CALENDAR

Keseruan di awal tahun

Augustman (Indonesia) - - Contents Issue 41 / Au-courant Enthusiasm - TEKS DARREN HO + AMELIA NURTIARA FOTO MONCLER

AKUILAH, ranah mewah dimana kita berada ini sangat memanjakan. Fashion dan desain terus berputar pada keindahan dan membuat kami ingin mengonsumsinya. Membuat iri saingan kita. Namun, jika besok menghilang, saya ragu dunia akan berkedip. Namun industri mewah memiliki pengaruh yang besar untuk mengubah itu yang selama bertahun-tahun dengan berbagai macam masalah, mulai dari faktor kemiskinan, anak-anak hingga pemberdayaan wanita. Moncler, merek pakaian olahraga musim dingin, yang dikenal dengan jaket bulunya untuk main ski (lengkap dengan sepatu boot ski Chanel Apres dan ski Zai). Art For Love adalah pameran fotografi yang diadakan di New York Public Library yang didedikasikan untuk mengumpulkan dana bagi amfar, untuk penelitian AIDS di Amerika. Organisasi yang bekerja sama dengan 3.000 tim peneliti dari seluruh dunia untuk memerangi penyakit. Pameran ini dikuratori oleh mantan direktur editorial majalah Interview Fabien Baron, melihat karya lebih dari 30 fotografer yang meng- capture jaket nilon Moncler Maya dengan gaya mereka masing-masing, namun satu yang harus tetap diingat adalah: bahasa cinta itu bisa dalam berbagai bentuk dan gaya. Moncler dan miliarder sekaligus CEO Remo Ruffini telah bekerjasama untuk amfar selama setengah tahun ini.

Proyek ini menandai keterlibatan yang lebih dalam lagi. Ruffini berkomentar bahwa ia “sangat bangga untuk berkontribusi melalui Moncler untuk mengumpulkan dana bagi ‘Countdown to a Cure’, yang bertujuan untuk menemukan obat AIDS pada tahun 2020.” Foto-foto tersebut dilelang selama pameran berlangsung, dan hasilnya disumbangkan sepenuhnya untuk amfar. Apa yang membuat Baron dan Ruffini tertarik untuk memilih fotografer. Sementara sebagian besar merek fashion menaruh nama besar di karya mereka, Art For Love menggandeng fotografi dari seluruh dunia, dari yang langsung sampai film set dan hasilnya adalah sebuah kompilasi foto yang tidak biasa,

berbeda, indah dan menyentuh. “Fotografi selalu membuat saya terpesona. Guru besar fotografi menciptakan karya yang menunjukan jiwa mereka dan mengungkapkannya di momen tertentu dalam sejarah. Tujuannya adalah agar Moncler dapat mengumpulkan dana melalui pameran. Saya berpikir mengenai fotografer ideal, mulai dari orang-orang yang bekerja sama dengan dengan Moncler seperti Bruce Weber dan Annie Leibovitz. Lalu saya tambahkan bagi mereka yang saya pribadi pun mengaguminya, “jelas Ruffini.

Di antara sekian banyak karya yang paling mengesankan di Art For Love adalah foto seorang ballerina dengan pose berdiri en pointe yang mengenakan jaket biru dan rok tutu karya Arthur Elgorts. Bruce Weber memotret Ernes Zamperla, seorang akrobat terlatih dan equestrians, anggota dari Riders jockey Zamperla-zoppe. Kuat, maskulin dan keren. Camilla Akrans menyampaikan foto surealis romantis, memotret jaket motif bunga. Ada banyak lagi – hal provokatif, sindiran – berkomentar untuk negara ini dengan cinta. Lelang sudah ditutup, tetapi foto lengkapnya masih dapat dilihat di Paddle8. Untuk foto singkatnya akan segera dirilis (sesuai yang diharapkan) serta hasil lelangnya akan dijumlahkan di hadapan media. Untuk informasi lebih lanjut, cek Instagram dengan hashtag #artlove

Saya berpikir mengenai fotografer ideal, mulai dari orang-orang yang bekerja sama dengan Moncler, seperti Bruce Weber dan Annie Leibovitz”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.