Christian Sugiono

PERSONAL BEAUTITUDE

Augustman (Indonesia) - - Front Page - TEKS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI CREATIVE DIRECTOR MIRANDA TOBING FOTOGRAFER AGUS SANTOSO YANG / NPM PHOTOGRAPHY STYLIST WINGKY ALL OUTFITS HUGO BOSS LOKASI JAKARTA COFFEE HOUSE, JL. CIPETE RAYA NO. 2, JAKARTA SELATAN 12410 TEL +62 21 759 00570

“SEPANJANG KEHIDUPAN yang telah saya jalani hingga saat ini, banyak hal telah terjadi. Hal baik dan buruk namun saya selalu berterimakasih atas semua itu. Bagian yang paling saya syukuri adalah saat ini saya telah menjadi seorang ayah. Saya memiliki seorang anak laki-laki yang sangat saya idam-idamkan. Sangat sibuk tapi saya senang. Saya saat ini juga telah menikmati segala kerja keras yang telah saya lalukan. Saya menikmati keinginan-keinginan saya. Segala doa- doa yang saya ucapkan kepada universe telah terkabul,” kata Christian dengan penuh semangat. Saat ini Christian menghabiskan banyak waktu bekerja dalam sebuah online media, selebihnya ia melakukan beberapa shooting untuk iklan, roadshow, promosi pariwisata, dan juga beberapa job lainnya. “Setiap hari saya ke kantor namun meantime, meanwhile, saya harus pergi ke luar kota atau ke luar negeri.”

“Saya adalah seorang introver. Saya akan merasa awkward jika berada di suatu tempat yang berisi banyak orang seperti di club atau restoran sendirian. Jadi, saya selalu mengajak orang- orang terdekat dalam sebuah perayaan, ketika saya ingin berbagi kegembiraan.,” ujar Christian Sugiono saat saya berbincang-bincang dengannya sambil menikmati secangkir kopi di sebuah coffee shop di Cipete Raya. Agak sulit mengerti bahwa Christian adalah seorang introver karena ia sangat ramah dan terbuka menanggapi setiap pertanyaan yang saya berikan. “Saya bersyukur atas banyak hal,” ia menambahkan. “Kecuali perayaan kantor, saya biasanya hanya mengajak teman-teman dekat untuk berkumpul. Kami berkumpul, sharing stories, atau mengenang masa lalu. Merayakan kehidupan. Selain itu karena saya sudah berkeluarga, saya juga lebih sering berkumpul bersama Titi, istri saya, dan anak saya yang telah berusia dua tahun. Saya juga berkumpul bersama keluarga besar dalam perayaan-perayaan hari raya. Kami berkumpul dan makan bersama.”

“Saat merasakan kegembiraan, saat itulah saya ingin berbagi. Jika saya merasa gembira dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya, rasanya kegembiraan tersebut tidak ada valuenya. Kegembiraan itu menjadi percuma. “Bagi Christian, dengan banyak bersyukur maka ia menjadi seorang pribadi yang lebih positif. “Barangkali banyak orang yang lebih berfokus

pada kesulitan yang sedang mereka alami. Dengan berusaha selalu melihat sisi positif dari hari-hari yang yang dijalani, maka akan semakin mudah bagi kita untuk mengucap syukur.” Saya sendiri pernah membaca sebuah tulisan yang merupakan hasil penelitian dari para ahli yang berhasil menemukan beberapa manfaat dari gratitude, baik bagi mental maupun bagi tubuh. “Bagi saya hal-hal terbaik yang sangat saya syukuri adalah setiap hari saya bisa makan enak, setiap malam saya bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak, dan lebih dari itu, saya saat ini memiliki keluarga. Berbeda dangan ketika saya masih single, saya merasa harus memiliki ini dan itu, harus mengunjungi negara ini dan itu, semua itu seolah tidak ada habisnya. Kini, hanya dengan memiliki waktu untuk dapat berkumpul dengan keluarga, itu merupakan kebahagiaan yang paling besar.”

“Kita semua adalah manusia yang sama, tinggal di dunia yang sama, di dalam universe yang sama. Memang, kehidupan itu tidak selalu mudah. Bahkan bagi beberapa orang, kehidupan seolah terasa sebagai musuh terbesar. Saya tidak berhak menilai bahwa ada orang lain yang tidak pernah bersyukur. Barangkali kehidupan mereka memang sangat- sangat berat. Kadang beberapa orang juga mendapatkan keberuntungan, mendapatkan sesuatu yang lebih. Ada saatnya saya juga mendapatkan lebih, merasa bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa didapatkan orang lain, misalnya berupa materi, pengetahuan, atau pengalaman. Di sini saya merasa bahwa tugas saya di dunia ini adalah untuk berbagi dengan mereka yang less fortunate daripada saya. Ketika saya menerima banyak, saya juga harus memberi banyak. Sangat menyenangkan memiliki kesempatan dan kemampuan untuk berbagi dengan orang lain. Kadang saya berbagi mengenai pengalaman yang saya miliki dalam dunia entrepreneur, berbagi pikiran mengenai kehidupan, segala macam hal.”

“Namun seperti manusia lain, saya juga kadang merasa down. Kebosanan yang muncul di pekerjaan, di kantor. Hal yang mungkin dialami banyak orang. Atau ketika apa yang saya harapkan tidak sesuai dengan apa yang saya dapatkan. Namun satu hal yang pernah membuat saya benar-benar merasa down adalah ketika timbul sebuah pertanyaan – sebenarnya apakah tujuan hidup saya?

Saya pernah merasa melakukan pekerjaan yang itu-itu saja, berulang setiap harinya. Lalu apakah sesungguhnya yang saya cari? Uang? Saya pernah merasa bahwa hidup saya sangat

membosankan, hanya seperti itu saja. Dan karena saya adalah orang yang individual, yang saya lakukan adalah pergi. Saya akan mengunjungi tempat-tempat sunyi seperti gunung atau laut. Di sana saya menyendiri untuk berkontemplasi, refleksi mengenai segala hal yang telah saya lakukan. Biasanya dari situ, somehow, api di dalam diri saya kembali menyala dan saya kembali siap menjalani hidup. Ketika saya merasa ragu apakah yang saya lakukan benar atau salah, saya perlu escape. Dengan demikian saya mampu melihat dari berbagai sisi dan kemudian saya akan menyadari benar atau salahnya. Jika jawabannya benar, maka akan saya pertahankan dan saya lanjutkan. Namun jika ternyata salah, maka saya harus segera menghentikannya dan juga memperbaikinya.”

Waktu hampir menjelang siang dan Christian harus bergegas menuju ke appointment berikutnya. Ia mengakhiri percakapan ini dengan bercerita bahwa ia juga ingin dekat dengan ayahnya saat ini. “Barangkali ini juga merupakan bentuk terimakasih saya kepada ayah saya. Saya tidak ingin kehilangan momen untuk dekat bersama ayah saya. Kebetulan beliau tinggal tidak jauh dari tempat tinggal saya jadi mudah bagi saya untuk mengunjunginya kapanpun saya mau. Dulu saya sempat berada jauh dari ayah saya untuk belajar di Jerman. Begitu lulus SMA saya langsung berada di Jerman selama tujuh tahun. Banyak teman-teman saya yang bercerita bahwa ayah mereka sudah mulai sering jatuh sakit karena menua. Saya senang ayah saya masih sehat dan kesempatan ini saya gunakan untuk membuatnya bahagia. Berjalan-jalan ke luar negeri bersama keluarga, berkumpul bersama, menjadi hal yang sangat menyenangkan.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.