1940S: THE BIRTH OF READY-TO-WEAR

Augustman (Indonesia) - - Fashion Evolution -

Dengan berakhirnya Perang Dunia II, pria Amerika menyimpang dari standar-standar serta prinsip-prinsip dasar finedress yang telah ada pada tahun 30-an. Sebagian karena perubahan di dalam workforce serta berkurangnya formalitas di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menurunnya permintaan maka harga custom tailoring meningkat, yang menjadi sebuah kesempatan bagi mass production pakaian pria untuk mengambil alih. Periode ini merupakan awal dari produksi massal pakaian ready to wear di Amerika.

Metode mass production tersebut memiliki plus dan minus. Pakaian basic menjadi lebih murah dan mudah didapatkan. Di sisi lain, terdapat lebih sedikit variasi dalam style yang ditawarkan, dan lebih buruk dari itu, para pemain utama industri clothing ini sadar bahwa mereka dapat meningkatkan penjualan dengan cara menawarkan pergantian gaya setiap tahun. Inilah yang memulai trend cycle dalam dunia retail yang membuat para konsumen semakin jauh dari keidealan pakaian klasik yang tercipta di era 30-an, yang lebih mengacu pada memilih pakaian yang long-term dan pas dikenakan. Tujuan produsen dalam menjual produknya telah membingungkan konsumen dan membuat mereka terus melakukan re-invent dengan cara terus-menerus membeli new style yang in fashion.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.