CONSISTENCY AND PROGRESS

OUR PAST IS IN AWAY LIKE A CEMENTED FOUNDATION UPON WHICH WE BUILD THE FUTURE

Augustman (Indonesia) - - Ferdy Hasan -

Lahir empatpuluh dua tahun lalu, pria yang suara dan wajahnya tidak asing lagi di radio dan televisi khususnya di Indonesia ini tetap bertahan menjalani profesinya sebagai presenter. Ferdy Hasan juga mulai menggeluti dunia bisnis dengan mengambil sebuah peluang bisnis. “Saya sedang menjajaki sebuah peluang bisnis berupa barber shop. Barber shop dengan konsep yang berbeda dan eksklusif, British style, klasik, lengkap dengan shoe-shine, cigar lounge, dan tailor. Lokasinya berada di Jalan Senopati, Jakarta Selatan.”ferdy mengawali kariernya sebagai seorang penyiar radio swasta yang telah menjadi cita-citanya sejak ia masih berusia belia. Ia konsisten menjalaninya hingga kini. “Saya menyukai radio sejak kecil. Jaman dulu pilihan hiburan masih sangat terbatas. Tidak terdapat banyak sarana hiburan. Hanya ada radio, televisi pun masih single channel. Bisa melakukan siaran di radio itu rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya melakukannya seperti sebuah hobbydengan passion, sehingga saya merasa senang. Saya juga menyukai radio karena berhubungan dengan musik. Saya pernah menjadi music directordi Prambors dan Female.”

Ketika ditanya dari mana passiontersebut muncul, Ferdy menjelaskan, “Sejak kecil saya senang mendengar musik. Saya pernah ikut kakak untuk bersekolah di luar negeri. Di sana saya mengalami bahwa banyak terdapat program-program televisi yang bagus juga siaran-siaran radio yang menarik untuk didengarkan. Saya sebagai seorang teenagertentu saja merasa senang dengan semua hiburan tersebut.” Kemudian setelah ia menyelesaika studinya dan kembali ke Tanah Air, Ferdy terjun di dunia siaran radio. “Karena minat dan kecintaan saya pada dunia radio telah tumbuh, dan industri penyiaran radio dan televisi sedang berkembang dengan pesat, saya terjun ke dalamnya. Hingga saat ini, saya tetap berkarier aktif di radio. Saya juga pernah menjadi hostdi sebuah program televisi dan juga menjadi Mcuntuk berbagai event. Saya juga sedang menyiapkan sebuah bisnis yang masih dalam tahap on progress.”

Pergeseran perilaku dan juga perkembangan teknologi selalu membawa perubahan. Ferdy menanggapinya. “Kini orang jarang menonton televisi. It is not about the pipeline, it is about the content. Anak-anak hingga orang dewasa lebih suka menonton tayangan yang terdapat di Youtube atau program watch on demand lain. Menunggu seri berikutnya dalam sebuah cerita serial selama seminggu ke depan menjadi hal yang membosankan. Dengan adanya Netflix maka orang dapat dengan mudah menonton serial favorit, kapanpun mereka mau. Jika satu seasontelah usai, tinggal membeli seasonberikutnya. Mudah. Selain itu sejumlah perangkat elektronik juga mengalami perubahan. Misalnya kamera, kini tidak diperlukan kemampuan yang sangat hebat untuk menghasilkan foto bagus, cukup dengan kamera berteknologi tinggi. Kita juga tidak perlu membawa kamera kemana-mana, cukup dengna kamera yang tersemat pada perangkat telepon genggam saja. Terlihat jelas bahwa perubahan teknologi memiliki dampak positif sekaligus negatif.”

“Beberapa saat yang lalu, putri sulung saya telah berangkat ke luar negeri untuk bersekolah. Saya tidak khawatir karena masih dapat mudah berkomunikasi dengannya. Kini permasalahan dalam komunikasi bukan menjadi kendala yang berarti berkat perkembangan teknologi. Dulu ketika saya masih berkuliah di luar negeri dan berpacaran dengan Fina yang sekarang telah menjadi istri saya, hubungan jarak jauh menjadi permasalahan tersendiri. Sangat sulit untuk menjalin komunikasi. Jika saya melakukannya dengan surat-menyurat, diperlukan waktu yang sangat lama, seminggu hingga sepuluh hari untuk mengirim surat. Berkomunikasi menggunakan telepon menjadi pilihan satusatunya meskipun menghabiskan banyak biaya. Mau tidak mau saya harus melakukannya. Jika dirasa biaya sudah terlampau mahal maka terpaksa kami menahan diri dan bersabar,” cerita Ferdy yang memilih Motorola sebagai telepon genggam pertamanya.

“Ketika segala macam perangkat elektronik belum semodern seperti saat ini, belum terdapat smartphoneyang mampu membantu saya mengorganisir jadwal, saya melakukan cara konvensional. Dulu dan barangkali hingga saat ini, semua orang memiliki agenda. Bahkan lini produk luxuryjuga mengeluarkan produk berupa agenda yang dapat melengkapi penampilan sekaligus berguna dalam mengorganisir jadwal. Segala macam hal yang penting saya catat. Conventional is always goodmenurut saya. Karena begitu kita menuliskan sesuatu, otak kita juga akan menyimpan data di dalam ingatan, berbeda dengan teknologi yang bisa rusak sewaktuwaktu. Tapi teknologi selalu akurat. Akan lebih baik jika kita memiliki kedua barang tersebut sehingga agenda dapat menjadi back upjika sewaktu-waktu terjadi kerusakan pada gadget.”

“Akses yang begitu mudah terhadap informasi-informasi baru, berkat adanya kemajuan teknologi, seringkali menjadi tidak terbendung. Hal tersebut sangat bagus. Namun jika tidak berhati-hati, informasi-informasi tersebut bisa disalahgunakan atau digunakan untuk hal negatif. Sebagai seorang ayah, saya harus lebih kuat membangun pondasi pada diri anak-anak saya. Jadi pengaruh buruk atau tidaknya informasi, jika kita sebagai orangtua telah meletakkan rambu-rambu tertentu, maka anak-anak kita tidak akan tersesat di dalamnya. Jadikan akses informasi yang sangat mudah tersebut sebagai sarana bagi mereka untuk memperkaya ilmu. Belum lagi mengenai attitude. Ada kalanya kita akan menjadi seorang yang sangat sibuk sendirian, berfokus pada layar smartphonekita saja. Jangan sampai quality timebersama orangorang terkasih hilang, atau momen-momen menikmati santap malam rusak hanya karena kita sibuk memotret dan mem-postingfoto-foto makanan yang kita santap, atau perbincangan akrab terganggu karena kita lebih sering menatap layar smartphone daripada mata lawan bicara. Sebagai orang dewasa seharusnya kita semua mengerti batasanbatasan kesopanan.”

DALAM MENGIKUTI PERKEMBANGAN JAMAN, BELAJAR ITU PASTI. JIKA KITA BERHENTI BELAJAR MAKA SAYA JUGA AKAN BERHENTI BERKEMBANG. NAMUN TIDAK PERLU SEMUA PERKEMBANGAN DIPELAJARI

“Dalam mengikuti perkembangan jaman, belajar itu pasti. Jika kita berhenti belajar maka saya juga akan berhenti berkembang. Namun tidak perlu semua perkembangan dipelajari. Jika merasa perlu dan dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan, maka hal tersebut perlu dipelajari.” Demikian tanggapan Ferdy mengenai berbagai hal baru yang berkaitan dengan teknologi baru yang banyak bermunculan. “Updatedan mengikuti tren ada pentingnya. Bukan hanya semata-mata mengikuti tren tanpa menyadari kepentingannya. Misalnya, di jaman yang serba emailseperti saat ini, bertahan untuk tidak menggunakan emaildan tetap memilih menggunakan surat tertulis yang dikirimkan melalui pos justru akan membuat kita dan orang lain kesulitan. Dan perubahan terjadi pada berbagai lini. Dulu orang merasa perlu untuk bertemu dengan tellerbank saat melakukan penarikan uang. Sosialisasi penggunaan mesin ATM juga sangat sulit dilakukan pada awalnya. Namun saat ini, orang tidak akan membuka tabungan jika tabungan tersebut tidak menyediakan fasilitas kartu ATM dan mesin ATM yang mudah dicari. Bahkan teknologi ATM tersebut kini juga telah bergeser menjadi teknologi e-banking.”

“Saya sendiri tidak dapat lepas dari gadget. Smartphone is like an office for me. Jangankan kehilangan smartphone, ketika smartphone rusak, saya akan merasa kesulitan. Saya juga menggunakan teknologi yang telah berkembang terutama dalam hal sosial media sebagai sarana melakukan brandinguntuk diri sendiri. Sosial media merupakan bagian dari komunikasi. Di dalamnya saya dapat menyampaikan pendapat atau pikiran saya sekaligus foto-foto atau berbagai posting-an lainnya yang ingin saya sampaikan kepada para follower. Di masa lampau, orang menjadi seorang public figure, misalnya sebagai selebritis atau politikus, setelah meniti karier dari bawah. Ia harus menciptakan strategi marketingdan juga awareness, mau dibawa kemana brandkita. Dengan bantuan sosial media, semua itu menjadi lebih mudah. Namun demikian, waktu juga akan menempa setiap pribadi. Setelah melalui jam terbang yang tinggi, seseorang akan mengalami banyak kegagalan dan kesuksesan, apakah ia akan bertahan? Saat ini saya sendiri yang memegang kendali akun-akun sosial media yang saya miliki namun saya sedang menyusun sebuah blueprintagar kemudian akun sosial media saya dapat di-manageoleh orang lain.” Perbincangan sore hari itu pun kami akhiri dan Ferdy Hasan mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan brand baru bagi dirinya. “Apakah itu? Saya tidak ingin mengungkapkannya saat ini. Tidak berhubungan dengan dunia broadcast, lebih ke arah bisnis,” ujarnya sambil tersenyum.

DI BALI, ANDA JUGA TIDAK PERLU MENGKHAWATIRKAN SOCIAL AWARE. DI SINI, SAYA MERASA DIPANDANG DAN DINILAI SEBAGAI AKTOR,NOT A HUMAN

TEKS MAXIMILIAN SAMUEL PUJI CREATIVE DIRECTOR MIRANDA TOBING FOTOGRAFER HARIONO HALIM FASHION STYLIST WINGKY GROOMING ADIBUANA VIDEO EDITING IG RADITYA BRAMANTYA Behind the scene of the photoshoot: https://youtu.be/xcpi7osb-rg

Kemeja dan celana, Louis Vuitton

Hoodie jacket, Louis Vuitton

Jacketdan celana, Sepatu, Tods Louis Vuitton

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.