S u mmer A l l e mande

Nikmati kehangatan dan keeleganan Salzburg

Augustman (Indonesia) - - Destination - TEKS DARREN HO + MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO BERBAGAI SUMBER

“GUTEN ABEND, KANN ICH FRAGEN, WOHER IST DER MOZART... F***, bagaimana cara mengatakan opera house... der Operahaus?” Saya bertanya kepada seorang pejalan kaki dalam bahasa Jerman yang saya yakin sangat kacau, terlihat dari ekspresi yang ia tampilkan. Segera ia menunjukkan Haus für Mozart yang berada di kejauhan, sebuah bangunan yang tampak indah, sambil berkata dalam bahasa Inggris yang sempurna, “Saya yakin itu adalah bangunan yang Anda cari. Dan seperti yang baru saja Anda ketahui bahwa sebagian besar dari kami mampu berbicara dalam bahasa Inggris dengan lancar.” Dengan kata lain, jangan lagi mengacaukan bahasa kami.

Saya telah berada di Munich selama beberapa hari sepanjang musim panas dan setelah sejumlah bir yang saya minum dan schnitzel, pork knuckle dan wurst, saya membutuhkan suatu lingkungan yang lebih tenang. Salzburg berada 90 menit jauhnya dari Munich, begitu pula jika ditempuh dari Stuttgart. Saya memilih opsi yang pertama. Tigapuluh Euro dan dua jam kemudian saya telah berada di pusat kota. Tentu saja, ini sebelum kontrol perbatasan yang lebih ketat diberlakukan; saya membayangkan jika saat ini saya melompati perbatasan, pasti akan sangat menantang. Dan ternyata seorang kawan dilarang untuk memasuki Eropa Barat tanpa alasan yang jelas. Ia kemudian terpaksa hanya menikmati beberapa minggu di wilayah Timur.

Hal pertama yang Anda sadari mengenai Austria, dan Eropa Timur secara umum, adalah biayanya. Jika Eropa Utara selangit mahalnya dan ujung Barat benua menjulang, Eropa Timur sangatlah terjangkau. Berlin, yang dahulu merupakan perbatasan antara Timur dan Barat, masih merupakan salah satu ibukota negara maju di dunia dengan biaya hidup terjangkau dan layak ditempati. Salzburg, bahkan selama periode festival musim panas, memberikan penawaran yang fair dalam banyak hal. Saya telah memesan sebelumnya sebuah kamar motel untuk menginap, namun ketika saya melihat Arthotel Blaue Gans (www.blauegans. at/en) yang keren dan available dengan harga hanya sekitar 100 Euro per malam, saya memutuskan untuk tinggal di hotel berbintang empat yang trendy ini.

Arthotel tidak tampak inspiring dari luar, namun dari dalam, ruang-ruang bawah tanahnya telah diberi penerangan dan dijaga tetap sederhana, dengan perabotan kontemporer yang memberikan sentuhan unik, modern pada bangunan tradisional tersebut. Sebagian besar bagian hotel tersebut tetap dijaga keasliannya, dengan dinding berlapis kayu serta pilar-pilar dengan pondasi terbuka. Saya mendapatkan informasi bahwa bangunan ini didirikan sejak enam abad lalu dan merupakan salah satu penginapan tertua di Salzburg. Daripada membongkar ruang, Arthotel memberikan warna-warna terang pada beberapa spot dan cahaya natural yang masuk. Pada malam-malam tertentu, terdapat pemutaran film di dalam wine cellar di basement serta pertunjukan musik.

Berlokasi tepat di samping universitas serta tidak jauh dari Salzach, saya berada dalam jarak tempuh berjalan kaki dari berbagai hal, saya berpikir untuk menyewa sepeda dan menjelajahi seisi kota dengan mudah. Beberapa tempat must-visit termasuk MozartWohnhaus, rumah tempat tinggal seorang music genius yang kini merupakan museum yang didedikasikan untuknya. Anda juga jangan sampai melewatkan Mirabell Palace, dahulu adalah Altenau Palace yang berusia beberapa abad yang kini menjadi kantor kotamadya. Terdapat banyak hal yang dapat Anda kagumi di sini, dari kebun luas yang terawat hingga Marbell Hall, ballroom dimana Mozart pernah menampilkan pertunjukan, yang kini merupakan salah satu ceremonial hall termegah di dunia.

Satu pengalaman yang tidak terduga saya alami selama saya berada di Salzburg, yaitu alpine atau kereta luncur di Selatan kota, tepatnya di Bad Durrnberg. Rel luncur terbentang dua kilometer dari puncak pegunungan hingga dasar. Sangat aman namun menakutkan, meskipun saya melihat beberapa penumpang berusia di bawah 10 tahun.

Namun key focus- nya adalah Salzburg Festival, salah satu event musik dan drama musim panas ternama yang telah ada sejak tahun 1920. Festival yang harus Anda saksikan adalah penampilan tahunan Hofmannsthal’s Everyman di Cathedral Square. Opera camp bagi anak-anak, recital, pertunjukan orkestra dan drama. Setiap tahunnya memiliki sedikit perbedaan, dan seluruh festival ini dikurasi dengan cermat sehingga menarik bagi semua pengunjung. Jika, sama seperti saya, bahasa Jerman Anda berantakan, maka terdapat banyak pertunjukan musik klasik juga keindahan arsitektur yang dapat Anda nikmati. Jika tidak, nikmati wine Austria (banyak yang tidak diekspor ke negara lain) sambil menikmati keindahan Salzburg di sepanjang musim panas.

Ini seperti Disneyland untuk pecinta alam. Di tempat seperti Space Mountain Anda bisa membuat secangkir teh, jalan santai mengelilingi hutan dan sungai bawah tanah, ke Pulau Jaguar dan banyak lagi. Anda juga bisa bermain dengan anak macan tutul atau berenang dengan kura-kura. Ini bukan cerita dongeng atau sekedar wahana permainan, tetapi di sini banyak terjadi hal yang menyenangkan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.