The Art of Now

Gucci mencetuskan pertanyaan atas kekinian

Augustman (Indonesia) - - Arts & Craft - TEKS CHIA WEI CHOONG + AMELIA NURTIARA FOTO GUCCI

ALESSANDRO Michele telah berhasil mengembalikan Gucci ke barisan terdepan di dalam industri fashion sejak dia bertanggungjawab akan ide kreatif mulai awal tahun lalu. Koleksinya yang dreamy dan terinspirasi gaya vintage telah banyak menarik perhatian para pemerhati fashion serta para konsumen untuk mendapatkan setiap “it” item yang ia keluarkan. Bahkan slipper bulu kangguru dengan sol horsebit yang tidak biasa yang ia keluarkan musim ini terjual habis sebelum sempat tiba di toko. Michele hadir membawa sentuhan Midas.

Dalam rentang masa empat musim, dua untuk pria dan dua untuk wanita (tidak termasuk koleksi cruise dan pre-collection), yang ia kreasikan hanya dalam waktu sekitar lima hari atau lebih, desainer Italia ini mampu menciptakan bahasa baru bagi Gucci. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membaurkan batasan antar gender, mengenakan renda serta pita cantik pada model pria. Apakah pemilihan material? Atau warna yang digunakan? Pertunjukan runway- nya menampilkan hal-hal yang membaurkan garis yang memisahkan pakaian pria dan wanita. Dan dengan transformasi toko yang sedang berlangsung, penyelerasan visinya dengan Gucci nyaris sempurna.

Proyek terbarunya dikurasi bersama image-maker dan editor yang cukup berpengaruh dari majalah LOVE, Katie Grand, secara sekilas terlihat sedikit relevan dengan brand yang terkenal atas produkproduk leather- nya. Sebuah pameran yang diberi judul No Longer/not Yet, seolah berusaha untuk terus mengusik setiap individu kreatif: “Apakah arti ‘kontemporer’ itu?” Jawabannya terdapat pada setiap karya yang dipamerkan. Salah-satunya adalah Unskilled Worker karya Helen Downie yang tidak pernah mengenyam pendidikan kesenian secara formal sebelumnya. Ia ditemukan oleh Alessandro Michele dari Instagram yang ia gunakan untuk mempromosikan karyanya. Foto impresionistik remaja perempuan dengan tatapan mata tajam terpajang di Gucci memandang karyanya.

Seniman Cao Fei dengan karyanya Rumba 2 membahas urbanisasi yang cepat merajalela di Cina. Karyanya menampilkan robot pembersih rumah tangga yang bisa berputar di karpet bermotif. Ia seperti internet, Kita tidak bisa mengulang apa yang sudah terjadi dalam hidup kita… Kita tidak bisa membantu namun menerimanya

walaupun dengan rasa kecewa dan mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.”

Ketika ditanya mengenai kolaborasi dan relevansi karyanya untuk fashion ia menjawab, “Ada di fashion rasanya melebihi bintang film atau model. Mengembangkan banyak hal. Brand fashion menggunakan campaign sebagai bagian dari promosinya. Dengan menggabungkan filsafat ke dalam karyanya, Alessandro Michele sedang mencari tahu. Mungkin telah terpikirkan di masa lalu tapi kini seharusnya dengan bertambahnya usia bisa semakin terbuka dan menerima banyak hal, bahkan kritik. Sebagai brand, itu adalah feedback yang baik dan bertanggung jawab. “Keterbukaan dan rasa ingin tahu mungkin menjadi alasan pamerannya berjalan sukses di Gucci. Pendekatan non konformisnya menimbulkan peluang yang mungkin belum tentu datang ke orang lain. Kampanye Gucci terbaru di Instagram banyak artis yang posting foto dengan #guccigram seperti Caleido dan klasik double-g. Pendekatan ini dua kali lipat, melibatkan masyarakat sekaligus mempromosikan produk-produknya. Hal yang terbaik adalah, tidak terbayar.

Guccipresentsnolonger/notyetatminshengart Museuminshanghaifrom17octoberto16december

Mungkin telah terpikirkan di masa lalu tapi kini seharusnya dengan bertambahnya usia bisa semakin terbuka dan menerima banyak hal, bahkan kritik. Sebagai brand, itu adalah feedback yang baik dan bertanggung jawab

NAMANYA MULAI DIKENAL PUBLIK OLAHRAGA NASIONAL ketika menjadi bagian penting dalam Tim Nasional sepakbola Indonesia untuk kejuaraan Piala AFF 2010. Matias Ibo yang saat itu berusia 32 tahun mengisi jabatan sebagai fisioterapis di dalam tim. Saat itu, profesi ini terbilang baru dalam ranah olahraga lokal. Padahal, seiring perkembangan olahraga, khususnya sepakbola, fisioterapis penting bagi para atlet di negara maju untuk merawat cedera mereka. Sedangkan di Indonesia, metode penyembuhan cedera masih tergolong kuno, hanya mengandalkan masseur alias ahli pijat.

“Budaya dan penanganan tradisional masih menjadi pilihan pertama banyak atlet ketika ingin menyembuhkan cedera. Selain itu biaya terapi fisioterapi bisa menjadi batu sandungan bagi yang membutuhkan banyak perawatan. Awalnya ini bukan sesuatu yang mudah dilakukan di sini,” ungkap Matias mengenang interaksi pertamanya dengan kultur olahraga Indonesia sebagai seorang fisioterapis.

Banyak orang salah kaprah dengan profesinya. Sebagian besar menganggap fisioterapi tidak jauh berbeda dengan tugas ahli pijat. Nyatanya, masseur bekerja untuk memijat dan melemaskan otot ketika pemanasan atau menghilangkan pegal setelah bertanding, bukan secara spesifik untuk menangani cedera.

ACCIDENTALLY IN LOVE

Matias berasal dari darah keluarga keturunan Indonesia-swiss. Ia lahir dan berkembang hingga remaja di Kota Batu, Malang, Jawa Timur meski ketika kanak-kanak sempat tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Berbicara mengenai akademik, Matias muda tertarik dengan isu-isu sosial politik global dan ingin menimba ilmu Hubungan Internasional untuk menjadi diplomat. Usai menamatkan SMA, ia sempat hijrah ke Inggris untuk bersekolah di Belfast Bible College selama 3 tahun.

Di negara sepakbola itu Matias aktif dalam satu klub amatir yang membuatnya tahu sepakbola lebih jauh, termasuk mengenai fisioterapi. “Dimulai saat saya bermain sepakbola amatir Inggris bernama Sunday League bersama tim Seer Green dari London Utara,” kata Matias. Lama-kelamaan ia semakin tertarik dengan profesi tersebut. “Saya menyukai olahraga dan ingin terlibat di dalamnya, akan tetapi bukan sebagai seorang atlet. Ilmu fisioterapi dengan spesialisasi dalam

Ini adalah buku pertama dari Tetralogi Buru, mengambil latar belakang yang menjadi cikal bakal bangsa Indonesia di awal abad ke-20. Kita akan dikembalikan pada kehidupan awal dari pergerakan nasional, kegamangan jiwa, percintaan dan pertarungan kekuasaan anonim antara para srikandi, yang kemudian menjadi pondasi bangunan nasional menuju masa depan bangsa Indonesia. Pramoedya Ananta Toer mengenalkan kita pada arti perlawanan terhadap segala ketimpangan akal sehat. Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup. Pram, menunjukan betapa pentingnya belajar, karena dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti tokoh di dalam buku ini, Nyai Ontosoroh. Batman v Superman: Dawn of Justice merupakan kelanjutan dari Man of Steel. Menampilkan Ben Affleck yang berperan sebagai Batman dan Henry Cavill sebagai Superman, Jesse Eisenberg sebagai Lex Luthor, Jason Momoa sebagai Aquaman, Gal Gadot sebagai Wonder Woman, Amy Adams sebagai Lois Lane, dan Jeremy Irons sebagai Alfred. Film yang disutradarai Zack Synder ini akan menyuguhkan aksi superhero yang kuat bagaikan para dewa, kemegahan Gotham City, kegiatan main hakim sendiri yang terjadi di pusat kota, penyelamat manusia di masa sekarang, dan hal ini terjadi ketika dunia harus memilih, pahlawan mana yang benar-benar sedang dibutuhkan. Ketika Batman dan Superman bertarung satu sama lain, itu akan menimbulkan permasalahan baru dengan cepat, menempatkan manusia pada suatu bahaya yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

IA MERASA bahwa kecantikan fisik semata saja tidak cukup, namun juga harus dibekali oleh pendidikan yang baik, ilmu pengetahuan, sosialisasi serta tetap updated mengenai berbagai current issue yang sedang terjadi. Demikian pemahaman Kerenina Sunny mengenai arti kecantikan, meskipun hal tersebut mutlak menjadi harapan semua wanita. Namun bagi Kerenina, itu bukanlah yang utama.

Nina, sapaan akrabnya, turut aktif berpartisipasi dalam beberapa proyek kemanusiaan di seluruh kepulauan Indonesia serta berbagai kegiatan amal dan sosial lainnya semasa ia masih bersekolah. Ia juga mengikuti ajang pemilihan ratu kecantikan dan keluar sebagai pemenang Miss Indonesia 2009. Kemenangannya tersebut membawanya mewakili Indonesia dalam ajang Miss World di Afrika Selatan pada tahun yang sama.

Kegiatan sosial yang pernah ia giati masih terus dilakukan hingga saat ini. “Saya banyak menghabiskan waktu dalam berbagai kegiatan amal dan sosial, terutama untuk sebuah yayasan kanker anak. Saya berusaha banyak membantu mereka dengan melakukan beberapa hal seperti memberikan donasi obat-obatan, perawatan, dan juga seminar kesehatan.,” kata Nina menjelaskan mengenai kesibukannya saat ini.

“Saya juga menghabiskan waktu untuk melakukan riset mengenai perawatan kecantikan dan menjaga kesehatan secara alami,“tambahnya. Concern yang besar mengenai kesehatan dan kecantikan alami membuatnya didapuk sebagai Brand Ambassador OYA Clinics, sebuah klinik perawatan anti-aging eksklusif dengan spesialisasi pada perawatan Face Lifts dan Body Shaping. Semua treatment di klinik ini menggunakan bahan alami, non operasi, dan dilakukan oleh dokter ahli. Menjawab pertanyaan mengenai arti wellness bagi seorang Kerenina, ia menjawab dengan lugas bahwa wellness merupakan keseimbangan antara mind, body, dan soul.

SPREAD SEARAH JARUM JAM Gucci Tian. ‘heaven’. Ruang floral oleh Xie Yingjie; Alessandro Michele; reproduksi “The Boy in Red “, seni favoritnya; Koleksi Rumba 2 dari Cao Fei

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.