The Beast of Dufftown

Augustman (Indonesia) - - Woman Of Spirit - PENULIS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO DOK. IRIS WORLDWIDE

Diageoakhirnya meluncurkan Mortlach di Indonesia pada tanggal 22 September lalu. Whiskyspeyside yang selama ini dianggap sebagai hidden gem dari portfolio whisky Diageo, dan merupakan whiskyyang selama puluhan tahun merupakan blending bagi beberapa brand whisky ternama, kini dengan bangga dibotolkan dengan brand-nya sendiri. Memiliki citarasa yang powerfuldan unik, yang hanya dirilis dalam jumlah yang terbatas.

Pada saat peluncuran Mortlach di Jakarta, Miss Mortlach – Georgie Bell, Global Brand Ambassador untuk Mortlach Distillery berbincang-bincang dengan saya mengenai whisky, secara spesifik Mortlach.

Apakah yang membuat Mortlach begitu istimewa?

Mortlach merupakan distillerypertama di Dufftown. Berlokasi tepat di jantung Speyside yang merupakan episentrum bagi produksi Scotch whisky. Dibangun pada tahun 1823, Mortlach merupakan satu-satunya distillerydi Dufftown selama 60 tahun hingga kemudian muncul Glenfiddich. Berbeda dengan tipikal whiskyspeyside yang fruity, medium bodied, easy going, Mortlach memiliki citarasa yang unik dan kompleks. Biasanya whiskymelalui proses distilasi sebanyak 2 kali, Mortlach melalui 2,81 proses distilasi. Dari proses tersebut, karakter Mortlach yang thick, muscular, dan sedikit savorydidapatkan, meskipun bahan-bahan utama yang digunakan untuk membuatnya sama seperti whisky-whisky lain yaitu malt, barley, yeast, dan air.

Kapan pertama kali Anda meminum whisky?

Well, saya pertama kali mengapresiasi whisky pada umur 21 tahun. Pada saat itu saya adalah seorang cocktail bartender di Edinburgh dan saya mulai menikmati whisky. Saya tidak dapat mengingat whiskyapa yang saya nikmati untuk pertama kali, namun saya ingat saya sangat menyukai Rob Roy (cocktailberbahan dasar whisky) sebelum saya belajar untuk menikmatinya secara straight.

Harga Mortlach di dalam market cukup tinggi. Apakah menurut Anda hal tersebut akan memengaruhi penjualan?

Tidak, Mortlach telah menjadi sebuah rahasia sebelumnya selama 190 tahun. Sejak lama Mortlach sangat dicari oleh para epicurean dan tidak pernah benar-benar available sebelumnya sebagai single malt. Setelah banyak digunakan sebagai blenderbagi brand-brand whiskylainnya, kini saatnya Mortlach berada di bawah spotlight. Karena jumlahnya yang terbatas dan merupakan luxury single malt, Mortlach memiliki value lebih.

Bagaimana cara Anda menikmati whisky?

Tergantung pada whiskyapa dan moodyang sedang saya rasakan. Untuk Mortlach, saya menyukai Rare Oak dengan es batu besar. Saya menyukai citarasa caramel, vanilla, serta toffee-nya, Rare Oak juga sangat baik jika dinikmati sebagai bahan cocktailklasik. Saya juga gemar menikmati Mortlach18 bersama sepotong dark chocolate seusai santap malam. Saya sering menikmatinya bersama ayah saya yang juga merupakan penggemar Scotch whisky. Mortlach 25 untuk special occasion.

Bagaimana Anda mendeskripsikan consumer Mortlach?

Consumermortlach adalah pencinta whisky. Aficionadodan connoisseur. Mereka yang menghargai hal-hal yang tastydan delicious.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.