A Mi l e Fur ther

Kabar dari dunia horology BELL & ROSS MENGAMBIL POLEPOSITION DI F1

Augustman (Indonesia) - - Time Check - TEKS SEAN MOSSADEG + ALDO FENALOSA

MULAI SEKARANG, para gearhead sudah mulai dapat merencanakan budget untuk jam tangan edisi terbaru. Untuk pertama kalinya setelah enam tahun tidak terdengar kabar beritanya, Renault Sport Racing mengumumkan bahwa brand jam tangan Bell & Ross yang terinsipirasi dengan dunia penerbangan akan ambil bagian dalam kompetisi F1 dengan menjadi partner tim tersebut.

Renault sebenarnya telah lama absen sebagai tim konstruktor dalam ajang balap bergengsi ini. Tim asal Perancis itu terakhir mengenyam juara pada tahun 2005 dan 2006. Sejak tahun 2010 mereka juga tak lagi menjadi salah satu konstruktor F1 karena diakuisisi Genii Capital dan di- rebrand ke dalam tim baru bernama Lotus.

Bell & Ross, yang juga berasal dari Perancis, dengan sangat yakin akan menggunakan kesempatan yang muncul dengan sebaik-baiknya dalam kemitraan ini. Dunia penerbangan yang menjadi inspirasi terbesarnya, akan dipadukan dengan experience dalam arena F1 dan diharap menjadi terobosan dalam koleksi terbaru jam tangannya.

AUDEMARS PIGUET REOPENS Mulai sekarang Liat Towers dipilih menjadi flagship boutique Audemars Piguet selama beberapa waktu. Toko yang menempati tiga lantai ini rencananya akan di- reopen tahun ini, lengkap dengan desain makeover yang lebih mencerminkan 140 tahun core value dari brand tersebut, yakni origins, artistry, dan extraordinary relationship. Di dunia ini, hanya butik Audemars Piguet yang sengaja berada pada tempat tinggi. Tokonya dibuat terpisah dua, dengan “The Manufacture” sebagai tempat memamerkan produkproduk dan “The House” sebagai watchmaker corner yang juga menjadi tempat bersantai costumer karena dilengkapi dengan full serviced bar dan lounge. MEN ON TOP

A BOMBASTIC APPROACH Rick de la Croix memiliki 20 tahun pengalaman dalam industri jam tangan mewah. TAG Heuer, Zenith, dan Corum pernah menjadi bagian karirnya sebelum kini berlabuh ke perusahaan Amerika Latin, Hublot. Jabatannya sebagai CEO of Distributors Ares Holding memberi dampak yang sangat signifikan pada banyak brand yang ada di wilayah Amerika dan Karibia. Lalu apa yang akan Anda lakukan ketika berada di posisi puncak?

Rick de la Croix menjawab dengan sederhana – ciptakan brand jam tanganmu sendiri. Bomberg, brand yang dia lahirkan, berawal dari sebuah ide sebagai tunggangan tambahan yang cukup menantang untuk menarik perhatian dunia. De la Cloix ingin membawa konsep perasaan untuk dikenakan. “Saya ingin hal-hal yang provokatif, mungkin istilahnya wrist porn,” jelasnya. “Saya ingin membuat kesan yang begitu kuat, membuat orang bertanya-tanya karena penasaran pada apa yang Anda kenakan”

Dan Bomberg telah memastikan cara untuk menarik perhatian. Pertama, timepiece berukuran besar dan menonjolkan sistem Bayonet yang membuat penggunanya lebih mudah (tak lebih semenit) melepaskan strap dan mengubahnya menjadi pocket watch.

“Saya ingin melakukan hal yang mengingatkan kita semua pada akar ranah watchmaking dan mengenang kembali betapa indahnya pocket watches milik kakek saya,” ungkapnya. Keputusan lain de la Croix adalah menambahkan grafis yang edgy seperti samurai dan skull yang terinspirasi dari budaya tato yang begitu disukainya.

Respons positif untuk konsep “wrist porn” terus berdatangan, meski begitu masih ada celah kritik yang didapat Bomberg karena strategi pemasaran yang dipakainya. Materi iklan yang mempertontonkan model wanita mengenakan pakaian dalam yang dirantai mendapat komplain dari sejumlah pihak.

“Mereka menganggap hal itu terlalu macho, dan tidak menghormati wanita. Bisa jadi memang seperti itu, tapi inilah apa yang diinginkan pria, dan ketika kita mencoba masuk ke pasar untuk perempuan, saya juga akan mencoba konsep iklan seperti ini dan kita lihat saja seperti apa respons mereka,” katanya.

Sejauh yang dapat dilihatnya, dunia jam tangan sendiri sedang stagnan dan terbuai dengan pencapaian masing-masing. “Saya berada di sini bukan untuk bersaing dengan movement maker lain yang memiliki pencapaian 10 tahun sekalipun. Saya di sini bersaing dengan lifestyle.” Dan di dunia Bomberg, lifestyle jauh lebih besar, bolder dan bombastis.

Vintagetrunkmonogram yang menginspirasi jam tangan ini melekat pada dial – dilukis menggunakan proses hand-painted. Louis Vuitton Escale Worldtime adalah bagaimana cara Anda memahami dunia, meski sedikit rumit tetapi penuh keindahan.

Tampilan classic yang penuh kemewahan dipadukan dengan karakter kreatif khas Hermes, terciptalah Slim d’hermès, arloji high-look yang mudah dipadankan dengan tampilan Anda sehari-hari.

Nuansa classic dan minimalis begitu menonjol dari koleksi arloji terbaru CK. Gaya arsitektur perkotaan Eropa juga menjadi inspirasi timepiece Calvin Klein Step ini dengan bermain kontras dengan unsur warna biru safir dan perak.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.