Quality Consumption

Sentuhan ‘sendu’ pada fashionadalah yang dihadirkan Fendi bagi pria kali ini

Augustman (Indonesia) - - Report - TEKS DARREN HO + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI

FENDI BERHASIL MENARIK PERHATIAN MEDIA TAHUN INI untuk beberapa alasan. Fendi baru saja pindah ke Palazzo della Civiltà Italiana, setelah bangunan tersebut direnovasi untuk mengembalikan struktur aslinya selama setahun. Gedung tersebut seharusnya pertama kali digunakan sebagai lokasi diadakannya world fairpada tahun 1942 namun perhelatan tersebut terpaksa dibatalkan karena perang dunia. Bangunan indah yang sangat menarik perhatian ini merupakan sebuah penanda tempat yang juga turut merayakan ulangtahun fashion houseitalia ini yang ke-90. Tahun ini juga menandai kiprah Karl Lagerfeld yang ke-50 tahun bersama label tersebut dan untuk menandainya, perusahaan menampilkan show “haute fourrure” di dalam haute couture season, menawarkan kreasi furyang mengesankan para insan fashion sekaligus menarik kritik tajam dari para aktivis hak-hak binatang atas penggunaan material fur tersebut. Secara bersamaan, tahun ini juga menandai tahun ke-15 sejak Fendi pertama kali memperkenalkan busana pria ke dalam koleksinya, dan tahun pertama dalam mempersembahkan show busana pria secara lengkap di atas runway. Apapun hasil yang diperoleh dari berbagai perbedaan ini, Fendi tidak terganggu. Kemunculan fur, dalam bagian besar, dapat dikaitkan dengan perusahaan Italia yang tidak pernah meninggalkan warisan budaya sebagai furriermewah. Dalam tahuntahun belakangan ini, busana pria juga lebih ramah dalam menggunakan material mewah. Di usianya yang ke-90, ketika kebanyakan grande damememilih untuk bermain aman, Fendi justru mengeksplorasi gairah muda serta keriuhan di dalam rumahnya. Rangkaian busana pria terasa lebih berenergi dan santai pada musim-musim belakangan ini. Selama bertahun-tahun, pria Fendi digambarkan sebagai sosok sopan, formal, hampir aristokrat. Gaya pakaian yang ia miliki seperti yang diproduksi oleh Patrick Bateman atau Harvey Specter. Kemudian perusahaan berhasil menemukan Bug, dan tiba-tiba kekuatan

Di usianya yang ke-90, ketika kebanyakangrande damememilih untuk bermain aman, Fendi justru mengeksplorasi gairah muda serta keriuhan di dalam rumahnya

potensial Bugmenular dan menyebar ke berbagai aspek di dalam fashion housefendi.

Dengan Bug, tentu saja kita langsung mengacu pada makhluk dengan gaya Tasmanian devil yang menggemaskan dan tampil menonjol sebagai gantungan tas, motif pada pakaian, serta desain tas. Tas tophandle yang merupakan style tas wanita yang populer telah diciptakan ulang ke dalam versi pria sebagai Peekaboo briefcase, tersedia dengan Bugatau tanpa Bug.

Yang lebih mengesankan dan menarik adalah penggunaan jahitan yang tidak biasa dan cerdas serta teknik lainnya pada koleksi ready-to-wearyang membuatnya stand out. Mulai dari patchwork leatheryang dijahit tangan hingga quilting, seolah Sylvia Fendi menggabungkan eksperimen yang dilakukan oleh Karl Lagerfeld dengan menggunakan material yang lebih lembut dan feminin untuk busana wanita dan kemudian berpikir: kenapa tidak untuk menggunakan teknik tersebut pada koleksi pria, dengan material yang lebih keras? Musim gugur/dingin secara lebih bervariasi terasa lebih serius daripada musim semi/panas, ketika celana pendek pantai dan katun ringan meraja. Layeryang diciptakan Fendi untuk musim ini, bagaimanapun, tidak terasa seperti beban di pundak. Terdapat sense of humourdengan aksesoris dan palet warna yang vibrantnamun dengan cara yang lebih tenang. Bentuk yang lebih ringan, dengan lebih banyak menampilkan siluet roundedyang memiliki mood rileks. Terdapat sentuhan vintagetahun 80-an dengan citarasa modern. Scarfberukuran sangat lebar yang dapat digunakan sebagai serape atau bahkan blanketdalam beberapa warna, serta gradasi Ivy Leagueyang muda dan lebih sporty. Anda dapat membayangkan bahwa pria Fendi muncul di sebuah country club dengan raket tenis di tangan. Long coat, yang dapat digunakan sebagai coatdan juga jacket dengan warna grey, inky black, serta tobacco brownjuga merupakan sentuhan indah yang pantas dikoleksi dan akan selalu tampil bagus bertahun-tahun.

Seperti pada musim sebelumnya, Fendi juga bereksperimen dengan konstruksi. Musim ini terdapat suedeyang berpadu dengan calfskin, yang secara visual tampak mengesankan dengan sentuhan sensual yang menggoda. Satu tindakan cerdas lainnya adalah sheepskin dan leatheryang tampak seperti corduroy, dipotong sangat tipis sehingga material tersebut terlihat seperti corduroy. Kualitas merupakan inti dari brandini. Tidak terdapat bentuk-bentuk radikal, tidak terdapat bentuk-bentuk Rick Owen yang unik. Inilah koleksi bagi pria yang mengerti gayanya dan nyaman dengan gaya tersebut.

Terdapatsense of humourdengan aksesoris dan palet warna yang vibrantnamun dengan cara yang lebih tenang

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.