The Magnificent Winged Beasts

Mengarungi Langit Bersama Breitling

Augustman (Indonesia) - - Highlight - OLEH DARREN HO + ALDO FENALOSA FOTO BREITLING

“SAYA BERUSAHA MEMBUAT PESAWAT INI TETAP SEIMBANG UNTUK ANDA. Kita akan melintasi gunung itu. Nanti Anda yang akan menerbangkan pesawatnya,” ujar David Martin pada saya melalu transmisi radio di pesawat two-seater- nya. Saya langsung merespons dengan mengacungkan ibu jari padanya dan setelah itu saya mulai terbang mengemudikan pesawat Breitling-clad bermesin ganda. Senang bukan rasa yang tepat menggambarkan momen tersebut. Adrenalin terus memacu tubuh saya.

Menerbangkan pesawat sebenarnya lebih mudah daripada yang saya bayangkan selama ini. Pesawat ini merupakan “monster” besi yang berkemampuan aerobatik sangat baik. Saya bermanuver ke kiri dan ke kanan dan melakukan gerakan menukik, pesawat ini lebih responsif daripada yang saya duga. Sebelumnya saya telah mencobanya melalui simulator dan juga telah mendengar banyak cerita dari teman-teman pilot saya.

Sempat tergoda untuk melakukan roll ke depan, namun saya memutuskan untuk membuat pesawat tetap bergerak normal beberapa saat dan merasakan sensasi G-forces pada tubuh saya sebelum mengembalikan kemudi pada Martin. Ia lalu melakukan beberapa manuver. Kami terbang naik turun, menukik dan berputar. Saya sempat merasakan momen tanpa gravitasi. Dia mengulanginya, dengan tambahan roll up yang membuat saya pusing dan gamang.

Pada akhirnya, saya kembali melihat runway dan kami bersiap untuk mendaratkan pesawat. Di kejauhan tampak seorang jurnalis perempuan sedang menunggu kesempatan untuk menaiki pesawat ini. Terbang bersama David Martin adalah pengalaman tak terlupakan, hanya saja kali ini dia tidak melakukan manuver ikoniknya, “The Breitling”, yang sesuai dengan nama sponsor utama penerbangan tersebut.

Bila menurut Anda balapan Formula One berbahaya, Anda sebaiknya melihat Reno Air Races. Reno Air Races, atau disebut juga sebagai National Championship Air Races, berlangsung pada bulan September setiap

Manuver ikonik “The Breitling” dimulai Martin dengan melesat lurus ke atas selama beberapa menit lalu tiba-tiba jatuh bebas mengikuti gravitasi bersamaan dengan 4 kali roll berturut-turut hingga akhirnya terbang sangat rendah dari permukaan tanah dengan kecepatan 250 knot

tahunnya di Reno Stead Airport, Nevada, Amerika Serikat. Ajang yang pertama kalinya diadakan tahun 1964 ini menyajikan tontonan adu kecepatan dan memamerkan berbagai jenis pesawat di dunia penerbangan.

Penggagas awal Reno Air Races adalah seorang warga lokal Nevada yang bernama Bill Stead. Ia sehari-harinya merupakan peternak dan memiliki sebuah tanah di sana, Namun sebenarnya Bill Stead bukan hanya memiliki pengalaman pekerjaan sebagai peternak. Ia juga memiliki pengalaman dan ketertarikan khusus pada bidang penerbangan karena pernah bekerja sebagai pilot pesawat. Bill mengorganisir Reno Air Races pertama kali di tanah kecilnya yang bernama Sky Ranch, terletak di antara Sparks, Nevada, dan danau Pyramid. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1966, arena balapan udara ini pun dipindahkan ke bandara Reno Stead karena antusiasme yang positif dari masyarakat sekitar.

Tahun lalu, lebih dari seratus lima puluh ribu orang datang langsung untuk menikmati Reno Air Races. Dengan adanya ajang ini, pemerintah Nevada juga menerima penghasilan lebih dari US$66 juta. Dalam ajang ini, Martin melakukan manuvernya dengan meroket ke langit selama beberapa menit dalam pesawat Cap 232 miliknya sebelum menukik jatuh ke permukaan bumi dalam kecepatan 250 knot.

Tidak seperti ajang balapan lain, level kompetisi air racing adalah pada ukuran jarak sedekat mungkin yang bisa dibuat pilot pada permukaan tanah. Dengan kecepatan sangat tinggi, resiko kecelakaan antara dua pesawat yang berdekatan tergolong besar. Malfungsi fitur juga kerap menjadi kekhawatiran bila perangkat keselamatan kurang diperhatikan. Martin memang belum pernah mengalami kecelakaan besar, tapi ia sempat dua kali mengalami malfungsi saat terbang.

Terbang di ketinggian yang rendah dengan kecepatan 300 – 800 kph dapat menyebabkan kematian bila tidak dilakukan dengan seksama, seperti yang terjadi dalam balapan Reno tahun 2011. Sebuah pesawat bernama The Galloping Ghost jatuh, menewaskan pilot dan 10 orang penonton serta mencederai 69 orang lainnya. Kejadian ini menjadi bencana airshow paling mematikan nomor tiga dalam sejarah Amerika Serikat. Pada 2014, kecelakaan juga kembali terjadi di sana. Lee Behel (64), seorang pilot mantan juara ajang Reno Air Races mengalami kecelakaan tunggal saat menerbangkan pesawat GP-5 yang berjulukan “Sweet Dreams” ketika berlomba di kelas Sport. Tempat jatuhnya Lee dan pesawatnya sama persis dengan kecelakaan The Galloping Ghost pada 3 tahun sebelumnya. Selama 19 tahun perhelatan air racing ini, 19 pilot telah meninggal dunia dalam berbagai kecelakaan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.