The Geeky

Memulai karir di perusahaan multinasional namun tak pernah berhenti mengejar passion- nya untuk menjadi entrepreneur adalah pilihan hidup seorang Ken Ratri Iswari

Augustman (Indonesia) - - Character Woman - TEKS AMELIA NURTIARA FOTO AGUS SANTOSO (NPM PHOTOGRAPHY) OUTFIT DAY AND NIGHT FROM FASHION FIRST MAKE UP ARTIST SILVIA KURNIA DEWI LOKASI ALSKA, JAKARTA

WANITA KELAHIRAN BANDUNG INI tidak akan pernah menyangka bahwa bisnis startup yang ia bangun bersama partner- nya Yunita Anggraeni, sejak tiga tahun lalu berkembang pesat hingga sekarang. Minat, skill dan pengetahuan yang ia dapat saat masih bekerja untuk Michael Bodekaer ( founder sebuah tech startup incubator asal Denmark yang berlokasi di Bali) ini ia jadikan sebagai bekal dalam menggarap Geekhunter, sebuah IT Recruitment Consultant.

Sebagai consultant, Geekhunter dituntut untuk pro aktif dalam memberikan pelayanan serta solusi dan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Geekhunter mencarikan kandidat sesuai dengan requirement yang dibutuhkan olek klien. Demand para klien yang berasal dari perusahaan lokal maupun asing akan programmer dan IT pada masa kini memang tergolong sangat besar. Lalu, apa sebenarnya yang membuat Ken tertarik di bidang IT ini? Wanita lulusan Sarjana Manajemen dan meraih gelar MBA nya dari School of Business and Management ITB ini dengan simple menjawab, “Challenge accepted. Karena jumlah wanita di industri IT itu tidak banyak, sehingga saya merasa tertantang untuk berkarir di bidang ini.”

Ken juga menambahkan bahwa dirinya dan Yunita ibarat soul sisters yang bahu membahu dalam membentuk Geekhunter dari awal. “Saya sangat senang punya partner seperti dia, kami benar-benar saling mengisi satu sama lain. Saya dan Yunita membagi tugas menjadi KPI (Key Performance Indicator) apa saja yang harus dicapai. Masing-masing memiliki Kpi/target yang harus dicapai. Saat ini kami memiliki 9 orang karyawan, lebih dari 30.000 talenta IT dan 50 klien dalam database, yang terdiri dari 65% perusahaan lokal dan 35% perusahaan asing, seperti Singapura, Malaysia, Australia hingga Korea Selatan. Umumnya klien kami adalah well-funded startup yang tidak memiliki dedicated team untuk melakukan proses rekrutmen,“ungkap wanita penyuka traveling ini.

Tim yang solid menjadi salah satu jaminan untuk mendapatkan kepercayaan dari para klien. Candidate placement adalah service utama dari Geekhunter, yaitu menempatkan talenta IT di perusahaan klien, sehingga klien yang puas akan merekomendasikan Geekhunter ke klien potensial lainnya. No overpromising but underdelivered adalah prinsip Geekhunter. Selain disibukkan dengan Geekhunter, Ken masih menyempatkan diri menjadi dosen part time di School of Business & management ITB. Ia mengajar beberapa mata kuliah, salah satunya adalah Human Capital Management.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.