K I C K I NG A S S I N CORSE T S

Lily James telah memainkan banyak peran, namun tidak ada yang seeksentrik peran dalam film terbarunya

Augustman (Indonesia) - - Feature Woman - TEKS DARREN HO + FARHAN SHAH + AMELIA NURTIARA FOTO BERBAGAI SUMBER

JIKA BERBICARA MENGENAI INDUSTRI HIBURAN DAN DUNIA PERFILMAN INGGRIS, salah satu yang menarik dibahas adalah tentang kemampuan mereka membuat orang biasa menjadi sosok yang sukses di layar sinematografi. Hollywood pun kini cepat menangkap bakat-bakat baru dari Inggris dan memberi mereka peran yang menggiurkan. Lily James adalah salah satunya.

Setelah lulus dari Sekolah Musik & Drama Guildhall pada tahun 2011, ia mulai aktif terjun ke dunia seni peran dengan memainkan berbagai karakter. Dan Lily berhasil mendapat sambutan hangat ketika memerankan Desdemona, salah satu karakter dalam kisah Othello karya Shakespeare.

Pada tahun itu juga, ia mengikuti audisi untuk sebuah peran unik, provokatif dan tidak seperti potret modern kehidupan Inggris pada umumnya, serial televisi Downton Abbey yang menyajikan banyak drama, skandal dan kehidupan tradisional Inggris yang high society dan membuatnya menjadi sosok yang mulai diperhitungkan.

Baru-baru ini Lily memerankan satu lagi karakter dari negeri dongeng ke dalam layar perak, karakter yang ikut mengubah kisah Cinderella versi Hollywood (manis, sehat, sempurna untuk film Nicholas Sparks) dan cukup menggigit. Tentunya kami juga melihat acuan zombifikasi klasik karya Jane Austen, Pride & Prejudice. Sebenarnya, kami berharap bahwa orang-orang yang berasal dari bukit dalam karya Austen akan berubah plot menjadi edisi zombie. Jika itu terjadi maka akan menambah twist untuk Northanger Abbey.

Namun berdasarkan buku karya Seth GrahameSmith, orang yang menjadikan Austen sebagai co-author dalam parodi cerita klasik Inggris mengenai cinta dan persepsi, Pride and Prejudice and Zombies menambahkan elemen zombie dan ninja untuk bermain di sepanjang film, yang berarti apa yang sudah terjadi di masa lalu memiliki dampak di masa depan. Kedengaran agak konyol tapi tidak semua film itu harus dinikmati dengan berpikir keras. Coba bayangkan campuran antara The Walking Dead dan Pride and Prejudice, dengan wanita berlumuran darah di sekujur tubuhnya sedang membawa pisau.

Grahame-smith menulis bahwa Austen adalah inspirasinya untuk re-jigging alur cerita. “Anda harus menghadapinya dengan berani, seperti pria heroik yang gagah, Anda memiliki kamp militer dan apapun alasan di dekatnya, orang-orang berjalan kesana kemari dengan kereta. Itu kekerasan yang tidak masuk akal,” tuturnya.

Bila Austen cenderung menggambarkan wanita sebagai sosok yang bergantung pada suami mereka, Bennets (Lily James memerankan Elizabeth Bennet) di film Pride and Prejudice and Zombies adalah seorang zombie killer yang memiliki kemampuan seni bela diri lebih terlatih dibandingkan kemampuan yang diperlihatkan orang-orang dalam Call of Duty. Ronda Rousey sebenarnya akan menjadi pilihan yang sempurna untuk memerankan karakter itu, tapi Lily dengan pengalamannya di Downton Abbey, sudah populer lebih dulu di pasaran. Yang ia butuhkan hanyalah menghajar zombie.

Pada awalnya, Lily sebenarnya keberatan tentang film ini. “Ketika saya melihat judulnya, saya berpikir, ‘Apa-apaan ini?’ Saya tidak begitu yakin. Lalu saya membaca skripnya, kemudian saya pikir itu brilian dan lucu. Seharusnya itu tidak terjadi namun terjadi,” ungkap aktris berusia 27 tahun ini. Namun Lily memang terkenal akan pilihan eklektiknya.

Hanya dalam waktu lima tahun sejak hadir pertama kali di dunia hiburan, ia sudah muncul di berbagai genre film mulai dari romantis hingga drama, menjadi cameo di film Burnt bahkan mencoba peruntungan di petualangan fantasi ( Wrath of the Titans). Ia meninggalkan televisi menuju film layar lebar dan kembali lagi menunjukkan bakatnya.

Sebelum bermain sebagai Ella dalam Cinderella, ia mengikuti audisi untuk salah satu peran saudara tirinya yang jahat, pilihan yang cukup membuat tanda tanya. Namun ia menjawab dengan sangat polos. “Sejujurnya, saya tidak pernah berpikir akan mendapatkan peran itu,” ungkapnya.

Kami terus menunggu apa lagi yang akan Lily berikan tapi kami yakin bahwa penampilannya dan keinginannya akan membawanya pada berbagai peran dan jauh dari dunia Hollywood yang plinplan. Tapi untuk saat ini, Lily sudah terlihat sangat bagus dengan korset di tubuhnya dan mengintai kepala zombie yang siap ia tarik. Siapa yang tidak menginginkan wanita seperti itu, dengan aksen Inggris pula?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.