BRAND STORY

Tahun 2015 ini menandakan satu dekade RM011 dan kerjasama erat Felipe Massa dengan brand Richard Mille.

Augustman (Indonesia) - - Contents - TEKS DARREN HO

Kolaborasi Felipe Massa dengan Richard Mille

ATLET BALAP ADALAH CELEBRITY SPORTS STAR DI DUNIA. Banyak petinju, pelari, pemain basket, dan pesepakbola melahirkan ketenaran mereka sendiri, namun memacu 220 kilometer perjam pada sebuah trackdengan mesin jutaan dolar menjadi daya tarik universal bagi pria, wanita, anak-anak, bahkan mungkin hewan peliharaan Anda. Dari segi tenaga dan kecepatannya, raungan mesin mobil balap yang dirancang khusus itu ibarat sebuah pesawat, dimana adrenalin benar-benar terpacu.

Oleh karenanya, tidak mengherankan Richard Mille menggandrungi mobil dan motor sport, terutama tidak hanya berbicara mengenai teknis mesin kendaraan tetapi juga keglamoran dan drama dibalik olahraga ini serta orang-orang yang menjalaninya. Richard yang merupakan pendiri brandjam tangan RM011 telah menghabiskan 15 tahun terakhir meyakinkan dunia bahwa dengan material yang lebih ringan sebuah mesin jam tangan akan menjadi lebih baik.“bahwa proses dalam membuat sesuatu itu sama pentingnya dengan apa yang dibuat (jam tangan),” kata Richard saat awal-awal dia merintis perusahaannya.

Ia memang benar, dan pada dekade terakhir ini banyak watchmakermemilih ide serupa dengannya, dengan cara menggunakan inovasi teknologi terbaru ke dalam produk mereka tanpa harus mengorbankan kualitas maupun harga. Inovasi seperti silicon, wafer, maupun mesin yang tidak membutuhkan campur tangan manusia untuk membuat produk lebih ringan dipilih oleh banyak label jam tangan saat ini, termasuk sejumlah top-end watchmaker. Mereka mengutip, mengenai mengganti sumberdaya manusia untuk memproduksi bagian-bagian escapement tradisional, keunggulan teknis dari material dan teknologi yang digunakan dalam membuatnya, sebagai alasan untuk tidak menurunkan harga.

Tak hanya itu, Richard terus menerus menekankan bahwa aspek daya tahan merupakan kunci penting dari sebuah jam mekanik. Dimana performa sebuah jam harus bisa melewati segala keadaan, dalam keadaan yang paling buruk sekalipun. Bahkan bila memungkinkan, kami membayangkan Richard akan dengan senang hati menguji prototipe jam tangannya di lahar gunung berapi, melemparkan produk itu ke dalam gunung berapi dan melihat apakah produk jamnya akan tetap berfungsi normal dan menjaga ketepatan waktu meski dihadapkan pada medan yang sulit.

Ini juga menjadi alasan mengapa dia selalu berfokus pada atlet dan bintang olahraga sebagai representasi produk jam tangannya. Mille bermitra dengan beberapa pentolan Formula One seperti Jean Todt yang merupakan kepala tim Ferrari dan Felipe Massa, salah satu juara dunia di balapan mobil paling prestis di dunia. Masing-masing tokoh ternama di dunia balap mobil ini mengenakan jam tangan Mille selama balapan. Tak sekadar sebagai aksesoris tapi jam tangan itu benarbenar diandalkan sebagai salah satu penunjang balapan yang berpacu dengan waktu.

Massa juga tak sebatas memakai jam tangan itu pada setiap balapan tapi juga sering memberi masukan pada desainer jam tangan itu mengenai kelemahan-kelemahan yang dirasakan selama ia mengenakannya. Peracik jam tangan itu pun mampu memperbaiki dinamika jam itu dari waktu ke waktu karena mendapat hasil uji yang nyata dari lapangan oleh Massa. Salah satu bentuk bukti improvisasi yang berhasil dilakukan berkat kerjasama kedua bela pihak adalah saat pembalap asal Spanyol ini mengalami kecelakaan dalam Grand Prixtahun 2009 di sirkuit Hungaria. Saat itu ia mengenakan RM011 yang khusus dirancang untuknya. Meski berada dalam kondisi sulit, terlibat benturan kecelakaan dan semacamnya yang mencederai Massa, namun jam tangan tersebut tetap berfungsi normal, stick to the time, tidak melewatkan ketepatan waktu barang sedetikpun.

Edisi pertama jam tangan Felipe Massa sendiri diperkenalkan pada tahun 2005 dan berupa arloji berjenis chronograph, yang paling ringan dari jenisnya di dunia. Keunggulan jam tangan ini nyaris tak terkalahkan sebelum munculnya seri Mille yang lain. Dengan keberadaan RM011,

Mille telah menciptakan sebuah jam yang berhubungan langsung dengan otomobil, serta dengan pengetahuan yang diterapkannya itu juga menawarkan metode pembuatan jam baru yang tidak pernah terlihat sebelumnya di industri arloji. Kolaborasi Massa dan RM011 menjadi semacam laboratorium hidup untuk menguji material yang akan digunakan pada jam tangan lainnya. Berikut adalah beberapa dari banyak bahan yang dijadikan eksperimen untuk meracik produk Mille.

TITANIUM

Titanium grade 5 adalah satu-satunya grade yang bisa dipoles menjadi sebuah mirror finish, yang juga tergolong masih langka dalam pembuatan jam tangan. Biasanya material yang lebih umum digunakan oleh watchmaker lain adalah titanium grade2. Hypoallergenic, lightweight, dan material titanium yang lebih keras hanya dapat dipoles menggunakan diamond tools, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya daripada bahan stainless steel tradisional. Tapi bahan ini juga jauh lebih tahan kerusakan dan tahan korosi.

CARBON NANOTUBES

Carbon Nanotubes adalah salah satu bahan paling tahan di dunia. Bahan ini juga yang pertama digunakan oleh Mille dalam produk mewahnya. dan membuat rekor sebagai lightest high complication watch ketika digunakan dalam edisi pertama dari RM027 Richard Mille. Bahan ini memiliki konduktivitas termal yang luar biasa, sifat penghantar listrik dan mekanik, dan memiliki penggunaan yang praktis dalam hampir setiap industri.

SILICON NITRIDA

Sebagai non-oxidekeramik, silikon nitrida memiliki titik leleh yang sangat tinggi, yang membuatnya mudah stabil saat mengeras, dan mudah diwarnai dengan teknik deposisi uap pada bahan putih. Bahan ini juga sangat ringan dan memiliki kualitas yang mirip dengan keramik sehingga menarik digunakan sebagai salah satu material pembuatan arloji.

NTPT CARBON

Teknologi North Thin Plyadalah tipe serat karbon tenun yang khusus digunakan dalam industri balap yachtyang memiliki kekuatan dan rasio kelenturan yang mengesankan. Menggunakan serat karbon dengan ketebalan dibawah 30 microns, metode rajut memotongnya di sudut 45 derajat dan mengikatnya dengan resin, kemudian ditekan untuk membentuk material. Hasilnya membentuk desain yang bergelombang dan bertekstur seperti butiran kayu, dan menawarkan material tahan korosi yang biasa digunakan saat melaut, ke dalam sebuah jam.

SAPPHIRE CRYSTAL

Kristal safir, material terkeras kedua setelah berlian biasanya digunakan pada jam sebagai material pelindung di atas dial, tapi Mille menggunakan material ini sebagai case-nya sendiri. Sangat sulit untuk membentuk dan memotong kristal safir, membutuhkan usaha yang sangat besar dan memproduksinya dalam jumlah yang banyak adalah proses yang melelahkan. Oleh karena itu dipilihlah kristal safir karena bahan tersebut lebih memungkinkan untuk dipotong dan dipoles.

Selama beberapa dekade terakhir, kolaborasi Massa dan RMO11 merupakan laboratorium hidup (bagi Richard Mille) untuk menguji material yang akan digunakan pada jam tangan lainnya

HALAMAN INI DAN SAMPING, DARI KIRI Felipe Massa bersama tim Williams F1; Massa mengenakan RM011-FM Special Edition; The 10th Anniversary Special Edition RM011 dengan material NTPT carbondan titanium

RM056 FELIPE MASSA

Menggunakan casedengan material sapphire crystal serta detail dengan warna biru, kuning dan merah, warna-warna khas tim William F1 Felipe Massa

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.