Ta t t o o Reinterpreted

Tattooartist Maxine Büchi dari Sang Bleu, sebuah tattoostudio di London, memimpin proyek desain kolaboratif bersama Hublot

Augustman (Indonesia) - - Highlight - TEKS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO DOK. HUBLOT

DALAM KEHARMONISAN SERTA PROPORSI, Hublot dan Sang Bleu menciptakan sebuah karya yang sangat memikat. Konstruksinya merupakan gambaran dari simbolisme dalam bentuk-bentuk geometris yang sangat melekat dengan Sang Bleu. Membangkitkan hubungan yang harmonis dan proporsional yang berasal dari Vitruvian Man karya Leonard da Vinci. Bentuk-bentuk yang membentuk karakter desain tato Maxime Büchi, kesempurnaan, dan berbagai simbol yang ia ciptakan diadaptasi oleh Hublot, menciptakan Big Bang yang benar-benar baru, Big Bang Sang Bleu.

Bezel Big Bang dibentuk menjadi heksagonal. Facet tersebut memberikan efek tiga dimensi. Dial berwarna hitam matte memiliki polesan satin dengan pita hitam yang melingkarinya sebagai penunjuk jam. Nomornya menggunakan font Swiss Typeface SARL yang dimiliki Maxime sendiri. Second counter tampil secara tersembunyi pada metal sculpture yang menghiasi dial. Untuk menampilkan kemisteriusan dan memberikan dimensi lain pada waktu, tidak terdapat jarum penunjuk waktu. Waktu ditunjukkan oleh tiga cakram oktagonal bermaterial rhodium dengan salah satu sudutnya berlapis Superluminova putih. Cakram paling besar mengindikasikan jam, sementara yang kecil menunjukkan menit. Detik diindikasikan oleh pergerakan cakram paling tengah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.