The Dots

Syagini Ratna Wulan, artist kelahiran Bandung yang sangat konsisten terhadap karyanya, yaitu tidak ingin terjebak dalam subjek linear

Augustman (Indonesia) - - Character Woman - TEKS AMELIA NURTIARA FOTO DOK. CHAKA RAMADHAN

PERTEMUAN SAYA dengan Syagini pada Sabtu sore di Bandung adalah yang kedua kalinya, setelah pertemuan pertama kami di sebuah acara garden party di Jakarta sekitar dua tahun lalu. Sore itu, Cagi sapaan akrabnya menyambut saya dengan ramah. Kami pun memulai dengan obrolan-obrolan kecil seputar kota Bandung, tempat hangout terbaru hingga cerita mengenai pameran terakhirnya di Singapura di bulan Januari lalu yang mengarah ke inti wawancara. Kami pun berbincang-bincang selama kurang lebih satu jam, diselingi dengan celotehan khasnya serta kehadiran Surasuci, putri tunggalnya, yang ikut menemani.

Background pendidikan Anda? S1 di Fakultas Seni Rupa dan Design ITB serta S2 di Goldsmiths College, University of London.

Ceritakan mengenai pameran Anda di Art Stage Singapore? Pamerannya berlangsung selama empat hari (21-24 Januari 2016). Karya saya kali ini sedikit berbeda, mencoba untuk menggambar sesuatu yang konkret, yaitu cahaya. Akhirakhir ini saya banyak menggunakan warna pelangi sebagai subjek dalam medium kanvas, seperti melukis dengan cahaya. Karya ini seperti teaser untuk pameran tunggal saya di Jakarta bulan April mendatang.

Bagaimana proses kreatif Anda dalam membuat suatu karya? Dalam membuat suatu karya, eksekusinya itu cepat, yang memakan banyak waktu adalah proses produksinya. Pasti ada rasa lelah, cranky, mau istirahat dahulu tapi sudah deadline, jadi otomatis harus memutar otak untuk berusaha lebih keras dan bersemangat lagi. Hingga pada hari H ketika pameran, semua perasaan tersebut seperti terbayar. Rasanya sangat senang melihat karya kita dipamerkan dan dilihat semua orang apalagi ketika karya seni kita laku, wah senang banget!

Apakah yang harus diutamakan dalam membuat suatu karya? Selain konsep, korelasi pun juga dibutuhkan. Setiap artist dalam membuat suatu karya seni antara yang satu dengan yang lainnya harus memiliki hubungan satu sama lainnya. Jadi saling terkait. Di dalam seni itu tidak ada istilah suka karena bagus saja, tetapi harus memiliki hubungan dengan karya-karya seni sebelumnya, urgensinya buat si artist itu apa, konsepnya apa? Pokoknya semuanya harus menjadi sesuatu yang koheren.

Inspirasi Anda dalam berkarya? Perkembangan manusia sebagai manusia. Karya-karya saya konsepnya adalah human relation dan self reflection.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.