An English Fad

Bagi Louis Vuitton, seasonini menandai momen kunci dalam sejarahnya

Augustman (Indonesia) - - Character - TEKS DARREN HO + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI

SERATUS TIGAPULUH TAHUN LALU Louis Vuitton, pertamakali brandini mengembangkan diri keluar dari negara asalnya. Memberikan brandini sebuah relasi erat dengan perjalanan dengan membuka toko pertamanya di luar Prancis sebagai sebuah milestonebesar. Awalnya berlokasi di Oxford street kemudian melakukan relokasi di New Bond Street, tepat di seberang maison-nya berada saat ini. Perpindahannya adalah untuk memberikan Louis Vuitton suatu daya tarik bagi komunitas masyarakat makmur. London, pusat bisnis penting, banyak dikunjungi oleh traveler, dan trunk Louis Vuitton sangat tepat untuk diletakkan di sana.

Kim Jones mengambil langkah untuk merayakan English affairitu dalam koleksi autumn/winterlouis Vuitton. Desainer mensweardari brandtersebut berfokus pada dua aspek menswearyang sangat erat diasosiasikan dengan dirinya dan juga Inggris pada abad terakhir ini – streetweardan classic tailoring. Streetwearterkait dengan sejarah punk culture. Punksangat populer di negara asalnya, dengan attitudetersendiri terhadap fashion. Kebalikannya, terdapat gaya English gentleman. Savile Row yang telah ada sejak 212 tahun lalu memberikan banyak pengaruh pada menswear, mulai dari penemuan tuxedo modern oleh Henry Poole hingga New Bespoke Movement yang dipimpin oleh new breed tailor seperti Timothy Everest dan Richard James.

CHRISTOPHER NEMETH

Dalam menyoroti fashioninggris yang bipolar, Jones memberikan tribut bagi Christopher Nemeth. Desainer Inggris yang meninggal pada tahun 2011, yang pertama kali memahami dualitas itu dan menggabungkannya. Seperti Alexander Mcqueen, Nemeth memiliki talenta dalam memotong pola, menjahit, serta menggabungkan gambar dan ilustrasi ke dalam karyanya. Gaya dekonstruksi yang ia ciptakan dalam suitterkesan modern dan desainnya seringkali self-reflexive. Nemeth mulai menjual pakaian yang ia buat dari sisa kanvas serta kantong surat di Kensington Market. Ia ditemukan oleh fotografer Mark Lebon dan kemudian karya-karyanya muncul di majalah-

majalah yang membuatnya usahanya terkenal dan mendukung talentanya untuk lebih berkembang.

Nemeth pindah ke Tokyo pada tahun 1980an dimana ia berfokus pada bisnisnya sekaligus memperluas kehadirannya. Kota modern tersebut memiliki lingkungan yang sangat mendukung fashionuntuk maju dan Nemeth yang merangkul street cultureyang ia campur dengan pemahaman para ahli mengenai konstruksi telah menyejajarkannya dengan Yohji Yamamoto dan Rei Kawakubo.

Terlepas dari karya-karya hebatnya, Nemeth tidak pernah populer di luar Jepang, dimana ia menghabiskan mayoritas kehidupan di usia dewasanya. Kim Jones memutuskan untuk

memperkenalkannya saat ia berkesempatan memberikan kesadaran fashioninggris pada koleksi menswear Louis Vuitton musim ini.

“Saya pikir Christopher Nemeth adalah desainer terpenting di Inggris, sejajar dengan Vivienne Westwood,” ujar Jones. “Ia adalah Savile Row, ia adalah jalanan, ia adalah sebuah klub. Desainnya mendefinisikan London. Ia ditempa sebagai seorang seniman dan masuk ke dunia fashionsebagai seorang ilustrator. Saya melihat pengaruhnya dalam banyak koleksi, namun banyak yang tidak mengakui atau mengenalnya. Oleh karena itu, dalam memeringati tahun ke-5 kematiannya, saya ingin merayakan kehidupan dan karya Christopher Nemeth di Louis Vuitton.”

Seluruh penampilan di atas runway berputar di sekeliling Nemeth. Jones bahkan berkonsultasi dengan keluarganya untuk menampilkan detail di dalam showtersebut.

[Christopher Nemeth] ia adalah Savile Row, ia adalah jalanan, ia adalah sebuah klub. Desainnya mendefinisikan London... saya ingin merayakan kehidupan dan karyanya.

Soundtrack yang ditampilkan merupakan koleksi lagu-lagu favoritnya yang dikompilasi oleh Nellee Hooper. Perhiasan serta aksesoris dibuat oleh rekan Nemeth, Judy Blame. Dari arsip karya Nemeth, empat printikonik diambil dan digunakan dalam koleksi yang ditampilkan menggunakan bermacam-macam material. Ilustrasinya kebanyakan berupa detail dalam dunia fashion seperti jarum dan benang yang ditampilkan dalam berbagai cara mulai dari leather good hingga outerwear.

Jones memiliki banyak paparan baik dalam komponen fashion streetwear pada brandbrand seperti Iceberg dan Umbro, serta menswear formal pada Hugo Boss dan Alfred Dunhill. Sejak bergabung dengan Louis Vuitton, secara konsisten ia memadukan sportswear dengan detail tailoring, mengawinkan material inovatif dengan fashion pria klasik. Musim ini, perpaduan tersebut tampil lebih jelas melalui interpretasi karya-karya Nemeth. Outerwear casual seperti parka dan bomber dipadankan dengan celana tailored. Jones bermain dengan ukuran panjang pada leather jacketdengan cropped waist, outer coatpanjang, dan celana panjang yang digulung untuk menampilkan ujung tanpa keliman.

Footwearjuga diberi sentuhan kasual, derby klasik digabungkan dengan dasar sneaker. Paduan sportyini tampil dengan toptinggi dan rendah serta beberapa warna kulit.

Pilihan material bertujuan memberikan daya tarik luxe, menggunakan alpaca, cashmere, mohair, dan silkyang berpadu dengan wool, cotton, dan needle-punched denim. Sejalan dengan ilustrasi Nemeth, suitdengan pola klasik seperti glen plaidmenambahkan aksen Inggris pada koleksi tersebut.

Terdapat banyak penggunaan ilustrasi pada koleksi leather goodlouis Vuitton yang bervariasi, dari reporter baghingga keepall bag, juga phone case. Bermain dalam berbagai macam desain mengingatkan kita pada kolaborasi-kolaborasi lainnya yang pernah dilakukan perusahaan bersama Stephen Sprouse, Takahashi Murakami, dan Yayoi Kusama.

Yang lebih menakjubkan adalah relevansi karya Nemeth baik dalam hal gaya dan bentuk, yang tidak ketinggalan jaman meskipun diciptakan sekitar tiga dekade lampau. Jones berhasil menampilkan koleksi yang pasti akan tetap relevan beberapa tahun mendatang secara indah. Saya membayangkan generasi mendatang akan mengagumi koleksi yang elegan ini, sama seperti kita yang saat ini kagum pada upaya Jones mengenang Nemeth.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.