HARIONO HALIM

Augustman (Indonesia) - - Feature Men -

Sejak tahun 2008, Hariono Halim memasuki dunia fotografi profesional. Pada awalnya Hariono bergabung bersama Glenn Prasetya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berkarier sendiri, tepatnya menjelang tahun 2010. Sebagai fotografer, sudah pasti kariernya tergantung pada kamera. Namun ia juga berbagi hal-hal lain yang berkaitan dengan teknologi, yang juga mendukung pekerjaannya selain sebuah kamera.

Apa saja itemyang Anda butuhkan dalam menjalankan karier sebagai seorang fotografer?

Dalam kehidupan saya sehari-hari, aktivitas yang saya lakukan tentu saja memotret, untuk itu saya membutuhkan sebuah kamera. Selain itu saya juga mencari inspirasi, yang saya dapatkan dari lingkungan sekitar dan juga internet. Saya juga melakukan editing, menyusun portofolio, dan juga menanggapi berbagai email yang berhubungan dengan pekerjaan. Untuk hal-hal terakhir tersebut, saya membutuhkan komputer. Satu lagi gadgetyang saya gunakan, yaitu smartphone, yang membantu saya mem-postingfoto dan berbagai posting-an lainnya di sosial media.

Mengenai sosial media, bergunakah untuk Anda secara profesional?

Ya. Saya menggunakan sosial media sebagai sarana promosi dan branding. Dulu hanya terdapat Facebook, namun saat ini Instagram menjadi sosial media utama yang membantu saya dalam promosi dan posting. Tentu saja posting-an di Instagram kini juga telah terkoneksi dengan Facebook, Path, Twitter dan lainnya. Banyak orang mengenal saya melalui media sosial. Saya juga mendapatkan banyak pekerjaan melaluinya.

Bagaimana dampak inovasi teknologi pada profesi Anda sebagai fotografer?

Kemajuan teknologi memiliki dampak positif sekaligus negatif. Teknologi yang semakin canggih, khususnya dalam dunia fotografi, telah menciptakan kamera yang mudah digunakan namun memberikan hasil yang sangat baik sehingga orang dengan keterampilan tahap pemula pun mampu menciptakan foto-foto bagus. Dampak negatifnya adalah ketika tarif yang ditetapkan oleh para fotografer baru yang hanya mengandalkan teknologi tersebut terlalu rendah sehingga merusah tarif fotografer profesional yang telah berpengalaman.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.