GURU

Mengeksplorasi Indonesia bersama Graham Villiers-tuthill

Augustman (Indonesia) - - Contents - TEKS ALDO FENALOSA FOTO IRINA PRATIWI

BELUM GENAP 2 TAHUN Graham VilliersTuthill bekerja di Indonesia sebagai Direktur Marketing Diageo yang menangani berbagai merek beer & wine populer seperti Guinness, Smirnoff, hingga Johnnie Walker. Meski begitu pria asal Irlandia ini mengaku mulai betah dan ingin menyelami Indonesia lebih jauh, mulai dari ujung Sumatra hingga Papua, baik untuk bekerja maupun potensi budayanya.

Mengapa Anda tertarik dengan bidang marketing?

Ada dua hal seru yang membuat saya berkarir di bidang marketing. Pertama yaitu saat-saat saya berkempatan bekerja dengan berbagai merek yang sangat bersejarah. Di Diageo misalnya ada Guinness yang sudah 256 tahun dalam dunia bisnis. Sebuah kebanggaan bila dapat bekerja dengan produk yang sudah berpengaruh di dunia. Yang kedua saya sangat memperhatikan kepuasan pelanggan produk yang saya pasarkan. Membuat mereka termotivasi dan memiliki semangat positif saat menggunakan produk tersebut adalah sesuatu yang menyenangkan.

Apa istimewanya pasar beer dan wine di Indonesia di mata Anda?

Hal yang paling menarik di Indonesia adalah tentang diversity, baik dari wilayah hingga ke sosial budayanya. Sangat menjanjikan karena dengan negara yang sebesar Indonesia saya bisa mengeksplorasi sesuatu yang tidak bisa dilakukan di tempat sebelumnya yang jauh lebih kecil. Menurut saya masa depan orangorang Indonesia begitu cerah karena mereka adalah orang-orang yang optimis, kreatif dan memiliki jiwa entrepreneur yang kuat. Banyak event dari orang-orang positif ini yang bisa bersinergi dengan kami.

Apa yang Anda bayangkan ketika akan bekerja pertama kalinya di Indonesia?

Saya membayangkan akan sangat sulit untuk memulai di sini karena orang-orang beranggapan bahwa negara ini sangat kompleks, geografinya yang begitu luas, orang-orang dan budaya yang divergent. Tapi ternyata tidak seperti itu, less obstacle than people imagined. Mereka memiliki jiwa dan energi positif yang membuat saya senang bekerja di sini.

Seperti apa pertemuan pertama Anda dengan industri brewery?

Sewaktu kuliah saya bekerja sambilan di sebuah bar dekat tempat tinggal saya di Dublin. Di sana saya belajar dan mengetahui

mengapa orang memilih sebuah produk dan mengapa mereka senang dengan itu. Juga, bagi kami orang Irlandia, brewery khususnya Guinness adalah sebuah brand yang begitu digdaya, seperti sebuah ikon, tidak ada yang tidak mengenal Guinness. Oleh karena itu sebuah kesempatan berharga bila bisa bekerja menjadi bagian darinya. Selepas lulus studi akhirnya saya berhasil involved dengan perusahaan yang sangat popular di Irlandia ini.

Tahun ini Guinness membuat branding yang kental dengan batik, apakah tujuan awalnya sudah tercapai saat ini?

Makna batik begitu dalam, perlambangan yang tepat dari Indonesia. Inovasi menggunakan batik pada produk Guinness sejatinya agar kami selalu dekat dengan Indonesia, bagaimana kami memoderninasi brand dan mendekatkan diri dengan konsumen. Inovasi ini tampaknya berhasil menginspirasi dan meningkatkan kepuasan para konsumen. It’s great to work with it, the feedback is positive.

Bagaimana pandangan Anda tentang produk lokal yang bisa menjadi pesaing dalam industri ini?

Perusahaan lokal dalam industri brewery di Indonesia sangat kompetitif dan memiliki produk yang bagus. Ini membuat saya tertantang untuk bekerja lebih keras untuk membuktikan pada konsumen mana produk yang lebih bagus. Iklim kompetisi di sini begitu positif.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.