Silent Wi t n e s s

Sentul International Circuit adalah saksi sejarah dunia balap tanah air

Augustman (Indonesia) - - Epilogue Motoring - OLEH ADHI TRIPUTRA FOTO BERBAGAI SUMBER

FIRST PLAN Sentul International Circuit dirancang untuk memenuhi standar sirkuit Formula Satu, tepatnya pada tahun 1990 oleh Hutomo Mandala Putra, putra presiden Republik Indonesia saat itu, H.M. Soeharto. Sirkuit ini juga diharapkan dapat menjadi sirkuit Formula Satu ke dua di Asia setelah Jepang. Namun krisis moneter di Asia pada tahun 1997 menyebabkan hal tersebut tidak berhasil direalisasikan.

HEYDAY Sirkuit Sentul pernah menyelenggarakan Motogp pada tahun 1996, dimana saat itu yang memimpin klasemen adalah Michael Doohan dari Australia untuk kelas 500cc, Tetsuya Harada dari Jepang untuk kelas 250cc, dan Masaki Tokudome dari Jepang untuk kelas 125cc. Serta pada tahun 1997 yang dijuarai oleh Tadayuki Okada dari Jepang untuk kelas 500cc, Max Biaggi untuk kelas 250cc dan yang terakhir adalah Valentino Rossi untuk kelas 125cc. RENOVATION Setelah direnovasi dan melakukan beberapa perbaikan untuk mencapai standar yang ditetapkan FIA (Fédération Internationale de l’automobile), sirkuit ini berhasil memenuhi standar tingkat 2 (tingkat 1 untuk kejuaraan sekelas Formula Satu dan Motogp saat ini) dan dapat menyelenggarakan A1 Grand Prix selama dua musim, yakni musim 2005-2006 dan 2006-2007.

MOTOGP 2017 Sirkuit Sentul saat ini sedang berusaha keras agar dapat menggelar Motogp 2017. Namun dibutuhkan dana yang besar untuk kembali merenovasi sirkuit sepanjang 4.12 km ini agar dapat memenuhi standar tingkat 1 FIA. Minimnya dukungan dari pemerintah dan sponsor membuat kesempatan besar ini nampaknya sangat sulit dicapai dan kepastiannya seperti di atas angin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.