Laying Bare It

Kini Milo Moiré telah mendapat perhatian dari Anda, sebuah panggilan darinya untuk menghormati wanita

Augustman (Indonesia) - - Screensaver - TEKS JULIANA CHAN + AMELIA NURTIARA

TAHUN INI diawali dengan berbagai perlakuan buruk pada perempuan, bukan? Perayaan Malam Tahun Baru yang lalu dirusak oleh serangan terhadap wanita di seluruh Eropa. Di Wina, Kalmar, Zurich dan lima kota di Jerman, juga Cologne tercatat lebih dari 516 kasus kekerasan dan dua pemerkosaan, wanita diserang dengan petasan, kemudian dirampok atau diraba ketika sedang tidak berdaya. Seminggu kemudian seorang remaja diperkosa oleh lima orang di bawah todongan senjata di Brooklyn, Amerika Serikat. Di saat yang hampir bersamaan seorang pejalan kaki berhasil menggagalkan upaya pemerkosaan di Uster, Swiss. What the hell is going on?

Peristiwa-peristiwa tersebut menggegerkan di dalam dunia beradab ini, terutama karena feminisme telah mendapatkan perhatian khusus dalam dua tahun terakhir. Kami memberikan applause bagi Emma Watson yang membawakan speech mengenai Heforshe dengan tubuh bergetar dan penuh emosi. Kami memberikan pujian kepada Jennifer Lawrence, Sienna Miller dan beberapa aktor lain yang menyuarakan ketidaksetaraan di Hollywood. Dan terlepas dari ketidaknyamanan kami dengan istilah “feminisme” itu sendiri, Penghargaan Nobel Perdamaian diberikan kepada Malala Yousafzai yang telah menjadikan istilah tersebut memiliki makna yang sama dengan kesetaraan. And now this.

Rentetan insiden di Eropa selama pergantian tahun tersebut muncul sebagai reaksi negatif terhadap kemanusiaan, karena beberapa korban dan saksi mata mengidentifikasi pelaku kejahatan tersebut sebagai orang-orang Timur Tengah dan Afrika Utara. Seolah, mereka yang baru saja diterima dengan baik oleh Jerman justru menyerang Jerman. Sangat disesalkan untuk saat ini, termasuk bagi para pengungsi yang layak mendapatkan perlindungan, hal tersebut telah mencetuskan sebuah dialog. Hal tersebut telah menimbulkan permasalahan dalam proses asimilasi secara benar bagi orang-orang yang sangat patriarki, perlunya peraturan yang lebih ketat serta pemberian batas-batas – semua itu memerlukan perhatian dari seluruh pemerintah Eropa. Kita tidak akan turut campur dalam urusan tersebut.

Memberikan pernyataan provokatif menentang kekerasan seksual, memberikan tuduhan kepada para korban kekerasan seksual serta membatasi kebebasan perempuan, seniman panggung dari Swiss, Milo Moiré, menampilkan protes selama 20 menit di depan Katedral Colonial pada tanggal 8 Januari. Ia membawa sebuah plakat bertuliskan: Respektiert uns! Wir sind kein Freiwild selbst wenn wir nackt sind!!! (Hormati kami! Kami bukan mainan meskipun kami telanjang!!!). Suhu udara saat itu adalah 4º Celsius, namun saya harap Anda tidak menganggapnya sebagai seorang eksibisionis.

Yang ingin saya sebarluaskan adalah pentingnya memperlakukan perempuan dengan penuh hormat di mana saja di dunia ini. Baik sebagai partner, ibu, anak perempuan, saudara perempuan, atau keponakan perempuan, perempuan membutuhkan Anda untuk menegakkan dasar-dasar sebagai pria beradab. Kami ingin Anda memegang teguh prinsip-prinsip saling menghormati. Kita barangkali tidak mampu mengubah dunia dalam waktu semalam, namun kita dapat memulainya saat ini, sekarang juga.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.