Abroad

Shining Banyak desainer fashion dalam negeri yang juga ternama di luar negeri. Namun karir Toton Januar justru bersinar terlebih dahulu di negara luar

Augustman (Indonesia) - - Life List - TEKS ALDO FENALOSA FOTO DOK. TOTON JANUAR

Sketching adalah hobi Toton Januar sejak belia. Tetapi tidak benar-benar diakomodir sebelum ia menggali ilmu di Parsons New School for Design, New York pada tahun 2005. Tujuh tahun kemudian, ia meluncurkan label fashion dengan namanya sendiri, yaitu TOTON. Menariknya, label ini tidak diluncurkan pertama kali di hadapan publik mode Indonesia, melainkan di ajang Blueprint Trade Show Singapura. Toton menyadari, keunikan culture value Indonesia terbentuk dari akulturasi budaya negara-negara tradisional Asia seperti Cina, India, dan Arab. Lalu, ia menuangkan culture value tersebut ke dalam labelnya. “Saya mencoba menerjemahkan hal itu ke dalam desain embroidery, pattern batik, dan teknik macramé yang merefleksikan pengaruh dari budaya Cina, India dan Arab yang menyerap ke dalam budaya kita,” ujar Toton. Baginya, menjadi desainer fashion tak berarti berkuasa mengatur cara berpakaian orang lain. Orang-orang seharusnya bebas merefleksikan diri melalui pakaian yang mereka kenakan. “Pekerjaan kita sebaik-baiknya adalah suggesting idea apa yang mereka inginkan atau butuhkan dalam hidup,” ujarnya. Toton sendiri mendeskripsikan personal style- nya dengan istilah casual eclectic, dimana ia senang memadu padankan desain terkini dengan sentuhan vintage dan potongan yang modern. Vintage coat dari Issey Miyake dan Comme des Garcon adalah favoritnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.