WORKING

L I V E WI T HOU T Karena pekerjaan terbaik adalah apa yang kita sukai

Augustman (Indonesia) - - Feature Men - TEKS ALDO FENALOSA FOTO WILLIE WILLIAM

ALEX THIAN bertransformasi dari seorang scriptwriter untuk sejumlah sinetron menjadi salah satu pionir influencer di ranah media sosial Indonesia. Kini, pekerjaan yang tidak sengaja didapatinya itu membawa begitu banyak cerita. Karakter storyteller diakui Alex memang tak terbendung di dalam dirinya. Tak hanya dituangkan sebagai skrip sinetron, di media sosial ia juga sering bercerita tentang kisah-kisah humanis yang dialami atau dilihatnya langsung. Tidak disangka, cerita yang konsisten dibuat menjadi serangkaian tweet di akun @amrazing itu diikuti oleh banyak orang. Karena “keramaian” yang tidak sengaja dibuatnya itu, sejumlah brand mulai mendekati dirinya. Tujuannya, agar mereka dapat mempromosikan produknya pada khalayak media sosial Alex. “Dulu tahun 2011-an itu follower saya mencapai tiga ribuan. Saya tidak menyangka banyak yang mengikuti saya. Dan suatu ketika tiba-tiba ada undangan dari sebuah brand yang meminta saya datang ke sebuah event yang diselenggarakan oleh brand tersebut. Mereka meminta agar saya menceritakan jalannya event itu. Dan satu hal lagi, saya memperoleh fee untuk itu. Siapa yang tidak mau?” cerita pria berkacamata ini sembari tertawa pelan. Lantas, sejak saat itu semakin banyak brand yang mengundang atau menawarkan pekerjaan yang mendatangkan banyak income dan kesenangan hidup pada Alex. Lama-kelamaan ia semakin populer dengan label influencer yang disematkan banyak pihak padanya. Tak hanya di Twitter, tapi juga di Facebook, Instagram, dan Steller. “Influencer ini sebenarnya bukan pekerjaan yang telah ada sebelumnya. Pekerjaan yang muncul karena memanfaatkan perkembangan dunia teknologi. Tapi saya lebih suka dianggap sebagai storyteller dibanding influencer karena dalam melakukan pekerjaan ini saya memang bercerita. Bukan cuma posting terus dibayar. Saya senang bercerita panjang lebar, mengangkat sudut pandang lain dari brand yang meminta saya mempublikasikan produk mereka. Karena saya menyenanginya dan tidak berpikir ini sebagai beban, saya pun tidak menganggap hal ini sebagai pekerjaan,” kata Alex.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.