Lost in Tokyo

Lakukan lebih banyak dalam kesempatan terbatas di kota ini

Augustman (Indonesia) - - Destination - TEKS HANNAH CHOO + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI PHOTOS GETTY IMAGES + IMPERIAL HOTEL

AH, TOKYO. Sebuah megatropolitan yang unik dan luarbiasa tempat dimana semua hal ini berada: fast fashion, teknologi cuttingedge, produk-produk dengan kemasan menarik, kereta yang dipenuhi para pekerja overworked... Dan terdapat beberapa peraturan lain yang harus dipatuhi: Anda tidak boleh makan di jalan, tidak boleh membersihkan hidung saat berada di tempat umum, dan pahamilah jika seorang tuan rumah menawarkan potongan terakhir sebuah kue dan Anda mengambilnya maka Anda dianggap kurangajar. Banyak hal yang perlu diperhatikan, namun kota ini memiliki kekuatan besar adalah makanannya yang nikmat serta kebudayaannya yang mengagumkan.

FRIDAY 2PM: CHECK IN

Saya kesal dengan ketidak-konsistenan Airbnb. Saya memesan kamar di Imperial Hotel, sebuah hotel yang menawan dengan sentuhan keanggunan masa lalu. Terasa seperti rumah, dengan bonus kamar mandi yang hangat serta para attendant ramah berpakaian kimono.

3PM: TOKO-AN TEA ROOM, IMPERIAL HOTEL

Biasanya upacara minum teh menghabiskan waktu 4 jam, namun di sini, dengan ¥1.500, Anda hanya membutuhkan 1 jam untuk belajar ilmu dasar, seperti bagaimana cara meminum matcha. Lakukan reservasi terlebih dahulu.

4.30PM: DOVER STREET MARKET

Ginza berada tidak jauh dari Imperial. Bukanlah bagian Tokyo yang hangat namun inilah pusat dari kemewahan. Berbelanja di hari Minggu sangat menyenangkan jika dilakukan di Dover Street Market, yang menjadi rumah bagi lebih dari 150 brand termasuk Undercover dan Comme des Garçons. Window shopping juga menyenangkan.

7PM: TAMAWARAI, ONE MICHELIN STAR SOBA

Soba terbaik tersembunyi di sebuah jalan kecil di Harajuku. Pesan terlebih dahulu melalui telepon atau bersiaplah mengantri (saya mengantri selama 1,5 jam), kemudian santaplah soba dan ikan hering yang dingin dan kenyal. Jika sempat, sebelum makan malam mampirlah ke Glocal Records yang

berada di sekitar tangga melingkar, di situ Anda bisa mendapatkan banyak koleksi vinyl.

SATURDAY 8AM: TSUKIJI FISH MARKET

Pasar raksasa ini mereflesikan Jepang jaman pra Perang Dunia II serta merupakan pusat kuliner. Belilah ikan bonito segar dan wasabi. Tahun depan pasar ini akan direlokasi ke Toyosu, beberapa kilometer dari tempat tersebut, dan mungkin akan kehilangan pesona aslinya.

12PM: DAIKANYAMA

Sebuah dunia yang sangat berbeda dari Ginza. Lingkungan Daikanyama yang unik dan dipadati penduduk serta makanan yang lezat. Temukan al fresco dining, butik independen serta toko buku yang exceptional.

3PM: SHIMOKITAZAWA

Tidak seteratur Daikanyama, namun justru ketidakteraturannya menjadi daya tarik tersendiri. Jelajahi gang-gang kecil dengan coretan graffiti, toko pakaian secondhand (orang Jepang memiliki kebiasaan menyingkirkan koleksi off-season mereka), serta kafe.

7PM: KAMON, IMPERIAL HOTEL

Tempat yang tepat untuk menikmati teppanyaki, jika Anda menginginkan potongan marbled beef terbaik serta sayuran yang segar. Nikmati wine Jepang (yang ternyata enak) sementara chef mengolah hidangan.

9PM: THE OLD IMPERIAL BAR, IMPERIAL HOTEL

Tidak satupun minuman yang tidak bisa dibuat oleh sang mixologist di sini. Namun sebelum memberinya tantangan, pesanlah Mount Fuji, minuman menyegarkan berbahan gin, lemon, nanas, putih telur, dan fresh cream. Bar cocktail klasik ini memiliki sentuhan pengaruh Frank Lloyd Wright (perhatikan décor tahun 1923 dari Imperial Hotel) yang juga memberikan pelayanan luar biasa, mengingatkan kepada kearifan Tokyo masa lampau.

10.30PM: BAR HIGH FIVE

Terselip di lantai empat sebuah bangunan perkantoran yang mencolok. Merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Bar ini mengandalkan Hidetsugu Ueno yang namanya ternama di Star Bar. Tanpa bantuan menu, ia akan menggali informasi mengenai apa yang Anda suka dan tidak suka, kemudian meracik minuman yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Tempat ini sangat penuh, bersabarlah.

BEFORE YOU GO

Jika Anda tidak dapat hidup tanpa akses Internet, sewalah pocket Wifi di bandara. Akses Internet berkecepatan tinggi akan Anda dapatkan dan bisa di- share dengan tujuh perangkat, harganya juga tidak mahal. Pesanlah di changirecommends.com.

The Old Imperial Bar memberikan pelayanan luar biasa, mengingatkan kepada kearifan Tokyo masa lampau

Cape Town adalah tempat dimana Anda harus pergi dengan perut kosong. Hidangan seperti biltong (daging lokal asap), yang disajikan dengan springbokmedallion, celeriacpuree, Anda pasti menyukainya.

HALAMAN INI SEARAH JARUM JAM Dover Street Market Ginza; Tsukiji Market; pintu masuk Imperial Hotel; Old Imperial Bar; soba di Tamawarai

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.