FROM I TALY WITH L OVE

Desainnya terkenal berani, menggunakan berbagai material natural, dan telah menghiasi berbagai refined residence di seluruh dunia. Inilah Carlo Pessina, sang genius di balik CARLO Contemporary Handcrafted Furniture

Augustman (Indonesia) - - Artists Inspiration - TEKS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO PETRIE + CARLO

PERTAMA KALI saya menciptakan artwork adalah ketika saya bertemu dengan Mercedes, istri pertama saya. Kami mendesain dan membuat furniture untuk presidential suite bagi Grand Hyatt, Singapura. Inilah pertama kali saya memulai adventure lebih dari tigapuluh tahun yang lalu. Saya secara pribadi tidak mengenyam pendidikan secara formal untuk mendapatkan keahlian dan keterampilan yang saya miliki saat ini. Saya secara otodidak mempelajarinya. Saya meninggalkan bangku sekolah dan mulai bekerja pada usia duapuluh tahunan di sebuah agensi advertisement ketika saya tinggal di Torino. Saya kemudian bekerja bersama seorang rekan, Mr. Rino Ferrario, dan kami memiliki beberapa client besar seperti Ferrero, Lancia, dan Eaton, serta beberapa client lainnya. Saya lebih menganggap diri saya sebagai seorang artist meskipun saat ini saya memiliki sebuah perusahaan di Bali dengan lebih dari 400 karyawan, memproduksi kreasi-kreasi saya dan juga customizing permintaanpermintaan client.

Saya suatu ketika berpikir untuk menggunakan pohon kelapa karena tersedia sangat banyak dan hanya digunakan untuk keperluan memasak. Bagi saya, mendaur ulang material yang banyak terdapat, common tapi indah, membawanya ke suatu tingkatan yang lebih tinggi, merupakan hal yang sangat menarik. Itulah awal saya menciptakan crafted furniture. Kami melakukan proyek yang sangat penting dengan menggunakan batok kelapa antara lain, Amankila dengan berkolaborasi bersama sang arsitek, Ed Tuttle, dan Sheraton Bali. Sejak 30 tahun yang lalu, saya memproduksi berbagai furniture untuk proyek-proyek, rumah pribadi, dan super yacht di seluruh dunia, tidak hanya menggunakan batok kelapa sebagai materialnya melainkan juga berbagai material natural lainnya. Saya menggunakan serat, batu, kerang, kulit kayu, dan masih banyak material lainnya.

Saya memiliki pendapat bahwa desain furniture yang baik adalah desain yang timeless. Karya-karya yang saya ciptakan jelas merupakan perpaduan style barat dan timur. Tanpa pengalaman yang telah saya dapatkan selama berada di Italia, produk-produk yang saya hasilkan tidak akan menjadi seperti yang Anda lihat saat ini. Demikian juga jika saya tidak berada di Bali, saya tidak dapat membayangkan akan seperti apa jadinya karyakarya saya tersebut. Often love is what makes people move dan saya menemukan diri saya di Bali. Pada awalnya Bali sangatlah berbeda dengan saat ini, namun saya beruntung tinggal di Batujimbar ( Note from editor: Batujimbar adalah sebuah real estate yang didesain oleh Jeffrey Bawa dari Sri Lanka, sebuah lokasi yang banyak didatangi visitor serta dikelilingi oleh interesting people) dan di sini Carlo membangun rumah pertamanya. Saya tidak suka mendeskripsikan artwork atau masterpiece yang saya ciptakan. Saya pikir para client saya lebih mampu mendeskripsikan itu. Saya lebih suka melihat reaksi para client terhadap desain-desain baru yang saya ciptakan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.