Nailed

Terdapat mobil yang dibuat tanpa menggunakan baut, sekrup, maupun perekat OKURIARI

Augustman (Indonesia) - - Motoring -

Ini adalah sebuah istilah Jepang untuk seni merangkai sesuatu seperti puzzle tanpa harus menggunakan baut, sekrup, maupun lem perekat. Prosesnya adalah sebagaimana mungkin Anda menggabungkan satu desain dengan metode penguncian lembaran kayu secara bersama. Sedikit mirip mortise dan tenon. Milan Design Week ( MDW) adalah rumah pameran untuk berbagai produk furnitur, aksesoris rumah tangga, hingga desain- desain unik lainnya. Pada MDW April lalu, mobil Toyota Setsuna ini juga ambil bagian untuk memamerkan kebolehannya pada pengunjung. Anda tidak akan memiliki limousine yang mulus dan nyaman diraba. Mobil kayu ini hanya memiliki kepolosan. Tanpa GPS, Bluetooth atau suara robot asisten dari balik kemudi kontrol yang canggih. Dengan panjang 3.030mm dan lebar 1.480mm, Setsuna ini mendapat daya tenaga dari motor elektronik yang memungkinkan Anda untuk berkendara hingga 45kph. Kecepatan bukanlah poin utamanya.

INI ADALAH saat-saat dimana sejumlah orang mulai jengah dengan ukuran sebuah kesuksesan dan mulai mencoba sisi lain yang tidak biasa di dalam masyarakat. Mereka ingin kembali pada hidup yang lebih sederhana, tetap menghormati planet ini dan juga nilai-nilai masyarakat di dalamnya. Mereka menciptakan kehidupan yang selaras dengan alam, menggunakan material yang ramah lingkungan.

Mereka adalah penyelamat lingkunganmu, landfillharmonic, sebuah orchestra yang membuat musik dari instrumen-instrumen berbahan sampah daur ulang. Mereka adalah 3D-printing enthusiast yang menggabungkan teknologi dengan keahlian tangan untuk menciptakan sebuah hal impresif yang lama dilupakan orang. Mereka adalah pemikir yang memiliki kemajuan teknologi dalam kepala mereka dengan mengembalikan teknologi itu ke asalnya, lebih natural.

Semua hal di atas seperti terkandung di dalam Setsuna, concept car terbaru dari Toyota yang mengedepankan craftsmanship tradisional yang juga sangat berorientasi pada ketahanan lingkungan. Arti dari nama itu sendiri adalah “kemungkinan terkecil dari momen dalam waktu”, yang dipilih untuk mencerminkan bagaimana keterbatasan keberadaan kita di dunia ini.

Setsuna tidak seperti kebanyakan mobil yang telah dibuat. Mulanya, kayu dipilih dari yang paling berkualitas di Jepang. Teknik craft Okuriari yang berusia 1.000 tahun memungkinkan lembaran kayu dapat digabungkan tanpa harus menggunakan baut, sekrup, maupun lem perekat.

Lekukan badan Setsuna menyerupai sebuah boat, dengan sentuhan kayu yang berbeda – seperti Japanese cedar pada panel interiornya dan Japanese birch untuk rangkanya. Daya tenaga mobil ini berasal dari enam baterai lead-acid yang dapat mencapai kecepatan tertinggi di angka 45kph. Meski tidak begitu kencang, namun mobil ini memberi kita alasan mengapa harus berkendara pelan-pelan, agar dapat menghirup aroma bunga mawar yang ada di pinggir jalan.

DEMAM CROSSOVER sedang tinggi-tingginya dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sebuah terobosan barubaru ini dikaji demi mengakomodir kebutuhan untuk membuat posisi duduk pengemudi agar tampak lebih berwibawa dan dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, sembari tidak luput dari kewaspadaan berkendara. Pikirkan juga tentang crossover hibrida antara SUV dan mobil reguler, dan desain yang khas untuk light off-roading. Bagi negara yang konturnya cenderung datar seperti yang tergambar dalam humor Adam Sandler dan Anda ingin berkendara dengan kenyamanan maksimal maka Anda tidak akan mendapati kendaraan yang lebih baik selain Toyota RAV4. Smooth, mudah dikontrol dan handal di jalanan, Anda tidak akan terjerat hukum karena mobil ini. RAV4 memiliki platform yang sama dengan Lexus NX, dan menariknya mobil ini menawarkan fitur all-wheel drive mode bila Anda ingin mengistirahatkan kaki dari medan jalan yang berat. Dan sebagai sebuah produk Toyota, biaya perawatan untuk mobil ini tergolong bersahabat dengan kantong Anda.

Mesin: Top Speed: 0-100kph pertama: Output Maks: Torsi Maks: Emisi CO2: Fuel:

1.987cc 185kph 10,7 detik 150bhp 196Nm 149gph 6,5 liter/100km

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.