JOURNAL

Bottega Veneta: Art of Collaboration

Augustman (Indonesia) - - Contents Issue 41 / Au-courant Enthusiasm - TEKS DARREN HO + AMELIA NURTIARA FOTO DOK. HERMÈS

JIKA ANDA PERNAH berkunjung ke store Hermès di Rue du Faubourg Saint-honoré, Anda mungkin akan melihat sebuah alat tua yang aneh: kabel lift kuno dengan bingkai logam yang indah yang ada di beberapa lantai namun sudah tidak berfungsi lagi. Di mana lift tidak akan berakhir, jika Anda berkesempatan untuk menggunakannya, anggap saja itu sebagai tempat suci Hermès, rahasia dan semua peninggalan lamanya yang telah dikumpulkan dan dikelola oleh keluarga sejak zaman Émile-maurice Hermès, generasi ketiga dari keluarga industri tas kulit ini. Émile-maurice adalah orang pertama yang menambahkan produk pakaian wanita hingga tas untuk bisnis perusahaan. Sejak saat itu, Hermès menjadi brand kulit pertama dan satu-satunya yang menggunakan resleting pada jaket dan sepatu pada tahun 1914. Tempat dimana jaket kulit resleting untuk Prince Edward dibuat dan selang beberapa waktu kemudian resleting tersebut dikenal di Perancis sebagai pengikat Hermès. Namun, apa yang diwariskan bagi keluarga adalah museum Hermès, tempat dimana semua barang-barang berharga dan indah ada di sana yang didapat dari perjalanan selama ia bekerja.

Museum The Émile-maurice Hermès seperti menjadi sebuah kebiasaan dan sedikit obsesi bagi generasi selanjutnya di keluarga mereka. Setiap generasi wajib mengikuti dan menambah koleksi yang nantinya akan dijadikan arsip. Sebagian besar barang-barang yang ada di museum tidak semua dibuat oleh Hermès namun banyak terinspirasi darinya. Logo perusahaan, kereta dan penunggang kuda, berasal dari salah satu koleksi pertama yang diperoleh di bawah naungannya. Sebagian besar museum ini dikuratori oleh Jean-louis Dumas, kepala perusahaan sekaligus ayah dari Pierre-alexis Dumas, direktur artistik di perusahaan tersebut. Dalam wawancara sebelumnya, Pierre-alexis mengungkapkan bahwa sebagai seorang anak, ia bermain dan belajar di sana dikelilingi oleh orang-artefak yang indah. Di sebuah ruangan lain, syal bantalan silkscreen motif atap, sehingga ketika bersandar di lantai, saya bisa mengagumi karya-karya indah ini. Véronique Nichanian bersama dengan desainer lain banyak bekerjasama dengan Hermès. Untuk pertama

kalinya, Hermès mempersembahkan pameran kecil di museum yang berjudul Leather Forever. Diadakan di Artscience Museum, memamerkan barang-barang bersejarah yang terbuat dari kulit. Di pameran terpisah lainnya berjudul The Little Room of Wanders, memamerkan sebuah prolog Leather Forever dan diadakan di Asian Civilisations Museum (ACM), dimana Anda melihat bagaimana sejarah Hermès yang dipengaruhi oleh kulit, pelana dan berkuda.

Item favorit saya dari koleksi ini, selain kereta, juga tongkat yang memiliki parfum vaporizer yang dibuat oleh Brigg of London. Pegangannya bewarna perak, menggambarkan wajah seorang pria, semprotkan wewangian tepat di belakang kepala. Dengan emblem vial di tongkatnya. Menurut Menehould de Bazelaire, direktur warisan budaya di Hermès International, “Ada banyak tongkat dalam koleksi ini yang membangkitkan perasaan seolah ketika Anda berjalan berharap bertemu sesuatu. Brigg of London menemukan tongkat yang mengeluarkan sedikit aroma parfum yang menawan ketika Anda berjalan, karena ketika Anda berjalan itu termasuk pemanasan. Semprotkan beberapa tetes saat Anda berjalan”. Terpikirkan seolah seorang pria dandy sedang berjalan-jalan di Hyde Park, semprotan ke Terre de Hermès pada tubuhnya memang sedikit aneh. Hal lain yang menarik bagi pria adalah travel case, yang berfungsi sebagai toiletries case, tempat tinta dan parfum, meja tulis portable dan tempat perhiasan, dengan banyak laci. Dibuat oleh Martin-guillaume Biennais pada akhir abad ke-18 untuk Cambacérès, yang membantu pejabat pemerintah dalam membuat kode sipil Napoleon. Saat ini, bahkan sudah tidak ada lagi, tapi mungkin lebih cocok di serat karbon daripada kayu mahoni dan gading. Semuanya akan dipamerkan di Museum ACM dan Artscience yang akan diselenggarakan hingga 13 Desember, gratis dan terbuka untuk umum. Pameran ini sekaligus juga memamerkan koleksi terbarunya Hermès, bersama dengan lima presentasi dari tas merek terkenal, Kelly yang turut memperingati hari ulang tahun Singapura, yang dikenal sebagai Kelly Dolls. Tas unik ini akan dipamerkan sebelum nantinya dijual sebanyak lima item saja. Jangan lewatkan.

Ada banyak tongkat dalam koleksi ini yang membangkitkan perasaan seolah ketika Anda berjalan, berharap bertemu sesuatu

SEARAH JARUM JAM Pameran ini juga akan menampilkan pengrajin Hermès yang membuat barang-barang kulit ikonik; sketsa dari tongkat parfum oleh Brigg of London; tongkat yang berfungsi sebagai payung untuk wanita; Émile-maurice Hermès, pria yang membuat kolek

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.