Americana

Para desainer terkenal di Amerika kembali menghidupkan label mereka sendiri

Augustman (Indonesia) - - Behind The Seams - TEKS DARREN HO + ALDO FENALOSA FOTO BERBAGAI SUMBER

PADA SATU MASA, sportwear dari Amerika sempat kehilangan sentuhannya. Dulu sewaktu perang Versailles, daya tarik fashion Amerika jauh lebih unggul dibandingkan nama besar sejumlah brand tradisional Eropa. Namun ketika Eurotrash muncul di akhir era 90-an dan label fashion Eropa kembali bergeliat, label Amerika justru menghilang dari peredaran global karena memilih untuk fokus pada market domestik mereka.

Namun tampaknya dekade ini menjadi masa kebangkitan desainer terbaik Amerika, khususnya Tommy Hilfiger. Brand ini barangkali memang telah menyerahkan bagian urusan bisnisnya pada PVH Corp, namun hal itu justru membuat Hilfiger fokus mendesain dan mengembangkan clothing line- nya. Jika presentasi dalam New York Fashion Week dijadikan sebuah parameter, sentuhan fashion Hilfiger pada koleksi 65 sunglasses- nya tidaklah mengecewakan; bahkan kenyataannya ia berhasil melampaui label-label lain.

Dinamika dunia fashion memang tidak bisa dipungkiri sering merusak banyak desainer, namun tidak demikian dengan Hilfiger yang tetap memahami bagaimana keiniginan consumer di masa sekarang. Pada koleksi spring, ia membuat sebuah rancangan yang terinspirasi dari nuansa pantai di tengah-tengah Kota New York, lengkap dengan lake dan cocktail-serving cabana sebagai tempat berjalan para model yang berpakaian menggunakan nuansa tropis dan jersey sepakbola yang oversized serta linen top. Setup ini pun berhasil menarik perhatian pengunjung yang hadir dalam gelaran hingga penonton yang menyaksikan event itu melalui tv mereka. Terlepas dari keikutsertaan sejumlah nama besar seperti Gigi Hadid (yang juga turut berkolaborasi dengan brand ini pada capsule collection), Hilfiger juga menyebarkan campaign melalui multimedia platform yang dapat disaksikan khalayak lebih luas. Strategi marketing- nya sangat-sangat tepat.

Untuk menswear, tahun lalu campaign Hilfiger fokus dalam inner wear dan juga berkolaborasi dengan bintang olahraga. Rafael Nadal dipilih untuk merepresentasikan brand ini dalam iklan provokatif yang berbentuk video, edisi cetak, hingga Instagram. Musim ini, Nadal menggunakan lebih banyak unsur produk Tommy Hilfiger yang begitu friendly dengan aktivitas tenisnya. Salah satunya adalah fully canvassed TH Flex Suits yang dibuat menggunakan teknologi wicking dan spandex. Setelan ini sangat nyaman, dapat menyerap panas dan kelembaban yang amat baik. Fungsi yang memang dibutuhkan dari sebuah suit di tengah-tengah suhu udara yang terus meningkat akibat global warming. Embroidered crest berdesain logo Tommy Hilfiger juga mumbuat tampilan suit ini semakin berkesan “part of the pack”.

Bersamaan dengan seri TH Flex Suits, Tommy Hilfiger juga meluncurkan koleksi sportswear untuk tipe pria tropical-loving yang terinspirasi dari kehidupan islandhopping. Rancangan pakaian yang mendukung kenyamanan seperti sweatshirt dan jersey pants benar-benar cocok untuk season kali ini. Sedangkan bomber jacket berlogo People’s Place (tempat di mana koleksi ini pertama kali diluncurkan) menjadi favorit kami. Selain itu, dalam koleksi ini juga ada jaket navy Harlan, blazer dari katun, seersucker dan linen, serangkaian celana floral-print, dan masih banyak lagi. Nampaknya label fashion Amerika telah membawa sportswear menuju standar yang lebih tinggi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.