FIRST IMPRESSION: FERRARI GTC4LUSSO T

Ferrari mengklaim GTC4Lusso sebagai sebuah mobil grand tourer yang cocok dipakai untuk perjalanan bersama keluarga. Apakah benar?

Auto Bild Indonesia - - Content - 4Penulis: Anton Hari Wirawan

Mobil keluarga 601 dk

Saat Ferrari meluncurkan GTC4Lusso T di Indonesia, kami diperlihatkan sebuah promotional video mobil ini. Pada video itu, dikisahkan tentang sebuah keluarga muda dengan dua orang anak.

Sang ayah seorang eksekutif muda yang cinta mobil performa tinggi. Sedangkan istrinya adalah seorang sosialita yang juga gemar bergaya dengan mobil eksotis.

Hal yang cukup menarik perhatian kami adalah, mereka sering mengajak anak-anak mereka untuk bepergian ataupun berwisata, menggunakan sebuah Ferrari GTC4Lusso T.

Hal unik ini jelas menjadi tanda bahwa Ferrari GTC4Lusso ingin terlihat lebih fleksibel dalam penggunaannya sehari-hari. Desainnya unik dan eksotis, mesinnya bertenaga, serta punya kapasitas bangku 4 orang dan bagasi lapang untuk menunjang kegiatan travelling.

Oke, mari kita lepaskan sejenak sematan label “mobil keluarga” pada GTC4Lusso dan mulai memandang mobil ini sebagai sebuah Ferrari.

Impresi pertama kali saat melihatnya adalah, desainnya yang dibuat ‘lembut’ dengan aura Ferrari FF yang masih terasa kental.

Agresif? Ya, tentu saja, ini tetap sebuah Ferrari. Gril pipih yang memanjang dengan lampu depan khas Ferrari modern, jelas membuatnya tampil sangar di jalan.

Jika dilihat, tampilan de- pannya seperti wajah orang yang menyeringai. Meski harus diakui, tampilan fascia- nya tidak lebih menarik dari 488 GTB, atau bahkan 458.

Melihat area samping, mungkin kisi udara di depan pintu saja yang mengguratkan aura agresif. Sisanya, semua terasa halus dan minim tarikan garis bodi yang agresif.

Siluet keseluruhannya terasa lembut dan seolah menjadi sebuah ‘ softer version’ dari model-model Ferrari yang lain.

Meski desainnya lembut, tapi jangan sangsikan performanya. Di balik kap mesin depan, tersembunyi sebuah unit mesin V8 turbo seperti kepunyaan Ferrari 488 GTB.

Mesin ini juga spesial karena telah berhasil mendapatkan gelar International Engine of the Year Award.

Meski menggunakan turbo, tapi diklaim Ferrari nihil turbo lag. Hal itu dimungkinkan karena Ferrari telah menyematkan teknologi Twin-Scroll Turbines Turbocharger, flat plane crankshaft, dan Variable Boost Management.

Sekarang beranjak ke interior. Pada bagian dasbor, kami suka tampilannya yang sangat sporti tapi tidak berlebihan itu. Jauh lebih baik dari layout dasbor Ferrari FF yang terkesan ‘ramai’.

Monitor sebesar 10,25 inci juga membuatnya tampil modern. Setirnya pun masih khas Ferrari yang terdapat berbagai tombol pengaturan setingan mobil dan aktivasi lampu sein didalamnya.

Pada kabin depan, Ferrari menggunakan desain ala Dual-Cockpit. Jadinya, meski duduk di bangku penumpang depan, Anda akan merasakan keseruan dan sensasi yang mirip dengan pengemudi.

Lalu bagaimana dengan akomodasi bangku baris keduanya? Karena hanya dua pintu, akses masuk ke bangku belakang harus dengan menggeser bangku depannya terlebih dulu.

Anda hanya perlu angkat tuas di atas bangku depan, lalu dorong ke arah depan dan bangku akan bergerak maju secara elektronis.

Saat duduk di bangku belakang, rasa penasaran terbesar kami pun terjawab. Wajar bila Ferrari bersikeras bahwa mobil ini diklaim nyaman untuk perjalanan

bersama keluarga.

Ternyata akomodasi di bangku belakangnya masih nyaman. Meski dari luar bodinya terkesan rendah, namun headroom- nya luas. Legroom pun terasa cukup baik.

Terdapat partisi di tengah bangku belakang, yang juga membuat Anda seolah mempunyai ‘kokpit’ sendiri. Sayang posisi duduknya masih cukup tegak, rasanya akan mengurangi kenyamanan di perjalanan panjang. Beruntung sudah terdapat ventilator AC individual.

Bagaimana? Tertarik untuk bepergian dengan mobil ini?

Rem karbon keramik sudah jadi standar

Desain dasbor Dual-Cockpit yang sporti dan rapi

Setir khas Ferrari yang penuh tombol

Bagasi cukup luas dengan volume 450 liter

Masih terasa aura Ferrari FF

Mesin V8 turbo, diklaim tanpa lag

Akomodasi bangku belakang cukup baik

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.