FIRST DRIVE: TOYOTA VIOS CVT

Tanpa gegap gempita, Vios baru saja mendapat penyegaran dari PT Toyota Astra Motor. Bukan pada wajah yang berbeda signifikan, namun jantung mekanis alias mesinnya benar-benar baru

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Trybowo Laksono

Mencoba mesin dan transmisi baru

Vios adalah salah satu produk Toyota paling populer di Indonesia. Bukan dari sedan bernama Vios ini memang, melainkan dari saudara kembarnya yang fokus pada pasar fleet, Limo.

Meski begitu, masifnya populasi itu menunjukkan betapa kualitas yang diusung tak bisa dipandang sebelah mata. Fokus dipakai sebagai armada taksi, Limo - dan Vios - membuktikan ketangguhan yang dimiliki sebagai transporter andalan.

Kembali ke Vios, sedan cantik berukuran kecil ini baru saja mendapat revisi dari Toyota. Ia kini menghela mesin yang berbeda dan diklaim menda- pat banyak kelebihan dari model sebelumnya.

Padahal, Vios dengan mesin terdahulu, 1NZ-FE sudah mendapat kredit positif karena mesin itu terbukti tahan banting. Tak hanya itu, mesin baru yang berkode 2NR-FE ini malah punya tenaga lebih kecil dari pendahulu.

Tepatnya terpaut 2 dk lebih kecil menjadi 107 dk. Sementara torsi tetap di angka 145 Nm. Pun dengan titik putaran yang sama un- tuk mencapai tenaga dan torsi maksimum.

Lantas apa kebaikan dari mesin baru ini? Untuk memberikan hasil uji eksak, kami tentu harus melakukan pengetesan terukur, dan itu belum sempat kami lakukan.

Namun melalui artikel First Drive ini kami sudah merasakan impresi yang berbeda dari pendahulunya.

Satu hal yang berbeda dari mesin lama adalah adanya teknologi katup Dual VVT-i di mesin baru. Sebelumnya memang sudah ada, namun hanya satu. Sementara yang sekarang sudah punya 2 di intake dan exhaust. Itu sebabnya ditambahkan kata ‘Dual’.

Eksistensi Dual VVT-i ini diklaim oleh Toyota mampu meningkatkan performa. Terutama performa dalam mengolah efisiensi bahan bakar.

Selain itu, mesin anyar ini juga disebut lebih halus suaranya. Saat kami tes, tidak begitu signifikan perbedaannya. Namun memang kami mendengar kalau suaranya terasa lebih

hening.

Revisi teknikal lainnya adalah aplikasi CVT pada transmisi otomatisnya. Meninggalkan model varian otomatis sebelumnya yang memakai matik roda gigi 4 percepatan.

Mengacu pada kebanyakan mobil yang menggunakan transmisi CVT, biasanya meraih efisiensi BBM lebih baik dibanding transmisi otomatis konvensional. Di titik ini, Toyota layak berharap kalau Vios akan meraih kehematan lebih baik lagi saat kami tes lengkap nanti.

Saat kami tes jalan, di kecepatan rendah-sedang lajunya terasa sangat halus. Mobil berakselerasi secara gradual tanpa ada entakan tiba-tiba.

Halus memang mengundang rasa nyaman, na- mun justru menghilangkan sensasi entakan yang biasanya mengundang keasyikan berkendara.

Begitu juga saat kami injak gas lebih dalam. Kecepatan sebenarnya bertambah signifikan, namun karena peningkatannya halus jadi terkesan tidak berakselerasi kuat.

Namun, ini pun bukan masalah besar karena pengemudi tinggal melakukan adaptasi singkat.

Sementara soal handl- ing kami rasa sama saja. Tidak yang begitu presisi, namun juga tidak buruk. Dibanding lawannya, Honda City, akurasinya kalah tajam. Tapi enaknya Vios lebih empuk sehingga lebih nyaman bantingannya.

Fitur juga mendapat perubahan. Head unit kini dilengkapi DVD AVX internet. Begitu juga dengan Miracast yang menjadikan rasa mewah ikut terdongkrak.

Di sektor eksterior, ia tetaplah sebuah Vios TRD Sportivo yang enak dilihat. Tapi kini ada perbedaan dari sebelumnya yaitu ducktail di bagasi yang minimalis.

Pelek pun ikut disentuh dengan aplikasi dua warna dan ikut menyegarkan tampilannya. Stiker bodi pun baru, kendati minor, tapi bagi mereka penyuka Vios, perubahan minim ini ikut meningkatkan keindahan visualnya.

Dasbor tetap berbahan plastik keras dengan aksen jahitan kulit palsu

Tampilan keren dengan postur yang proporsional

Mesin menggunakan unit baru yang diklaim lebih hemat BBM

Aplikasi CVT pada transmisi otomatis

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.