Bob the Smartphone Builder

Bangun sendiri perangkat elektronik Anda dan kurangi e-waste

Augustman (Indonesia) - - Journal - TEKS FARHAN SHAH + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO DAVE HAKKENS

SELAMA GOOGLE CONFERENCE bulan Mei lalu, insinyur bernama Rafa Camargo membangun perangkat smartphone dengan software Android teranyar hanya dalam 30 detik di hadapan para audience. Hal tersebut merupakan sebuah lompatan jauh ke depan bagi Project Ara, nama yang diberikan oleh Google’s Advanced Technology and Projects Group (ATAP) dalam upayanya menciptakan hardware modular berbasis ekosistem berdasarkan satu ide – Anda menentukan apa yang dibutuhkan dari perangkat telepon Anda. ATAP, departemen desain konseptual di Google, telah mengeksplorasi ide-ide dari perangkat virtual reality hingga smart fabric serta baru-baru ini, kontrol gerak berbasis radar.

Project Ara seperti Lego ala smartphone. Anda dapat melepas atau memasang modul dengan fungsi-fungsi berlainan, tergantung fungsi apa yang Anda inginkan. Barangkali Anda akan menghadiri pesta dan membutuhkan volume boost. Pasang speaker tambahan. Ingin tambahan baterai? Terdapat pilihan untuk menambahkannya. Kemungkinan yang ada tidak terbatas.

Dunia modular akan menghasilkan limbah elektronik yang lebih sedikit yang saat ini telah menumpuk. Menurut riset oleh Marketsandmarkets, “global e-waste akan mencapai 93.5 juta ton pada tahun 2016,” dua kali lipat dibandingkan jumlah tahun lalu.

Hukum Moore masih berlaku dan terobosan yang terus diperbarui selalu ditawarkan, orang-orang terus membeli dan membuang peralatan elektronik selama ini, tertarik dengan barang-barang yang memiliki nilai lebih dalam segalanya. Sayangnya mendaur-ulang barang-barang elektronik tidaklah efisien. Sampah-sampah tersebut biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir dan sejalan dengan waktu, elemen-elemen yang terdapat di dalamnya – merkuri, kadmium, timah, dan lainnya – akan meracuni tanah. Terlebih, bahan-bahan langka yang diambil dari bumi dalam proses pembuatan barang-barang elektronik juga akan lenyap. Permasalahan ini akan semakin parah di masa depan ketika negara-negara berkembang turut serta dalam kompetisi teknologi.

Project Ara dimanifestasikan sebagai sebuah ide di dalam Google bersamaan dengan diciptakannya konsep smartphone modular oleh desainer Belanda, Dave Hakkens. Phonebloks yang didesain oleh Hakkens telah menarik perhatian dari berbagai perusahaan teknologi besar termasuk Motorola yang kini dimiliki oleh Google. “Saya sadar bahwa saya tidak akan mampu menciptakan telepon ini sendirian maka dari itu saya mempublikasikannya secara online agar seseorang membuatnya atau mengembangkannya,” kata Hakkens. Ia kini bekerja bersama tim Project Ara, yang akan meluncurkan produk komersial tahun depan.

Rencananya smartphone Project Ara akan diluncurkan di suatu negara yang belum ditentukan pada tahun 2016. Harga untuk basicdevice Ara entry-level berkisar antara SGD $50-100.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.