Pameran karya seni kontemporer Matric oleh seniman Italy Gluseppe Panone

Pohon merupakan media yang sempurna untuk karya seni agar mereka tetap ada

Augustman (Indonesia) - - Contents - TEKS ADHI TRIPUTRA FOTO FENDI

KANTOR PUSAT MAISON di Palazzo della Civiltà Italiana di Roma untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah pameran seni kontemporer yang berjudul Matrice oleh seniman Italia Giuseppe Penone. Pameran yang diadakan oleh rumah mode Fendi ini diselenggarakan di lantai dasar Palazzo della Civiltà Italiana, tempat dimana pameran Una Nuova Roma pernah diselenggarakan.

Pameran ini merupakan bentuk dukungan Fendi terhadap budaya seni kontemporer, serta keinginan brand untuk menggabungkan antara inovasi dan tradisi. Setelah restorasi megah Trevi Fountain dan empat kompleks dari Fontain, serta restorasi dan pemeliharaan

fountain Gianicolo, Mosè, Ninfeo del Pincio dan Peschiera. Fendi terus memperkuat ikatan dengan kota Roma, serta berkomitmen untuk mendukung budaya dan seni.

Giuseppe Penone adalah tokoh dalam sejarah seni kontmeporer. Sejak Arte Povera, Italian avant-garde movement pada tahun 1960-an, Panone telah membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pematung kontemporer internasional besar. Setelah berbagai pameran di museum bergengsi dan juga pameran tunggal di Versailles pada tahun 2013.

Nama pameran ini berasal dari salah satu karya seni terbaik Giu seppe Penone di tahun 2015, Matrice. Patung dengan panjang 30 meter dari pohon cemara yang diukir. Seperti kebanyakan karya Penone lainnya, Matrice menunjukan minat Penone dalam menghubungkan antara waktu dan alam, dimana manusia, alam dan kefanaan sangat berkaitan.

“Pohon muncul sebagai makhluk yang solid, tetapi jika kita mengamatinya melalui cara pertumbuhan mereka, mereka akan menjadi sebuah benda yang lunak. Pohon adalah makhluk yang dapat membentuk dirinya sendiri yang diperlukan untuk hidupnya. Oleh karena itu, patung pohon ini sangat sempurna untuk membuat mereka tetap ada,” ungkap Giuseppe Penone.

Dalam pameran ini, patung pohon karya Penone ini menyerupai hutan. Misalnya karya seni yang bertajuk Ripetere il Bosco, di mana batang pohon digali dari blok kayu serta disusun menyerupai hutan kecil. Sementara patung dari seri Foglie di Pietre yang ditampilkan pertama kalinya di Italia begitu memikat dengan bentuk pohon-pohon spiral serta cabang ranting yang khas.

Karya seni lainnya yang tak kalah menarik adalah Spine d’acacia - Contatto yang menggambarkan wajah seseorang dari ratusan ranting pohon. Lalu, karya seni yang bertajuk Soffio di Foglie dengan gambar tubuh seseorang yang ditumpuk daun myrtle serta bagian Essere Fiume yang mereproduksi bentuk batu sungai menjadi ukiran marmer yang indah.

20

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.