Take Control

Jadikan hidup Anda mudah

Augustman (Indonesia) - - Motoring - TEKS TERENCE RUIS

I LOVE FLYING. Saya suka adrenalin yang saya dapatkan saat lepas landas, sensasi heart-stopping saat melihat pemandangan dari udara, dan bahkan saya suka aroma familiar dari pesawat terbang yang tampaknya tidak disukai banyak orang. Namun, saya pun mengakui tidak semua penerbangan saya menyenangkan. Seperti balita yang menangis sepanjang penerbangan, awak kabin yang acuh tak acuh, dan seatmate yang gemar mengobrol adalah bentuk kesialan yang biasa terjadi. Oleh karena itu ide jet pribadi sangat menarik bagi saya, terlebih ketika saya mengetahui bahwa Metal Master, sebuah perusahaan engineering asal Polandia, berencana meluncurkan sejumlah pesawat jet kecil nan lincah, saya pun senang bukan main. Kini, the five-seater FLARIS LAR 1, yang dijuluki “baby of the family” sudah dapat dipesan secara pre-order.

Pesawat bermesin tunggal ini sangat ringan, juga memiliki ketahanan yang sangat memuaskan sebab bermaterikan serat karbon pada setiap strukturnya. Bahan ini mirip dengan material pada Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner yang baru saja diluncurkan. Badan FLARIS LAR 1 dirancang untuk dapat meminimalisir gaya hambatan udara, yang juga akan membuat penggunaan bahan bakar lebih maksimal sehingga dapat menghemat biaya operasional yang besar. Master Metal memperkirakan bahwa dengan lima orang penumpang di dalamnya, biaya bahan bakar yang dibebankan bisa ditekan sangat rendah hingga enam sen per penumpang setiap kilometernya. Yang lebih membuat decak kagum, pesawat ini juga mudah untuk diparkir karena ukurannya yang ringkas (hanya memiliki panjang 8,3 meter dan tinggi 2,4 meter), ditambah dengan sayap-sayap yang mudah dilepas, bahkan untuk melepasnya tidak perlu waktu lebih dari lima menit. Anda tidak perlu sampai menyediakan hanggar di rumah untuk FLARIS LAR 1. Sebuah garasi ukuran large cukup untuk tempat penyimpanannya. Dan bila Anda tiba-tiba rindu berpetualang ke langit, Anda hanya perlu mengangkutnya ke atas trailer untuk take off di landasan pacu terdekat, tidak perlu jauh-jauh ke bandara. Pesawat ini hanya memerlukan jalan datar sepanjang 250 meter untuk lepas landas. Anda tidak perlu direpotkan oleh kewajiban check-in di bandara utama, segala macam prosedur yang berbelitbelit, bahkan juga teriakan balita yang cukup mengusik.

FLARIS LAR 1 dirancang untuk diterbangkan oleh pilot tunggal karena dilengkapi dengan sistem navigasi dan perangkat radio Garmin G600 yang akan bertindak sebagai co-pilot Anda ketika Anda berlayar di langit. Anda juga hanya butuh lisensi pilot swasta untuk dapat mengoperasikan pesawat ini. Bila uang dan waktu bukan masalah bagi Anda, dalam waktu delapan minggu sertifikasi itu akan ada dalam genggaman Anda.

TERDAPAT BANYAK UPDATE atau barang baru, bahkan kadang juga ada kategori produk baru, setiap minggu. Hampir mustahil untuk terus-terusan mengikuti perkembangannya. Di dunia yang mana konsumen dibuat terus mengharapkan teknologi terkini setiap tahun, juga memberi tekanan pada setiap divisi Resource & Development (R&D) perusahaan teknologi yang ada di seluruh dunia.

Saat ini hampir semuanya tampak menakjubkan, namun faktanya siklus pengembangan iphone pertama yang bernama Project Purple, membutuhkan waktu tiga tahun. Di tahun 2004, 1000 karyawan disatukan untuk mengembangkan iphone. Pada tanggal 9 Januari 2007, Steve Jobs meluncurkan buah pekerjaan mereka. Hari ini, jika sebuah perusahaan teknologi membutuhkan waktu tiga tahun untuk membuat sebuah produk, mereka hanya akan tertinggal dari kompetitor yang sudah melaju lebih cepat. Untuk memahami bagaimana industri teknologi bekerja saat ini, kami berbincang dengan 3 raksasa teknologi.

CONSUMER AUDIO – SENNHEISER Bagaimana Sennheiser selalu update dengan trend yang terus berganti?

Tak diragukan lagi marketplace saat ini dipenuhi dengan konsumen audio elektronik yang lama-lama akan jenuh. Karena itu pekerjaan kami untuk terus mengidentifikasi sejak dini hal yang akan menjadi tren di masa depan, dan menjadikannya sebuah produk.

Bagaimana Anda menentukan teknologi baru apa yang akan dikerjakan?

Kami adalah perusahaan berbasis data sehingga kami melengkapi proposal baru dengan penilaian tren pasar dan fakta-fakta, serta intuisi dan pengalaman teknis para peneliti kami. Kami juga mendengarkan suara konsumen kami mengenai apa yang mereka butuhkan, karena mereka memainkan peran penting bagi kami untuk membuat portofolio sebuah produk baru.

Tren seperti apa yang menarik perhatian Anda saat ini?

Kami melihat adanya jenis pelanggan prosumer saat ini. Mereka adalah orang-orang dengan pengetahuan audio yang luas. Jenis pelanggan ini tidak sekadar membeli, tapi mereka juga menuntut manfaat lebih dari produk yang mereka beli. Kami tentu saja tidak melihat ini sebagai halangan, malah kami menganggap ini merupakan kesempatan untuk membuat perangkat audio profesional yang cocok untuk gaya hidup konsumen secara menyeluruh.

Ada bocoran mengenai produk terbaru Anda?

Kami sedang mengerjakan sebuah handphone baru, yang akan menjadi tonggak besar berikutnya dari Sennheiser. Nantinya handphone ini merangkum rentang frekuensi yang melebihi batas persepsi manusia.

PERSONAL COMPUTING – ASUS Kami melihat produk baru Anda memiliki aspek yang lebih atraktif...

Memang betul. ASUS mengadopsi tema Zen, kami menciptakan produk-produk baru yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga bisa meningkatkan produktivitas Anda, apakah Anda sedang di tempat kerja, di rumah atau di perjalanan. Dari sana, kami mencari cara bagaimana teknologi kami dapat beradaptasi dengan gaya hidup yang selalu berubah dari pengguna kami.

ASUS juga telah bertransformasi dari yang awalnya sebatas produsen motherboard...

Ya, kami menyediakan hardware solutions di setiap wilayah. Secara global kami memiliki lebih dari 13.600 karyawan dan tim R&D yang terdiri dari 4.500 insinyur. Di Singapura, kami memulai tiga merek notebook untuk sektor pendidikan pada tahun lalu dan kami tidak berhenti sampai di sana.

Apa saja tantangan utama teknologi yang Anda hadapi?

Ketika penjualan global kami terus tumbuh, kami menemukan sandungan dalam pertumbuhan di pasar komputer skala personal. Di sana kompetisi tergolong kaku dan banyak produk menawarkan spesifikasi yang hampir sama. Jadi kami pun mulai melihat daerah baru yang inovatif untuk dapat dijelajahi tanpa harus mengganggu bidang kami yang terdahulu.

Daerah baru?

Betul, sebenarnya kami sedang menuju pada kategori smartwatch. Kami meluncurkan Zenwatch 2 yang premium di Singapura pada bulan ini, yang kaya akan berbagai muatan fitur. Jam tangan ini dapat bekerja dengan baik pada iphone maupun ponsel Android! seperti slim TV hingga smartwatch mewah. Kami sebetulnya sudah skeptis dengan konsep smartwatch dan posisinya di ranah teknologi karena mereka tidak akan pernah bisa menggantikan fungsi smartphone Anda. Namun rupanya LG membawa konsep smartwatch dengan sudut pandang yang berbeda. “Perangkat wearable seharusnya tidak boleh dianggap sebagai perpanjangan fungsi smartphone tetapi seharusnya sebagai perpanjangan diri sendiri,” kata Chris Yie, Vice President dari LG.

Kita berada dalam teritori “Backtothefuture” sekarang, bukankah begitu?

Kami ingin membentuk cara hidup konsumen kami saat berada di rumah, dengan cara menawarkan berbagai kemudahan melalui penggunaan teknologi yang praktis. Di IFA Berlin, LG memperlihatkan kebutuhan itu. Sebagai contoh, kami merilis perangkat bundar bernama Smartthinq Sensor, sebuah aplikasi yang terintegrasi dengan smartphone Anda, memungkinkan untuk mengontrol dan melacak sejumlah peralatan di dalam rumah. Misalnya Anda dapat mengaktifkan mesin cuci sebelum Anda tiba di rumah.

Masih ada produk berteknologi tinggi lainnya?

Kami sedang mengkaji prototipe double-sided OLED display pada televisi. Masih dalam tahap awal, tetapi kami senang karena nantinya teknologi ini akan merevolusi bentuk hiburan di dalam rumah.

Anda bahkan dapat memeriksa tanggal kadaluarsa masing-masing makanan yang ada di dalam lemari es dapur tanpa harus membuka pintunya

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.