T his i s S y r ia’s Ni g h t mar e i n Your F a c e

Seorang anak yang lahir dari perang Suriah, berdampak pada genersi selanjutnya yang hanya tahu soal kematian dan kehancuran

Augustman (Indonesia) - - Journal - TEKS DARREN HO + ADHI TRIPUTRA FOTO MAHMOUD RASLAN

BEBERAPA BULAN YANG LALU, sebuah video dan foto yang diabadikan oleh Mahmoud Raslan memperlihatkan seorang anak yang diselamatkan dari puing-puing reruntuhan bangunan yang hancur setelah mendapat serangan udara, video dan tersebut menjadi viral. Rekaman itu menunjukkan seorang White Helmet dari tim pertahanan sipil Suriah sedang mengangkat beberapa anak kecil kedalam ambulans. Ia berlumuran darah, penuh dengan debu beton dan kotoran, ia tampak terkejut dan tidak dapat membayangkan apa yang terjadi. Rekaman itu disiarkan di beberapa media diseluruh dunia. Presenter CNN News, Kate Bolduan, sempat meneteskan air mata sambil memberitakan realita seputar krisis kemanusaiaan di Suriah tersebut. Menutur situs ‘I am Syria’, Banyak orang yang mengungsi, 450,000 orang meninggal dunia, dan 50,000 orang diantaranya adalah anak-anak. Saudara dari Omran, Ali (10), termasuk yang menjadi korban.

Sebelumnya, 15 dokter yang menjadi sukarelawan di Aleppo juga harus menangani 300,000 orang di wilayah perang yang sulit mendapatkan akses bantuan kemanusiaan, obat-obatan atau mengirimkan bantuan dalam bentuk apapun. “Kami tidak perlu air mata simpati atau bahkan doa. Kita perlu tindakan,” Kata para dokter. “Yang paling menyedihkan sebagai seorang dokter adalah memilih siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati.”

Setelah foto Omran ini terpampang di berbagai media tradisional dan digital, PBB berhasil memberikan jaminan keamanan selama 48 jam untuk mendapatkan bantuan medis bagi orang-orang di sana, namun hal ini masih belum jelas kepastiannya. Pada periode yang sama, serangkaian serangan bom melanda rumah sakit terakhir yang ada di Balaya, Suriah Selatan, dekat dengan Damaskus. Laporan video juga menunjukkan para dokter yang sedang menangani korban harus menggunakan ponsel mereka sebagai penerangan.

Gencatan senjata di Suriah sebagian besar telah gagal. Aleppo menjadi tragedi terburuk, serangan udara dilakukan hampir setiap hari. Omran, berusia lima tahun, lahir diantara perang dan ia tidak pernah tahu arti perdamaian. Ini adalah kehancuran yang sebenarnya dari pertempuran di Suriah dan hanya sedikit keterlibatan dunia dalam mengatasinya. Generasi yang tumbuh tidak akan tahu apa-apa, selain kematian dan kehancuran.

membantunya berkembang serta memiliki performa sebaik mungkin.

Themoreyouinspire,themorepeoplewillinspireyou

Seorang leader yang hebat akan membuat setiap orang yang berada di sekitarnya merasa nyaman, bertanggung jawab dan terlibat di dalam organisasi. Dipimpin oleh inspirasi bukan rasa takut. Hal ini akan menciptakan sebuah lingkungan dimana masing-masing orang yang berada di dalamnya merupakan bagian dari sebuah rancangan besar, bukan individu yang berdiri sendiri.

To your success, Andrew Senduk

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.