Chopar d Jour ne y

Chopard mendukung tim Austria dalam Rallye “Beijing – Paris“

Augustman (Indonesia) - - Highlight - TEKS MAXIMILLIAN SAMUEL PUJI FOTO DOK. CHOPARD

MEDAN YANG DILINTASI RUTE PEKING TO PARIS MOTOR CHALLENGE yang melintasi 11 negara dan terbentang sepanjang 8510 mil atau sekitar 14 ribu kilometer dan menempuh waktu 36 hari barangkali terasa sangat berat bagi mobil-mobil baru bermesin tangguh sekalipun. Dan rally yang diadakan oleh Endurance Rally Association yang berlangsung tanggal 12 Juni hingga 17 Juli yang lalu ini adalah ajang balap mobil-mobil antik.

Berbagai vintage automobile berjalan melintasi China, Mongolia, Rusia, Belarusia, Polandia, Slovakia, Hungaria, Slovenia, Italia, Switzerland, berakhir di Prancis, tepatnya di Place Vendôme. Terdapat dua kelas kendaraan, Vintageant dan Classic, yang mengelompokkan mobil-mobil tersebut ke dalam kelompok pra-1941 dan pra-1975. Setiap tim harus membawa kebutuhan mereka sendiri, antara lain tenda, sleeping bag, suku cadang, dan perbekalan yang dimasukkan ke dalam bagasi mobil rally tersebut tanpa kendaraan pendukung lainnya.

Dalam ajang balap yang terkenal sebagai classic car race terberat di dunia ini, Ingo Strolz, pilot tim Austria bersama co-pilot sekaligus mechanic, Werner Gassner mengenakan Mille Miglia GTS Chrono. Mereka mengendarai mobil tertua dalam balapan ini, American La France Tourer Speedster berusia 99 tahun dengan kapasitas 14,5 l kubik dan tenaga 140 hp serta top speed 150 km/jam. “Balapan ini merupakan tantangan yang sangat berat bagi manusia dan juga mesin, di gurun Gobi tidak terdapat jalan, hanya ada jalur di atas pasir yang sulit dilintasi. Mobil kami tidak memiliki tachometer atau GPS atau perlengkapan lainnya. Timing sangat penting bagi kami,” kata Ingo Strolz. “Pasir dan goncangan keras juga menuntut sebuah jam tangan yang tangguh.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.