Timing the Year End Chronoswiss dan seni jam tangan custom-made

Kabar dari dunia horology A CASE FOR CHARITY

Augustman (Indonesia) - - Time Check - OLEH SEAN MOSSADEG + ALDO FENALOSA

Oliver Ebstein dan istrinya, Eva, belum lama mengambil alih Chronoswiss, sekitar 3 tahun yang lalu. Merek itu perlahan menonjol kembali dalam dunia watchmaking di bawah arahan mereka. Kami berbincang dengan Ebstein dan belajar tentang passion Chronoswiss untuk produk jam tangan khusus custom-made.

“Jika Anda harus membayar banyak untuk sebuah jam tangan, Anda tentu ingin jam tangan yang benar-benar identik dengan selera Anda,” terangnya ketika menunjukkan sepasang kreasi Chronoswiss pada kami. Seri custom arloji ini dikerjakan oleh pengrajin khusus Chronoswiss dengan menggunakan guilloche dan dial porselen, tergantung pilihan customer. “Permintaan customer bervariasi, mulai dari lukisan hewan, simbol keluarga, bahkan wajah manusia,” ungkap Ebstein.

Apakah geografis yang berbeda juga mempengaruhi jenis barang idaman? “Awalnya iya, seperti di Timur Tengah. Tapi sekarang eksklusivitas dari benda custom-made semakin diinginkan semua orang di dunia,” ujarnya. Ebstein menceritakan pengalaman berbelanja T-shirt di La Martina, saleswoman meyakinkannya agar mau membeli T-shirt yang custom-made. “Setiap orang ingin sesuatu yang berbeda. Itu bukanlah hal yang buruk,” kata Ebstein.

Seraya membuat arloji custommade yang terbatas, Ebstein mengembangkan inovasi jam tangan Regulateur, jenis produk yang membuat Chronoswiss menjadi populer seperti sekarang. “Saya ingin bisa memiliki porselen untuk subdial dengan berbagai gambar yang Anda sukai.” harapnya.

Edisi ke 6 acara dwi tahunan Onlywatch mencatat pendapatan lelang tertinggi dalam sejarahnya. Patek Philipe 50161-010 yang stainless steel terjual dengan nilai 7.3 juta franc Swiss, menjadi harga tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sebuah arloji di dalam sebuah lelang. Yang juga mengejutkan, Tudor Heritage Black Bay One laku 375 ribu franc, 100 kali lipat dari estimasi nilai terendahnya. Lelang itu sendiri menawarkan 44 jenis jam tangan unik dari berbagai manufaktur lintas negara, dengan keseluruhan hasil lelang didonasikan untuk penelitian Duchenne Muscular Dystrophy.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.