Annihilating Our Past

Augustman (Indonesia) - - Prelude -

TERORIS DAN DIKTATOR sering menggunakan frase “meruntuhkan” untuk menyindir para liberator pada suatu institusi. Islamic State (IS), termasuk ke dalam kategori “false gods”, mereka telah menghancurkan banyak monumen bersejarah di Irak dan Suriah. Terakhir adalah Palmyra, dimana kelompok ini mengecam Kuil Baalshamin, situs warisan dunia, dan Kuil Bel. Memberantas budaya dan sejarah dan mewariskan teknik seorang diktator, sangat memungkinkan untuk membentuk masa lalu seperti yang mereka inginkan. Satusatunya yang bisa dipercaya adalah dengan adanya bantuan dari seorang arkeolog yang menggunakan teknologi untuk melestarikan situs sejarah lain sebelum dihancurkan oleh IS. Perang ini tidak hanya akan menghancurkan masa depan saja tetapi juga masa lalu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.