Iamluckyenough travelthemostofmy life

Augustman (Indonesia) - - Richard Kyle -

SEBUAH KEBETULAN YANG DIRENCANAKAN. Sebuah galeri seni di bilangan Kemang menjadi lokasi yang ditentukan untuk sesi photoshoot sekaligus interview dengan Richard “Richo” Kyle. Selain sesuai dengan tema bulan ini, ternyata Richo adalah seorang pengagum dan penikmat seni dan ia menyukai galeri tersebut. “I think this sculpture is so cute!’ Ujar Richo ketika melihat sebuah sculpture kayu karya seorang seniman Jepang berbentuk seekor anjing yang mengenakan outfit seperti baju selam atau baju khusus astronot berjudul Buttoned-up Dog. “Saya sangat menyukai anjing.” Tidak hanya sebatas menyukai sosok anjing yang menurutnya cute, ia juga mengajak saya ke suatu sudut dimana terpajang sebuah lukisan yang menggambarkan wanita berpakaian serba hijau dengan garis-garis tegas dan mata berwarna hitam. Sebuah lukisan karya Jeihan telah menarik perhatiannya. Bukan sebuah karya yang menarik untuk ordinary eyes. “Saya menyukai lukisan ini. Ayah saya memiliki karya Jeihan namun berukuran jauh lebih besar daripada lukisan ini.” Sambil memandangi beberapa lukisan lainnya, Richo bercerita, “Ayah saya adalah kolektor karya-karya seni Indonesia. Saya sendiri menyukai atau mengagumi sebuah lukisan karena dengan memandang sebuah lukisan, saya seolah diajak oleh sang pelukis untuk masuk ke dalamnya, untuk memahami maksud yang ingin ia sampaikan dari sisi yang lain.”

Sore itu Richo terlihat tidak seperti yang biasa terlihat di dalam iklan produk perawatan kulit atau di layar televisi. Kulitnya berwarna lebih gelap. “Saya baru kembali dari Maumere. Saya baru saja selesai shooting film Tiga Dara yang disutradarai oleh Nia Dinata. That was fun! Tiga minggu saya berada di Maumere. Saya juga memiliki kesibukan lain sebagai seorang host di sebuah program televisi yang menampilkan petualangan menjelajah Indonesia, saya masih baru di sana, sudah tiga-empat trip yang saya lakukan di dalamnya, sangat menyenangkan. Sebelumnya saya juga pernah bermain dalam film Sundul Gan: The Story of Kaskus, The Professionals, dan Jakarta Undercover.” Richo mengaku tidak asing lagi dengan dunia entertainment, ia menceritakan bahwa sejak berusia belia, ia telah mulai memasuki dunia entertainment biz. “Saya membintangi iklan di usia 13-14 tahun. Saya juga pernah berperan di beberapa teater. Saya juga belajar mengenai film production di Royal Melbourne Institute of Technology. Saya sangat senang ketika masih bersekolah, bersama team, membuat project. But when I got into it ternyata lebih banyak demand untuk saya berada di depan kamera daripada di belakang kamera.”

“Saya menyadari memiliki passion di bidang seni ketika saya mulai bersekolah. Saya menyukai musik, saya juga bermain musik, dan saya gemar melukis. Barangkali Anda melihat terdapat banyak hal dalam dunia seni yang saya sukai. Ya benar. Barangkali itu karena saya tumbuh besar dengan berbagai exposure terhadap berbagai macam hal indah. I am lucky enough terbuka pada banyak hal, travel the most of my life sehingga saya tidak pernah hanya menyukai satu hal saja. Ayah saya suka memutar musik jazz dan itu membuat saya menyukai musik. Ia juga seorang big lover dan kolektor untuk Indonesian art. Secara pribadi, saya menyukai karyakarya modern kontemporer yang menyiratkan kebebasan dalam setiap kreasinya. Tidak terdapat pakem-pakem tertentu yang harus dipatuhi.”

Saya bertanya bagaimana art mempengaruhi kehidupannya saat ini. “Sebenarnya saya merasa, it is not about how art affectsmy life melainkan bagaimana art mengajarkan saya sesuatu.” Kami terus berjalan sambil melihat beberapa lukisan di lantai satu, kemudian menaiki tangga menuju lantai dua yang memiliki suasana yang lebih tenang. “Terdapat banyak artist dari seluruh dunia yang saya kagumi. Salvador Dali, Frida Kahlo. Banyak. Seperti yang sudah saya katakan tadi bahwa saya memiliki banyak opportunity untuk menjumpai banyak hal. Bermacam-macam art dari berbagai kultur yang berbeda, itu semua yang mengajarkan saya untuk selalu open minded dan menikmati semua perbedaan tersebut.” Richo menambahkan, “Keindahan dalam sebuah artwork, dalam segala hal, bersifat personal. Ketika itu mampu involve di dalam diri Anda, maka you will findit beautiful.”

terbuka pada banyak hal,

sehingga saya tidak pernah hanya menyukai satu hal saja

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.