G e n t l e man I n s t r u ment

Jam tangan tidak hanya berfungsi menunjukkan bagi pria

Augustman (Indonesia) - - Feature Men - TEKS ALDO FENALOSA FOTO AGUS SANTOSO (NPM PHOTOGRAPHY)

BILA DITANYAI TENTANG ARLOJI FAVORIT, seorang Samuel Wongso tak akan ragu menjatuhkan pilihan pada brand Cartier dengan seri Santos 100. Seri itu memberi segala kualifikasi jam tangan yang terbayang olehnya.

“Tidak ada kriteria khusus, tapi kalau sudah suka, cocok di tangan, dan cocok di kantong sendiri, langsung ambil. Saya inginnya sudah dari tahun 2009, tapi baru terealisasi tahun 2014 lalu. Tampilannya yang klasik, tidak lekang zaman membuat saya sangat suka pada Santos ini,” sebut Samuel Wong pada Augustman Indonesia beberapa waktu lalu.

Kegemarannya pada jam tangan mulai disadari Samuel sejak di bangku SMA. Jam tangan pertamanya adalah G-shock. Daya tahan yang maksimal untuk segala aktivitas anak muda menjadi keputusan Samuel memilih jam tangan tersebut kala itu. Baginya, jam tangan tidak hanya penunjuk waktu, melainkan juga sebagai penunjang aktivitas. Terlebih kini ia intens dengan dunia fashion yang identik dengan tampilan istimewa.

“Kita tahu tidak banyak aksesoris untuk pria. Dan salah satu aksesoris pria yang paling oke ya hanya jam tangan. Jadi ya karena terjun di dunia fashion lalu senang juga dengan timepiece, alhasil mengoleksi jam tangan juga. Bagi saya, penunjang suit yang keren hanyalah jam tangan. Benar-benar menunjang,” ujar pemilik Wong Hang Tailor tersebut.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.