang ada dengan peralatan mereka. Pada Juni 2015, mobil-mobil ini telah berjalan lebih dari satu juta mil masing-masing, atau setara 75 tahun manusia mengemudi. Chris Urmson, Dirketur Proyek, rencananya akan merilis mobil ini secara komersial sekitar tahun 2017 dan 2020.

Apple, raksasa Sillicon Valleylainnya, juga dikabarkan akan menghabiskan banyak uangnya untuk pembelian peralatan dan teknologi ahli guna bereksperimen dengan mobil tanpa pengemudi versinya sendiri. Bisa dibayangkan, dalam beberapa tahun, kendaraan otomatis dari film Total Recall akan segera menjadi sesuatu yang nyata.

Namun apakah itu berarti kita bisa segera mengucapkan selamat tinggal pada kecelakaan lalu lintas untuk selamanya? Bisa jadi tidak. Dua hackerlicik, atas perintah dari tim editorial Wired, baru-baru ini berhasil meretas jaringan nirkabel dari Jeep Cherokee melalui sistem infotainment dan menguasai sistem rem, akselerasi, dan kemudi. Mereka bahkan memotong daya ke mesin, meninggalkan kendaraan dan penumpangnya dalam bahaya di tengah jalan raya.

Kedua pelaku mencoba untuk mendapatkan poin penting – tanpa henti mengejar konektivitas mobil dan alogaritma mobil tanpa pengemudi yang seharusnya tidak mengorbankan keselamatan. “Bergegas untuk menggelar hal besar berikutnya, para pembuat mobil telah meninggalkan mobil tanpa jaminan untuk hackerdan pelacak data,” ujar Richard Blumenthal, salah satu hacker. Untungnya tidak ada yang terluka dalam percobaan ini.

Alogaritma ini pun adalah buatan manusia, meninggalkan ruang untuk kesalahan manusia dan di tangan yang salah berpeluang memanipulasi kriminal. Akan lebih relevan bila alogaritma yang dikodekan dapat menutup setiap skenario kecelakaan. Hukum Murphy berlaku di sini.

Untuk saat ini teknologi tanpa pengemudi tak hanya sekadar memerlukan penyaringan, tapi juga revolusi yang lebih berarti, daripada kritikan yang prematur. Mereka yang pro jauh lebih besar daripada kontra. Kecelakaan fatal akan menjadi lebih minim. Kemacetan hanya akan menjadi kenangan di masa lalu. Segera, mobil otomatis ini akan pemandangan yang umum, bahkan Anda akan lupa sempat memperbincangkan soal ini. Selanjutnya, mobil terbang. Kita pasti sangat mengharapkannya.

Bergegas untuk menggelar hal besar berikutnya, para pembuat mobil telah meninggalkan mobil tanpa jaminan untuk hackerdan pelacak data.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.