Leading Position

Lucy Liu berbicara mengenai perannya menjadi Watson dan bagaimana ia tetap rileks dalam menangani segala hal

Augustman (Indonesia) - - Lucy Liu - TEKS RTL CBS ASIA ENTERTAINMENT NETWORK + AMELIA NURTIARA FOTO BERBAGAI SUMBER

ANDA MUNGKIN TIDAK MENYADARINYA, namun beberapa season sesudah Sherlock, yang dibintangi Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman dan diproduksi oleh BBC, CBC hadir dengan edisi terbarunya, sebuah petualangan detektif jenius. Namun seperti biasanya, Hollywood membutuhkan sosok yang “remuk namun tak terkalahkan” serta self-improvement, produser memiliki ide brilian dengan memasukkan Doyle, seorang pembasmi kejahatan yang cemerlang, ke dalam rehabilitasi dan pemulihan.

Ini bukanlah episode Sherlock Holmes yang biasa, dimana Joe menjadi sosok yang familiar, namun sang creator, Rob Doherty, tidak tertarik dengan jalan cerita Sherlock yang monoton. Ia meng- casting Johny Lee Miller sebagai Sherlock dan ia men- twist- nya secara jenius dengan mengajak Lucy Liu untuk berperan sebagai Joan Watson.

Bukan seperti BBC yang menggambarkan Sherlock yang glamor, dalam Elementary, Holmes digambarkan lebih down-to-earth. Watson, perempuan, membuat kita bertanyatanya, akankah sekali lagi Hollywood bertahan pada standar glass ceiling behavior dengan menempatkan Lucy sebagai sosok pendamping hingga ia kemudian mengambil alih. Juga terdapat ikatan persahabatan tanpa intrik asmara dalam interaksi mereka. Lucy Liu tidak sekedar bermain menjadi seorang pretty lover partner di Sherlock Holmes. Ia menceritakan apa yang akan terjadi di season selanjutnya.

Sebelum bermain di Elementary, apakah Anda penggemar Sherlock Holmes?

Saya tahu tentang Sherlock Holmes, tapi saya tidak membaca kisahnya. Ketika saya mulai berakting, saya mulai membaca cerita pendeknya dan jatuh cinta dengannya. Bukan hal pertama yang saya ketahui, kecuali penggalan kalimat “you’re no Sherlock Holmes” atau “oh, aren’t you a Sherlock Holmes?”

Apakah yang menarik dalam memerankan Watson?

Saya suka hubungan ia dengan Holmes, cerita Watson dan Holmes di novel memiliki chemistry yang kuat dan dinamis. Mereka memiliki banyak kasus yang menarik, hubungan mereka adalah dasar dari film ini dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Karena mereka memulainya sebagai teman minum, jadi sudah terjalin hubungan emosional sebelum mereka menjadi detektif. Saya rasa itu hal menariknya.

Bagaimana pendalaman Anda dalam mengubah karakter Watson menjadi perempuan?

Saya tidak perlu melakukan banyak hal. Bagi saya, apa yang sudah ditulis oleh Rob Doherty sudah sempurna meskipun karakter orisinilnya adalah seorang laki-laki. Idenya adalah bahwa Holmes tidak merasa nyaman dengan perempuan dan harus selalu bersamasama. Ide ini seperti harus mengenakan sweater yang sangat tidak nyaman, terasa gatal di kulit, namun Anda harus mengenakannya.

Setelah beberapa season berperan sebagai partner Sherlock Holmes, bagaimana proses perkembangan relasi antara dua karakter?

Kami mengawalinya sebagai sober companion, dan kemudian Watson menjadi seorang partner dan kemudian detektif. Mereka masih ber- partner tetapi persahabatan semakin mendalam. Kami memperkenalkan ayah Holmes di season keempat, dan Anda akan melihat dinamika di antara Sherlock dan ayahnya, dan bagaimana Joan berakting menjadi pelindung dengan cara yang sangat berbeda. Ini lebih dari hubungan emosional dalam pekerjaan, dimana itulah perkembangan yang terjadi dari season pertama hingga empat.

Sebagai seorang aktris yang memerankan malebasedcharacter, menurut Anda apakah dinamika di antara dua karakter tersebut akan berbeda jika Dr Watson adalah seorang pria?

Ketika pria membentuk relasi dengan pria lain, mereka akan membentuk sebuah brotherhood, camaraderie, dan menurut saya, kami telah mengembangkannya. Rob melakukan pekerjaannya secara bagus dengan menuliskannya ke dalam cerita ini.

Menurut Anda mengapa terdapat revisit cerita klasik seperti Sherlock Holmes di acara-acara televisi baru-baru ini?

Menurut saya ketika Arthur Conan Doyle menulis cerita dan menciptakan karakter, ia sangat colorful dan dinamis. Terdapat banyak faset pada Sherlock Holmes dan Dr John Watson yang sangat menarik. Terdapat banyak ide yang dapat diciptakan darinya. Bagi setiap penulis, di media manapun, terdapat banyak materi menarik yang dapat diambil. Dalam hal ini, (Rob) mengambil bagian dari cerita ini dimana terdapat banyak opium dan narkoba. Itulah basis bagi cerita khusus ini. Terdapat banyak inkarnasi dari Sherlock karena kisah aslinya ditulis pada tahun 1800-an. Menjadikannya seperti bagian dari sejarah, sesuatu yang tertanam dalam literatur. Mengambil tokoh Watson, membawanya ke era modern, menjadikannya seorang perempuan Asia. Brilian!

Hal apakah yang sangat mengejutkan bagi tim mengenai perkembangan show ini?

Yang mengagumkan adalah para cast dan karakter yang berdatangan. Banyak bintang tamu yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Saya banyak bertemu dengan idola saya di sini. Saya ingat sekali, ketika saya berpapasan dengan Steve Martin, ia menceritakan bahwa ia dan istrinya menonton setiap episode show ini. Saya sangat terkejut. Ini adalah show terpanjang dimana saya juga terlibat sebagai salah satu tokoh utamanya. Membangun relasi yang dalam dengan orang-orang yang bekerja bersama saya. Kami menjadi seperti sebuah keluarga. Kami tumbuh bersama.

Anda telah menyutradarai Elementary untuk kedua kalinya. Apakah yang Anda pelajari dalam penyutradaraan serta bagaimana hal tersebut mengubah pendekatan Anda dalam berakting?

Menyutradarai merupakan suatu hal yang sangat berbeda, dan seolah seperti saya harus mengerjakan suatu hal 10 kali lipat atau 100 kali lipat. Berada di belakang layar, membuat saya melihat semua hal berjalan, mekanismenya. Saat berinteraksi, saya merasa seperti bagian kecil dari sebuah lukisan yang sangat besar dimana setiap orang memiliki warna yang berbeda-beda, dimana saya harus memadukan setiap warna menjadi sebuah karya yang indah. Saya senang berada dekat dengan kru, mengenal mereka, menciptakan karya bersama-sama. Saya mengarahkan sekelompok orang kreatif dan berbakat. Saya merasa diri saya berubah signifikan sesudah menyutradarai, membuat saya bisa melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda.

Watson cenderung memecahkan kasus sendirian tanpa Holmes. Apakah kami akan melihat lebih banyak yang seperti itu?

Kami punya banyak alur cerita ketika Watson berhasil memecahkan kasus sendirian. Kadang, kami mencoba hal berbeda. Hanya untuk sementara, karena ia memiliki kasus dan agensinya sendiri. Sekarang, mereka terhubung, mereka masih melakukan hal bersama-sama, kadang juga terpisah. Anda akan melihatnya di season selanjutnya.

Tantangan apakah yang Anda dapat ketika memerankan karakter ini?

Bagi saya, Watson adalah orang yang sangat sabar, terbuka dan aware. Kadang proses filming bisa lebih lambat dari yang saya kira karena saya terlalu terbiasa terlibat dalam film action, atau sesuatu yang bergerak sangat cepat, berlarian. Saya harus merasa nyaman di dalamnya dan tidak terburu-buru. Watson mengajari saya untuk bersabar dan membiarkan sesuatu menghampiri Anda, bukan terburu-buru setiap waktu.

Siapakah tokoh fiksi favorit yang ingin Anda saksikan di dalam film?

Saya tumbuh dewasa menyaksikan Charlie Brown. Get smart. Segala hal kini merupakan reinkarnasi. Banyak materi asli yang kini diulang kembali. Star Trek atau Star Wars diregenerasi. Saya kira ada banyak hal yang belum pernah difilmkan di dalam kebudayaan lain, seperti di Asia. Terdapat banyak kisah indah yang sebenarnya bisa diceritakan kembali.

Bagaimanakah rasanya dapat bekerja dengan John Noble?

John Noble sosok gentleman. Ia begitu manis dan baik, berbanding terbalik dengan perannya yang twisted dan dark. Saya mendapat kehormatan bisa bekerja dengannya selama beberapa episode, saya sangat mengaguminya. Ia seperti aset di film ini dan saya berharap ia tinggal lebih lama lagi.

Karakter Anda benar-benar jauh berbeda dibanding Watson yang tradisional. Anda adalah seorang perempuan, berdarah Asia, berkebangsaan Amerika. Bagaimanakah Anda menggambarkan diri Anda dan bagaimana show ini berhasil melewati genderissue?

Saya tidak pernah berpikir bagaimana cara untuk melampaui sesuatu. Melakukan suatu tindakan adalah yang lebih powerful. Ketika Anda bertindak, Anda mengerti bagaimana bergerak maju – dalam kehidupan, gender, ras, usia, kreativitas, style, apapun itu. Orangorang berkata “you’re so fashion forward” atau “you’re so forward thinking”. Kuncinya adalah “forward”. Jika Anda terus bergerak maju, maka itulah yang akan terjadi. Tidak semua orang akan setuju. Namun ketika Anda bergerak maju, ada orang lain yang akan dijumpai pada akhirnya. Kita hidup di dalam masyarakat dengan kebudayaan beragam dan saya rasa entertainment harus mampu menjangkau apa yang kita lakukan, harus merefleksikan realita kehidupan kita. Saya ingin menarik perhatian dari aspek kreatif bukan politik. Entertainment tidak perlu melibatkan politik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.