FEATURE MEN

Pemaknaan time dan timepiece bagi seorang Reino Barack

Augustman (Indonesia) - - Contents - TEKS AMELIA NURTIARA FOTO AGUS SANTOSO (NPM PHOTOGRAPHY)

Peran esensial jam tangan dalam kehidupan seorang pria

BERBAGAI JAM TANGAN koleksi Reino Barack telah merefleksikan bahwa ia sangat mengerti kemewahan watchmaking ala Swiss yang menjadi favoritnya. Sejak berusia 13 tahun, Reino telah berada di Swiss untuk menempuh pendidikan, sebuah kota dimana mayoritas jam tangan ternama di dunia diproduksi. “Saya seringkali melihat – sebatas window shopping, berbagai koleksi luxury timepiece ketika tinggal di Swiss. Itu semua menjadi sebuah impian bagi saya. Hingga pada usia 18 tahun, jam tangan pertama yang berhasil saya beli adalah Graham Swordfish,” kenang pria yang berkarir di dalam industri kreatif ini.

Audemars Piguet, Rolex, Patek Phillipe, dan Jager Le-coultre berada di dalam deretan brand-brand jam tangan yang ia gemari. “Saya juga gemar dengan jam tangan yang memiliki ukuran besar, seperti yang saya kenakan untuk photoshoot kali ini, Audemars Piguet Grand Prix Platinum Limited Edition. Karena saya mengagumi desain serta komplikasi movement yang tersemat di dalamnya.” Meskipun demikian, pengagum haute horology dan juga creator dari serial televisi BIMA Satria Garuda ini mengaku juga memiliki beberapa jam tangan non-high brand.

Seri Audemars Piguet Pride of Indonesia yang dimiliki Reino menyimpan kesan tersendiri baginya. Ia adalah salah satu orang pertama di Indonesia yang berhasil memiliki seri limited edition tersebut, bahkan sejak tahap pre-order, sebelum seri itu dilansir pada tahun 2015 lalu.

“Banyak teman-teman saya bertanya terlebih dahulu kepada saya sebelum memutuskan untuk membeli sebuah jam tangan. Namun saya selalu menyarankan mereka untuk membeli jam tangan yang mereka inginkan karena pengalaman memiliki jam tangan adalah pengalaman personal.” Berbicara mengenai waktu, Reino menerapkan time management dengan menggabungkan budaya Jepang dan Indonesia. “Artinya, sistematis pada waktu yang tepat dan loose di lain kesempatan. Bekerja sesistematis mungkin, memperhatikan punctuality, meet the deadline, dan disiplin. Di sisi lain, ketika berlibur, saya memanfaatkan kesempatan itu untuk bergerak sebebas mungkin. Jam tangan juga mengajarkan saya mengenai sense of reality. Yang saya maksud adalah saya selalu berusaha untuk merasakan waktu sekarang – living in the moment. Itulah yang menurut saya penting mengenai waktu.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.