EMPORIUM

Sebuah awal yang menyenangkan

Augustman (Indonesia) - - Contents Issue 41 / Au-courant Enthusiasm - TEKS ASRI JASMAN + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO SIMON SIM STYLIST CHIA WEI CHOONG

SERIOUS BUSINESS

Di dalam lingkungan pekerjaan biasanya memiliki dress code yang formil – suit, dasi, sepatu formal, dan kekakuan pada umumnya. Namun bukan berarti tidak terdapat ruang untuk menjadi yang terdepan dalam fashion. Tetaplah bertahan pada warna hitam, biru, atau kelabu untuk suit, bukan hanya karena appropriate namun juga karena warna-warna tersebut mudah untuk dipadukan dengan outfit lainnya. Bermain-mainlah dengan aksesoris. Dasi bermotif dipadukan dengan kemeja bermotif akan meninggalkan rasa bosan. Jika Anda merasa tidak nyaman dengan konsep tabrak motif dan warna, kenakan dasi printed dengan warna yang berbeda seperti yang ditampilkan pada gambar.

Detail pada pakaian memainkan peran dalam menjaga agar Anda tetap tampil fresh dalam bekerja. Beranilah dan tinggalkan double-breasted suit. Pastikan untuk tidak mengancingkan satu kancing dan kenakan dasi lebar ( Windsor atau Balthus) agar terlihat seimbang dengan kerah suit.

Double-breasted

suit berbahan wool, Boggi; Kemeja berbahan cotton, Brooks Brothers; Dasi berbahan linen, Suitsupply; Clutch

calf-leather dengan emboss, BOSS Men

Berbahan wool, Dsquared2; Kemeja berbahan dan dasi berbahan Suitsupply; berbahan Boggi; berbahan Dunhill; Kaus kaki berbahan Calvin Klein; berbahan calfPaul Smith dan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.