SPINNING AROUND A TRADITION ON ITS OWN

Augustman (Indonesia) - - Highlight -

Ketika beberapa orang berpendapat bahwa tourbillon tak perlu dihitung sebagai salah satu fungsi jam, “Armillary Sphere Tourbillon” terbaru Vacheron Constantin membuat pengecualian. Triple-axis tourbillon- nya yang berbalut bungkus alumunium memiliki kecepatan putar hingga 15 detik.

Pada jam berukuran saku ini, kalender perpetualnya sangat memuaskan. Merek ini memperkenalkan kalender Hebrew yang berbasis bulan lunar dan tahun matahari, fitur yang langka untuk jam tangan. Juga terdapat kalender bisnis yang berfitur kalender astronomik, sky chart, dan beberapa fungsi lain. Dari 57 fungsi jam ini, 26 diantaranya panjangnya malam dan panjangnya siang atau penanggalan Yom Kippur yang berasal dari budaya Yahudi.

Arloji ini juga menyediakan 5 jenis gerak mekanik untuk menghasilkan denting menyerupai Westminster Quarters dari Big Ben. Jam ini juga bisa diatur dengan mode yang bernada tajam setiap seperempat jam. Fitur lain yang tidak biasa pada arloji masa kini adalah kemampuan untuk membuat senyap nada harian pada pukul 10 malam hingga pukul 8 pagi. Ref 57260 mungkin tidak akan menjadi mainstream karena keterbatasan jumlahnya. Tapi adanya 10 jenis patent futuristik yang dikembangkan Vacheron Constantin adalah sebuah ketertarikan tersendiri bagi para kolektor. Merek ini juga membuktikan bahwa mengadaptasi tradisi bukan berarti langkah mundur, namun bisa juga sebagai amunisi untuk melompat lebih tinggi. “Setiap complication adalah sebuah pencapaian tersendiri. Namun adalah sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kegigihan untuk memadukan masing-masing complication menjadi sebuah jam. Saya pun terus memotivasi rekan-rekan tim ini untuk bisa menjawab tantangan tersebut,” ujar Juan Carlos Torres, CEO Vacheron Constantin mengenai pembuatan Ref 57260.

Ref 57260 bukan terobosan pertama Vacheron Constantin untuk sebuah seni tahun 1929, King Farouk I tahun 1946 dan Count Guy du Boisrouvray tahun 1948. Butuh 8 tahun untuk menyelesaikan karya tersebut dengan kolaborasi dari 3 tim ahli perusahaan

Sebelumnya juga ada seri James Ward Packard tahun 1919, King Fuad

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.